Tuesday, 23 February 2016

Tentang melupakan sesuatu


Siang ini, ku buka kembali laman hitam dimana aku sering menulis banyak hal tentang seseorang. Seseorang yang hanya hidup dalam khayalanku yang hingga kinipun masih samar dalam pandanganku. Avatarnya berjejakan disana, memasang raut bahagia dalam pelukan. Terbersit rasa iri dan kecewa yang mendalam, namun lagi-lagi ku patahkan segala rasa yang bisa menghancurkan itu.
Memang tak seharusnyalah aku iri dengan kebahagiaan yang telah berhasil ia raih, toh.... manusia memiliki garis tangan masing-masing. Tak ingin aku menghidupkan kembali iblis-iblis dan amarah yang telah lama mati suri dalam diriku. Tak sedikitpun aku menginginkan itu lagi, cukup sudah selama ini ambisi menjebakku dan menuntun ku pada jalan yang salah, yang akhirnya hanya bisa ku ratapi penyesalannya.
Dan hari ini tentang seseorang itu pun, akan ku tamatkan ceritanya sampai disini, meski nanti suatu hari aku masih tak yakin apakah berniat untuk membukanya kembali. Tapi hari ini catatan tentang seseorang ini hanya akan menjadi larik puisi tanda kenangan saja untukku. Karena Aku, tak mungkin menggenggam terus rasa yang semakin pudar bersama kebisuan kabar nya diujung sana. Sementara jiwa ini semakin sakit parah dan marah jika mengingatnya.
Seseorang pernah berkata. "apakah bijaksana mematahkan hati sendiri untuk seseorang yang menjauhkan hatinya...karena hidup sangatlah singkat...". Runtutan kalimat ini kembali membuatku mengerti memang tak ada jalan kembali, menuju seseorang itu. Dan yang akan selalu ku ingat, bahwa kenangan selamanya akan tetap ada, karena jejak nya akan selalu tertinggal di keningku.
Dan kini Aku ingin menutup kisahku sebagai sejarah. Terimakasih untuk semua kenangan yang sangat indah. Karena kejadianku, kejadianmu , dan kejadian kita, takkan lekang oleh waktu.

32 comments:

  1. Tidak ada yang berlaku selamanya, janganlah ditahan - itu kalau saya bercermin pada diri saya sendiri.

    ReplyDelete
  2. Dalam sekali isi tulisan ini...

    Buat mba Tari, life must go on... :)


    salam

    ReplyDelete
  3. aku suka pertanyaan itu : “apakah bijaksana mematahkan hati sendiri untuk seseorang yang menjauhkan hatinya…karena hidup sangatlah singkat…”

    kenangan yang pernah tercipta memang akan tetap ada, tapi bukan berarti menghentikan langkah kita... ^^

    keep smile ^^

    ReplyDelete
  4. suka banget dengan tulisan ini, karena tak mudah menngakhiri sesuatu yang masih berarti untuk kita >.<

    ReplyDelete
  5. memang perlu keberanian dan kekuatan utk harus melupakan sesuatu yg masih sangat berarti utk kita.
    bunda salut, Tary mampu melakukannya .
    salam

    ReplyDelete
  6. dirimu di hatiku tak lekang oleh waktu..
    meski kau bukan milikku...

    * nyanyiin kerispatih buat mbak tari * :)

    ReplyDelete
  7. Sist,
    seorang teman selalu menasehatiku saat suatu hari aku menangis karena ketidka pastian "kamu harus berani tegas, drpd nanti kamu menyesal" dengan lantang sy menjawab "mencintai seseorang tidak akan membuatku pernah kecewa" tapi temanku menambahkan lagi "hitung berapa banyak air mata yang kau keluarkan, berapa besar pengorbanan yang kau lakukan? terkadang kita harus tegas dan rasional"

    Perlu dua bulan untuk menetapkan hati, menguatkan hati...dan keputusn di ambil pada wkatu yang tepat...

    Selamat datang senyum ceriaku :)

    Semangat ya, Mbak....

    jadi ikutan cerita...

    ReplyDelete
  8. baru mau nulis ituu, eh udah keduluan ternyata sama hera. hehehehe...

    kenangan selamanya akan tetap ada, karena jejak nya akan selalu tertinggal di keningku.

    kita tidak bisa memaksa kenangan itu pergi, tapi kita bisa berdamai dengan kenangan itu.
    ayo mbak, mbangun kenangan baru dari situ
    :)

    ReplyDelete
  9. bila yang terukir untukmu adalah yang terbaik untukku kan kujadikan kau kenangan yang terindah dalam hatiku
    #sing lupa judulnya-samson

    haii mba tarrriii :D

    ReplyDelete
  10. Kenangan memang takkan lekang oleh waktu. Itu juga penggalan hidup yg turut mendewasakan kita. Tapi terkadang kita dituntut (oleh keadaan) untuk berani berkata tidak, hanya agar kita tidak terpenjara kenangan.
    Artikelnya bagus Mbak, apalagi bacanya sambil dengerin lagunya KLA, malam2 lagi, hehe;

    ReplyDelete
  11. kadang emang ada yang perlu dilupakan walaupun mungkin tak akan pernah bisa dihapuskan ya...

    ReplyDelete
  12. Keluhan juga bisa menjadi sejarah hidup

    ReplyDelete
  13. Mengeluh juga ciri khas manusia

    ReplyDelete
  14. hmmm kenangan itu pasti ada..apalagi kalao kita udah ada yang baru..yang lama itu pasti tetep g akan bisa lupa :D

    ReplyDelete
  15. Tahu gak mba..
    Di dunia ini gak ada yang abadi..semua akan berakhir,,
    Hanya satu yang abadi..
    Kenangan,ya kenangan akan tetap ada dihati..
    Simpan semuanya dalam kotak kenangan hati mu mbak
    Kadang kenangan itu yang akan membuat kita bertahan

    ReplyDelete
  16. Semuanya selalu datang silih berganti, dan tidak mungkin kita mengingat semuanya. Ada yang terlupakan dan ada yang sengaja dilupakan.

    ReplyDelete
  17. sejarah kan terus dikenang sampai anak cucu kita :-)
    salam

    ReplyDelete
  18. tinggalkan masa lalu, dan bersiaplah untuk masa depan yg lebih cerah, kak ...
    semangat!

    Salam BURUNG HANTU

    ReplyDelete
  19. Keluhan2 Tary semakin "matang"..saya sangat menikmati postingan Tary, meskipun tanpa melihat konteks dan kontennya. :)

    ReplyDelete
  20. kenangan akan tetap ada namun bagaimana kita memperlakukan kenangan itu menjadi sesuatu yang biasa dalam pandangan mata
    hidup ini singkat
    mari kita rayakan

    ReplyDelete
  21. ah..jangan mau mematahkan hati untuk orang yang --boleh jadi- juga tak peduli sm kita.. hidup ini singkat , enjoy ur lif! keep on spirit ya...

    ReplyDelete
  22. ayo semangaat mbak :D hhe. sibukan diri dengna hal hal baru . pasti semangat




    *new updated di blog saya,main yaa

    ReplyDelete
  23. eh saya pertama kali mampir sini,dan maaf OOT, cuma mau bilang avtarnya cute imut habis,hihihih

    ReplyDelete
  24. biarlah kenangan itu hanya ada dibenakku saja :)

    ReplyDelete
  25. kenangan itu pasti selalu ada, jadikan saja pembelajaan. tapi jangan selalu menengok ke belakang, nanti kejedot tembok.hehehehe

    ReplyDelete
  26. berbaloi kah segala pengorbanan saat bila kita sadar kita sudah banyak kehilangan..

    ReplyDelete
  27. Ngeblog aja tar.. Pasti gak sedih lagi.. Hehe..

    ReplyDelete
  28. Tulisan yang bagus. Jgn terlalu banyak melihat ke belakang. Karena yang di belakang belum tentu ngeliat kita, hahhahaha... Step forward!

    ReplyDelete
  29. Tary 0nnie,
    semcm merasakan hal yg sama seperti yang diatas.

    T.T

    ReplyDelete
  30. Tapi.... saya percaya bahwa kenangan gak akan pernah bisa hilang, ga bisa dihapus. :)

    ReplyDelete