Thursday, 23 February 2017

Selamat Jalan teman...

Seperti dua malam kemarin, masih tak kuasa memejamkan mata, terus menerus ingat senyum ceria mu i 😭. Hari ini tiga hari sudah kau berpulang tentu masih banyak yang merasa berduka kehilangan mu sahabatku. 

Dalam rasa sedih yang tak kunjung hilang ini ada rasa haru dan bahagia karena yang ku dengar banyak orang bahkan sangat ramai yang ikut menghantarmu ke tempat peristirahatanmu yang terakhir, mereka bilang jenazahmu cantik i, senyum seperti orang tertidur, iya aku percaya… karena ii memang cantik dari lahir. Kulit putih bersih, rambut tebal agak pirang dan alis lebat hitam yang selalu jadi kebanggaanmu, siapapun yang melihatmu pasti bilang kamu cantik, sangat cantik.

Kalau dulu sekali sudah ada handphone berkamera seperti sekarang, mungkin nggak akan pernah cukup memorinya untuk menampung semua potret kebersamaan kita i, 27 tahun persahabatan kita kalaupun terekam dalam video mungkin akan butuh waktu yang lama untuk menonton setiap episode cerita kita. 

Dari mu aku tau kalau orang cantik nggak perlu sombong dan dari mu lah aku belajar kalau orang pintar nggak perlu pelit berbagi ilmu. kau memiliki kedua-duanya i, pintar dan cantik. pun ketika jarak memisahkan kita, engkau tak pernah lupa dengan kami teman-teman lamamu. Hal-hal kecil ini yang selalu terngiang-ngiang tiap kali aku mengingatmu i. 

Berat rasanya seperti separuh dari bagian diriku juga hilang ketika mendengar kabar kepergian mu. Kalau ku tau bulan agustus kemarin adalah saat terakhir bertemu kamu i, mungkin aku nggak akan menolak setiap ajakan untuk menginap di rumahmu.

Engkau sangat baik, pernah suatu ketika kau berkata diantara sekian banyak teman yang kau kenal, aku adalah salah satu teman terbaikmu, persahabatan kita tulus tidak ada kata iri di dalamnya. Kamu tau i, mendengar ucapanmu saat itu sebenarnya aku sangat malu, malu karena mungkin aku tak cukup baik untuk menjadi teman mu, dengan segala kekuranganku mungkin aku pernah mengecewakanmu.

Tak sanggup lagi untuk berkata-kata, jikapun di tulis tak akan pernah habis kata- kata untuk menggambarkan kepribadianmu i. Semua akan menjadi kenangan indah untuk kami orang-orang yang pernah mengenalmu.

Sekarang hanya doa yang bisa ku kirimkan untukmu, dalam sujudku selalu berharap ii bahagia disana bisa menimang-nimang bayi kecil ii yang tak sempat mengeluarkan tangis pertamanya ke dunia. Pun tak akan berkurang kasih sayang untuk anak yang engkau tinggalkan. Orang baik sepertimu pasti akan selalu di kenang i, juga tak ada yang bisa mengganti posisimu di hati kami sahabat mu. 

Kecantikkanmu memang tak bisa menular tapi semoga kebaikanmu bisa menular pada kami, orang- orang yang menyayangimu. Selamat jalan sahabatku... kami ikhlas karena Allah tentu lebih sayang ii.

Wednesday, 11 January 2017

Acne Treatment di Dr. Kun Jayanata SpKK(K)

Postingan pertama di tahun 2017, sebenerya pengen ganti template blog tapi belom nemu yang pas jadi gue cerita tentang pengalaman gue ngobatin jerawat di Dr. Kun Jayanata SPKK(K). Gue sebenarnya memiliki tipe kulit sedikit berminyak dan kering di beberapa spot. Dari masih anak-anak sampe gue berumur 24 tahun gue nggak bermasalah sama yang namanya jerawat, paling tumbuh satu atau dua pas lagi dateng bulan. Celakanya tahun 2008 yang lalu gue terjebak salah satu produk kecantikan yang ternyata gak cocok buat gue padahal produk ini udah di pake turun temurun mulai dari nenek, budhe, nyokap dan tante-tante gue yang lainnya. 

Sejak tahun 2008 itu gue mulai bermasalah sama jerawat, akibat produk yang gue pakai jerawat-jerawat kecil mulai tumbuh di kedua pipi gue. Risih banget liat jerawat yang nampak merah dan berisi itu tangan jahil gue mulai gatel pengen pencet-pencet, alhasil jerawatnya pecah dan keesokan harinya tumbuh lagi satu, dua dan seterusnya memenuhi bagian pipi gue. Berbagai cara udah gue coba untuk menyamarkan bekas noda jerawat ini mulai dari cara tradisional memakai masker-maskeran yang gue buat sendiri sampai membeli produk-produk skincare lainnya dengan embel-embel bisa menghilangkan noda bekas jerawat dan membuat wajah cerah. Gimana hasilnya? agak-agak mengecewakan sih  bukannya sembuh malah jerawat gue tambah banyak. Lama-lama gue jadi bosan sendiri dan mulai cuek dengan masalah kulit wajah.

Selain korban produk kecantikan abal-abal lebih parahnya lagi gue juga korban ajaran sesat dokter kecantikan yang ikut berperan besar bikin lubang-lubang di pipi gue. Bermodal nekad gue mendatangi salah satu klinik dokter kecantikan di kota gue. Gue sadar yang namanya klinik kecantikan pasti biayanya mahal dan nggak bakal langsung sembuh hanya dalam satu kali pertemuan. Pertama kali terapi jerawat gue disedot abis-abisan, jangan tanya gimana rasanya yang jelas lebih sakit dari sakit gigi. Dua bulan pertama gue masih rajin datang ke klinik itu karena jerawat gue nampaknya sedikit memudar meskipun efeknya ada bekas lubang parutan disana-sini. 

Capek dengan berbagai pantangan yang nggak boleh dimakan saat proses penyembuhan akhirnya lama-lama gue nggak pernah datang lagi ke klinik itu. Oya gue juga capek ngeluarin duitnya bo' pertama kali datang ke klinik itu biaya yang gue keluarin sebesar 1,4 juta rupiah, tahun 2008 itu jumlah uang segitu bisa buat bayar cicilan motor gue dua bulan. Akhirnya gue capek sendiri sama yang namanya jerawat apalagi waktu kerja di Radio gue sering ditugasin meliput berita diluar, panas-panasan dan kena debu makin merana aja deh wajah gue.

Sampai akirnya gue nikah dan hijrah ke Jakarta, gue masih aja berjibaku dengan yang namanya jerawat hilang satu tumbuh sepuluh. Tiga tahun yang lalu Berbekal informasi dan pengalaman dari temen sepupu gue yang punya masalah jerawat parah, kulit wajahnya kembali kinclong berkat perawatan di Dr. Kun Jayanata. Dapet informasi itu gue nggak langsung mendatangi klinik dokter Kun, dari beberapa informasi yang gue denger juga hasil browsing di internet tentang  Dr. Kun bikin gue nyerah duluan sebelum memutuskan dateng ke praktek Dr. kun ini.  

Adalah masalah pendaftarannya yang terbilang ekstrem dan antimaenstream banget. Jadi untuk bisa jadi pasien dokter Kun kita musti daftar subuh kira-kira pukul 5 pagi meskipun gerbang belum dibuka. Kalo lewat pukul 6 pagi udah nggak kebagian nomor antrian.  Sistem antriannya adalah dengan mencatat nomer, nama, dan nomor telepon kita  di kertas yang disediakan. Gue baca-baca di forum daily motion bahkan banyak pasien yang dateng dari luar jakarta rela ngantri dari subuh demi bisa jadi pasien dokter yang fenomenal dikalangan orang-orang berjerawat ini. Kalo udah berhasil daftar di pagi hari nantinya kita di atur jam berapa ketemu sama dokternya bisa itu siang atau bahkan malam hari, pengalaman adik sepupu gue berhasil daftar setelah subuh dan janji ketemu dokternya jam 11 malem. dokter mana coba yang masih buka praktek di jam segitu bahkan ada yang sampe jam setengah dua malem loh.

Tadinya udah mau nyerah aja kalo mesti ngantri dari subuh dan ketemu dokternya malam hari rasanya agak-agak berat walaupun tempat praktek dokternya terbilang cukup dekat dari rumah bisa naik gojek 30 menit sampe. apalagi banyak yang bilang suka nggak dapet nomor antrian padahal udah dateng dari pagi. Dan ternyata sejak Februari lalu pendaftaran hanya bisa dilakukan via telepon H-7 untuk menghindari para calo jadi nggak harus ngantri dari subuh lagi untuk jadi pasien Dr. Kun. pendaftaran via telepon hanya bisa dilakukan pada setiap hari senin aja mulai pukul delapan pagi sampai pukul delapan malam. bila berhasil mendaftar lewat telepon nanti kita langsung di bikin jadwal ketemu dokternya pada hari dan jam berapa 7 hari kemudian.


penampakan klinik Dr. Kun dari luar


Bagian dalam klinik Dr. Kun


Bulan Mei 2015 kemarin akhirnya gue bisa mendatangi klinik dokter Kun, tentunya dengan proses pendaftaran yang sedikit rumit. Oya proses daftar lewat telepon juga susah loh. Jadi pengalaman gue kemarin gue coba reservasi lewat telpon, dari pagi gue coba nelpon tapi sibuk terus gue coba lagi berulang-ulang karena kata sepupu gue telpon aja terus sampe di angkat. Akhirnya sekitar pukul 5 sore tersambung telpon gue cuma di reject terus dari sananya. Gue redial lagi di angkat tapi kemudian di tutup lagi. Pantang menyerah gue telpon terus pokoknya hari itu mungkin gue nelpon bisa sampai 50 kali sekitar pukul 6 sore akhirnya telpon gue dijawab. Terdengar dari ujung sana suara embak-embak yang melayani pendaftaran via telpon,  gue di jadwalkan bertemu Dr. Kun tanggal 1 Juni pukul 11.30 wib. Lega banget akhirnya sekian lama maju mundur pengen ke Dr. Kun bisa kesampaian juga.


Kartu pasien Dr. Kun


Ditemani suami dan raheesa, alhamdulillah gue nggak harus mengantri lama, daftar ulang di CS nggak lama kemudian gue dipanggil masuk ke ruangan dokter Kun. Oya beda dengan dokter lain konsultasinya rame-rame loh, jadi satu ruangan ada 8 orang pasien, kita konsultasinya juga nggak lama kira-kira 10 menit secara antrian. Pada kunjungan pertama, Dr. Kun akan memperlihatkan beberapa foto referensi dan menjelaskan beberapa hal, antara lain :

  • Facial diharamkan selama proses penyembuhan. karena facial bisa memicu pertumbuhan jerawat. Ia menjelaskan bahwa pori-pori yang besar dan luka yang dihasilkan facial tidak bisa hilang sekalipun wajah nantinya akan mulus. Ia juga  memperlihatkan perbandingan foto pasien antara yang pernah facial dan yang tidak dimana yang tidak pernah facial lebih cepat penyembuhannya. Pemencetan jerawat sendiri juga tidak diperbolehkan. Selain itu kita dianjurkan rajin-rajin mencuci wajah dengan sabun, bisa pakai sabun apa saja yang cocok dengan kulit wajah kita. Jadi dia nggak mengharuskan kita membeli facial wash dari kliniknya.
  • Nggak diperbolehkan menggunakan produk yang mengandung Tea Tree Oil
  • Untuk yang mau kulitnya lebih cerah, tidak perlu melakukan suntik vitamin C. Dosis yang banyak melebihi kebutuhan harian tubuh pada akhirnya sisanya akan terbuang melalui air seni. Jadi lebih baik mengkonsumsi vitamin C dari asupan makanan dan lindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan penggunaan sunblock diperbolehkan menggunakan make up
  • Konsumsi vitamin E seperti suplemen yang beredar di pasaran juga lebih baik dihindari karena akan semakin menambah kadar minyak dan mendukung munculnya jerawat. Lebih baik vitamin yang alami seperti dari buah-buahan atau sayur-sayuran.
  • nggak ada pantangan untuk makanan, termasuk kacang yang biasanya dihindari. Jangan lupa juga untuk banyak minum air putih 1,5 - 2 liter air setiap harinya. 
  • Pasien nggak diharuskan setiap bulan datang untuk menemui Dr. Kun. Ia justru menganjurkan jika perlu aja, atau minimal 4-6 bulan sekali.
Setelah  Dr. Kun mengecek kondisi kulit gue, Menurutnya jerawat gue udah nggak parah, karena hanya tumbuh satu atau dua jadi gue cuma fokus mencerahkan wajah dan ngilangin flek hitam serta noda bekas jerawat meskipun lobang bekas jerawat di pipi gue nggak bisa hilang kecuali dengan tindakan laser.


Resep obat jerawat Dr. Kun




Nggak seperti praktek dokter lain resep obat di Dr. kun ini terbilang murah dibandingkan dengan klinik kecantikan lainnya yang mengharuskan pasiennya kontrol satu bulan sekali tentunya dengan biaya yang aduhai banget, keluar perawatan kantong ikut jejeritan histeris. Banyak testimoni yang mengatakan puas setelah menjadi pasien Dr. Kun, rata-rata bilang jerawat mereka hilang dan gak tumbuh lagi. Banyak juga yang bilang mereka cocok dengan resep yang di berikan. Untuk masalah jerawat gue Dr. Kun ngasih resep obat minum jerawat (Roacutane) untuk 30 hari yang harus dikonsumsi minimal 8 bulan s/d 1 tahun pemakaian, cream pemutih I, cream pemutih II, tabir surya II, dan cream jerawat III. Jadi total biaya keseluruhan yang gue keluarin berikut biaya konsultasi dokternya sebesar Rp. 875.000,-.

Oya berikut ini penampakan kulit wajah gue setelah enam bulan pemakaian cream dari dokter Kun. Sayangnya gue nggak punya poto ketika jerawat gue parah-parahnya jadi nggak ada bahan perbandingan. Untuk obat minumnya gue cuma konsumsi di satu bulan pertama, karena gue punya rencana untuk hamil lagi jadi gue stop dulu untuk konsumsi obat jerawatnya. Perlahan-lahan kulit wajah gue jadi halus dan kenyal serta komedo  berkurang. Jerawat gue juga hilang paling hanya muncul satu atau dua saat dateng bulan doang. 




setelah 6 bulan pemakaian


So far, gue puas banget sih dengan resep dokter Kun ini, selain jerawat gue nggak muncul-muncul lagi kulit wajah gue juga makin cerah, flek hitam makin memudar, pori-pori mengecil dan tentunya kulit gue nggak berminyak lagi. 



(bare face : udah nggak ada jerawat yang muncul, noda jerawat hilang hanya tinggal bekas lobang jerawat)


Sampai sekarang gue masih terusin pemakain cream pemutih I dan cream pemutih II saat siang dan malam serta tabir surya pas lagi aktivitas di luar ruangan. Harusnya bulan ini gue konsul lagi, karena udah lebih dari 6 bulan. Mungkin selanjutnya gue fokus nutupin lobang bekas jerawat dan rasa-rasanya pengen nyobain lasernya kalo nggak mahal :).


Oya bagi yang punya masalah dengan jerawat, klinik dokter Kun ini recomended banget loh,  untuk memesan resepnya kita nggak usah repot-repot ngantri di klimik, karena bisa pesan via Go-Mart dan via JNE untuk yang di luar jakarta. Dokternya sangat friendly dan sabar banget ketika kita ngajuin pertanyaan, semoga Beliau panjang umur ya, agar yang punya masalah jerawat bisa diobatin :).