Thursday, 10 December 2015

Reply 1988: Antara Teori & Spekulasi






Penghujung tahun 2015 ini banyak drama-drama Korea baru yang menggoda banget untuk di tonton. Sebagai seorang yang mengaku kdramalovers sejati tentunya  gue nggak mau ketinggalan perkembangan drama-drama apa yang lagi tayang dan lagi booming di Korea sana, meskipun dompet gue jebol dan celengan ayam-ayam nya raheesa juga ikutan jebol karena keegoisan seorang  emak yang harus ngisi kuota internet demi ngikutin serial drama-drama favourit *sungguh ini perbuatan emak-emak yang kurang terpuji jadi jangan diikutin.

Biasanya gue bisa streaming ngikutin sampe tiga judul sekaligus setiap drama yang gue suka, tapi demi menghemat kuota akhirnya gue harus menahan diri dari kharisma So Ji Sub, ahjussi tampan yang minta di puk-puk sayang. Oh My Venus jadi gue skip demi melihat Ko kyung Pyo di drama Reply 1988 yang sekarang lagi tayang sampe 10 episode. 


Iya gue lagi tergila-gila Reply 1988. jujur aja gue dibikin terkagum-kagum dengan jalan cerita drama ini. Sial nya writer nim nya bisa banget membuat emosi penontonnya jadi campur aduk, sesaat gue bisa ngakak sekeras-kerasnya lalu tiba-tiba bisa sedih karena terharu. Saking gatelnya pengen nulis di blog tentang drama ini gue bela-belain ngereview meski drama nya belom tamat. Sepertinya ini bakal jadi postingan yang panjang dan berkelanjutan karena gue bakal nulis review dengan gaya bahasa gue sendiri dari episode pertama sampai episode 10 dari keseluruhan 20 episode.


Yang belum nonton reply 1988 bisa baca sneek peak nya di blog mykoreandrama.com jadi disini gue hanya menulis  tentang sinopsis awal drama Reply 1988 ini. Setingan cerita di tahun 1988, tahun itu adalah tahun yang besar di Korea Selatan karena pada tahun 1988 adalah tahun dimana Olimpiade Seoul dan College Festival 1988 diadakan untuk pertama kalinya. Nggak hanya itu tahun 1988 adalah tahun yang besar untuk dunia berita, pendidikan dan olahraga termasuk juga tahun yang gemilang untuk industri musik Korea selatan khususnya K-POP. 


Drama ini bercerita tentang sebuah komplek di Ssangmundong yang ditempati beberapa keluarga. Masing-masing dari keluarga ini memiliki anak-anak remaja yang seumuran, mereka adalah Duk Seon, Sun Woo, Jung Hwan, Taek dan Dong Ryong. mereka bersahabat dari kecil hingga dewasa. Di lingkungan ini mereka hidup sangat rukun antar keluarga saling membantu dan suka berkumpul atau sekedar makan bersama. 



Ketika anak-anak mulai beranjak dewasa, merekapun mulai merasakan getaran cinta pertama disaat usia mereka beranjak 18 tahun. Cinta pertama pada teman kecil sendiri awalnya di rasakan Duk Seon terhadap Sun Woo, namun sayangnya ternyata Sun Woo mencintai Bo Ra kakak kandung Duk Seon. Di sisi lain Jung Hwan dan Taek diam-diam menyukai Duk Seon.  Lalu siapakah yang nantinya dipilih Duk Seon menjadi suami? Taek or Jung Hwan.


Nggak hanya di warnai kisah percintaan anak remaja aja, cerita dalam drama ini juga mengisahkan bagaimana hubungan antara orang tua dan anak, adik dan kakak, hubungan pertemanan dan juga kehidupan bertetangga yang harmonis.




Berikut ini beberapa alasan mengapa gue suka reply 1988. Karena settingan ceritanya mundur ke tahun 1988 gue jadi bisa sekalian nostalgia dengan keseharian masa kecil gue meskipun tahun 1988 itu usia gue baru 4 tahun tapi sedikit banyak gue ingat betul apa yang lagi ngetrend di masa itu seperti model rambut dan  model pakaian.





Cerita persahabatan dalam drama ini seru banget, tentunya semua orang pernah merasakan hangatnya persahabatan, dan tema-tema cerita tentang persahabatan ini selalu menyenangkan untuk diikuti. Gue iri banget dengan jalinan persahabatan antara Duk seon, Kim Jung Hwan, Sun Woo, Taek dan Dong Ryong. Lihatlah scene dimana mereka makan ramen, atau sekedar nonton tv bersama.

Setiap scene yang ada di drama ini memorable banget sekali liat langsung bikin gue inget kejadian masa kecil yang pastinya di alami banyak orang, misalnya ketika para ibu memanggil anak-anaknya untuk pulang makan atau ketika mereka saling berbagi makanan sesama tetangga. So sweet banget... kebersamaan yang sepertinya telah hilang lenyap ditengah-tengah masyarakat perkotaan seperti jakarta yang oportunis ini.


Banyak pesan yang tersirat dari setiap episode di drama ini, pesan-pesan moral yang di sajikan secara gamblang  di setiap episode seperti salah satunya scene dimana ayah Duk Seon selalu membantu orang yang sedang kesusahan dengan cara membeli barang-barang yang meski tidak ia butuhkan walaupun sebenarnya ia dalam keadaan tak memiliki uang, yang artinya kita harus selalu membantu orang lain. Scene lain yang juga menyentuh adalah ketika ibu Jung Hwan mengantar buah jeruk ke rumah ibu Duk Seon dan di dalam keranjang jeruk tersebut di selipin amplop yang berisi uang. Ibunya Jung Hwan tau banget kalo keluarga Duk Seon sedang memiliki masalah keuangan.






Kisah percintaan dalam drama ini manis banget, kisah cinta yang khas banget dengan kehidupan anak muda di masa itu misalnya kencan yang manis sambil nonton pertunjukan musik atau nonton bioskop. Jadi tak perlu adegan romantis atau mesra, ungkapan sayang dan suka secara sederhana di sampaikan lewat beberapa potongan adegan yang nggak bikin eneg di lihat.




Drama ini juga mengajarkan bagaimana harus hidup rukun dengan tetangga, saling kompak, berbagi dan membantu. Lihatlah scene dimana mereka sangat kompak menyiapkan hadiah natal untuk si kecil Jin Joo.


Dan yang terpenting ketika mulai menonton drama ini hati gue bahagia dan selalu nggak sabar untuk menantikan episode berikutnya. Semua karakter-karakter yang gue sukai di drama ini pas banget dan nggak ada yang bikin gue sampe benci seubun-ubun. Seperti tokoh-tokoh antagonis dalam drama kebanyakan.  Dan karakter favorit gue yang sebelumnya sangat suka sama si ganteng Sun Woo, gue juga jatuh hati sama Jung Hwan tipikal cowok idola gue bangetlah ini. Terkesan cuek dan sulit mengungkapkan perasaan, tak banyak kata-kata tapi lebih ke perbuatan. 

Dan ini bagian favorit gue dari eps 1 sampai dengan eps 10.




"Dengan kepalamu ini, pikirkanlah dengan baik kenapa aku seperti ini. Mengerti?"


Sebagai penganut happy ending garis keras gue sangat berharap drama Reply 1988 ini sukses di akhir episode. Selama drama ini tayang memang banyak komentar bernada spekulasi. Penonton di ajak berteori siapakah yang akan menjadi suami Duk Seon nantinya. Sialnya Writernim seenak udelnya aja bikin alur cerita yang memporak porandakan keyakinan gue ini yang tadinya gue adalah #team Sun Woo dan berharap Duk Seon jadian sama Sun Woo, eh... di belokin ceritanya jadi Sun Woo pacaran sama Bo Ra. Lalu hilanglah kesempatan Sun Woo menjadi second lead. Tapi memasuki episode 3 dan 4 udah kelihatan jelas sih kalau Sun Woo suka sama Bo Ra, dan mau nggak mau gue harus ngeship Sun Woo - Bo Ra karena memang cerita percintaan pasangan ini so sweet banget di awali dengan sikap galaknya Bo Ra yang mampu di luluhkan oleh Sun Woo dengan hal-hal kecil yang membuat Bo Ra jadi menyerah dan menerima cinta Sun Woo. Tapi nggak apa-apalah toh mereka juga jadi couple favorit gue. 





Lalu siapakah first lead dan second lead di drama ini? Memasuki episode ke 6 semua terjawab sudah, ketika gue mulai jatuh hati sama Jung Hwan yang nggak ganteng tapi ngangenin, gue mulai berharap Jung Hwan lah yang menjadi suami Duk Seon tapi kemudian malah muncul si Taek yang di awal-awal episode cuma dapet peran sedikit. Siapa yang menyangka Taek akan menjadi saingan selanjutnya, hanya dalam satu tembakan akhirnya Taek memproklamirkan diri menjadi saingan kuat Jung Hwan, tapi selalu ada kemungkinan besar Taek akan menjadi chilbong kedua (suara hati #team jung hwan).





Jujur aja baru kali ini gue nonton drama sambil berteori, ikut berpikir keras, berspekluasi, dan baper akut. 

Salah satu teori yang nggak mau masuk ke akal gue, masa ada yang komentar kalau yang jadi suami Duk Seon adalah Dong Ryong karena ada dugaan Jung Hwan di akhir cerita meninggal dunia karena sakit.  Lalu tak sedikit juga yang berkeyakinan kalau suami Duk Seon di akhir cerita adalah si Taek. Tapi gue nggak yakin apakah Duk Seon memandang Taek sebagai seorang pria atau nggak. 


Kalau dilihat dari gesture tubuh suami Duk Seon versi tahun 2015 mendekati Jung Hwan. tapi yang disebutkan di episode 9 mendekati ke ciri-ciri nya Taek, ahh sungguh dilema ... disebutkan oleh Duk Seon versi masa kininya kalo suaminya dulu adalah seorang perokok, suka gonta ganti pacar dan memiliki poto berdua bersamanya. 

Tentu saja sebagai #Team Jung Hwan gue masih yakin kalau Jung Hwan adalah suami Duk Seon, apalagi saat suami Duk Seon versi 2015 sangat jelas menjelaskan kalau ia tau kejadian saat Duk Seon di tolak Sun Woo saat hari pertama salju turun dan juga ia pernah membaca kartu pos milik Duk Seon yang dikirimkan ke radio. Kecuali ceritanya sengaja dibelokin sang Writernim yang berkonspirasi dengan setan untuk membuat semua #Team Jung Hwan broken heart berjamaah.






Meski begitu gue tetap meyakini Jung Hwan juaranya. Sebagai #Team Jung Hwan meski pun dengan keyakinan yang byarrrr petttt... ini gue tetap ngeship Jung Hwan - Duk Seon.


Banyak hal unik di drama Reply 1988  ini salah satunya scene ini. Seperti di parodikan ulang scene ini sebelumnya ada di drama Temptation Wolves yang di perankan Kang Dong Wook. 





Begitu juga dengan barang-barang perabotan yang ada di drama ini semuanya mengingatkan gue dengan perabotan di rumah gue waktu kecil dulu seperti kompor, radio, sepeda, televisi dan tape deck. 









Dan cuma di drama ini gue bisa lihat gaya menyapa dan tarian-tarian aneh tapi lucu yang sering dilakukan oleh ayahnya Jung Hwan dan Duk Seon. Ajibnya lagi cuma di drama ini penonton di ajak ikut main tebak-tebakan suami hahahah.... antimaenstream bangetlah.


Oiya gue nulis review ini sambil dengerin semua Ost nya Reply 1988 loh, daebak.... original soundtrack nya banyak banget, baru masuk episode 10 aja udah puluhan lagu yang bisa di download. Ini video soundtrack drama reply 1988 yang paling gue suka. soundtrack nya khas banget dengan aransement musik tahun 80 an.






Karena gue ngelewatin sekuel Reply sebelumnya yakni Reply 1997 dan Reply 1994. ketika nonton Reply 1988 ini gue merasa seperti jatuh cinta pada pandangan pertama dan akhirnya gue nemu juga drama yang mungkin bakalan selalu gue inget sambil tersenyum dengan hati bahagia. *biarin dikata lebay ini FAKTA... FAKTA....

Pesan gue buat yang  terhormat Writernim, janganlah kau belok-belokan alur cerita drama ini seperti engkau membelok-belokan hati gue ini, janganlah kau patahkan hati gue ini seperti kau patahkan hati jung hwan di eps 10 yang lalu. Dan janganlah kau membalas kelelahan gue ini (baca: lelah berspekulasi) dengan ending cerita yang membuat gue mogok nonton drama.  Nantinya Jangan membuat permainan lain tentang mencari suami lagi, ini sangat menjengkelkan dan jangan membuat gue mengutuk dikau Writernim!. Gue yakin drama ini bisa menjadi luar biasa seenggaknya sampai batas waktu tertentu.  Tapi apa yang terjadi di Reply 1994 kenyataannya meninggalkan rasa frustasi pada kebanyakan yang menontonnya. 


Dilema lain yang kadang gue rasakan ingin terus menonton mungkin akan menyebalkan, tapi gue gak punya cara lain untuk menjauh meski harus terkena second lead syndrome, nangis sampe mimisan pun gue tetep bakal nonton sampe episode terakhir TITIK...!!!

Dan sebagai #teamjunghwan gue sangat berharap Duk Seon - Jung Hwan sah... sah... sah. 

Sekian review sementara gue mengenai drama Reply 1988... sampai jumpa di postingan berikutnya.


"Tidak perlu memaksakan  kebenaran yang sekeras-kerasnya untuk mendapatkan sedikit kebahagian yang kecil. meskipun begitu terkadang kita perlu sedikit ilusi untuk menjadi bahagia".






18 comments:

  1. Gue mau nonton ga pake perasaan aaah... semoga bisa. Cukup gue nangis bergalon-galon gara-gara Chilbong di Reply 94. Cukup! Eh tapi kalo mau lebih menghayati reply Tar, gue saranin nonton deh yg 94. Biar lo ga suka chilbong, tapi percaya deh, lo bakalan jatuh hati sama cerita & tokoh2nya. ^^

    ReplyDelete
  2. Emang keren banget lha writernim ini, pinter ngaduk-ngaduk perasaan para penonton. Mana dia nulis sendiri jadi serah dia mau bikin kek gimana ceritanya. Udah bersekutu sama setan buat bikin penonton luluh lantah, haha. Semoga ya tetep Dukseon nikahnya sama Junghwan! #TeamJunghwan

    ReplyDelete
  3. Meminyak ehh Menyimak ^^ #TeamJunghwan!

    ReplyDelete
  4. Meminyak ehh Menyimak ^^ #TeamJunghwan!

    ReplyDelete
  5. Taaaaaar...
    Oh My goat...ampuuuun....aku baru mulai nonton ini dan baru nyampe eps 5...dan setiap nonton selalu berurai air mata dengan dramatis gitu si aku-nyaaaa...

    Mungkin karena banyak banget adegan yang melibatkan ibu di drama ini kali yaaaah, jadi aku berasa relate banget sama ceritanya,dan kisah cintanya cuma ditongolin se-uprit-uprit doang sampe eps 5 ini sih Taaaar...bikin aku gemesssh banget hehehe...

    Semalem berasa twist banget lah pas tahu ternyata Sun Woo naksirnya ama si Bo Ra bhahahaha...
    Tapi keren laaaah...duh sepertinya dari semua repply series aku bakalan paling favoritin yang 1988 ini deeeeeh!!

    ReplyDelete
  6. aah aku mah masih galon mau team siapa >.< pokonya jgn ada chilbong diantara JungHwan ato Taek. Dibanding R97 aku lbh suka R94 ceritanya lebih mateng wlw bikin frustasi.. tp dibanding dua series sebelumnya R88 ini paling the best.. krn fokus ke cerita keluarga dan so swit bgt kehidupan bertetangga mereka^^

    ReplyDelete
  7. This is the best drama i ever watched in my life lol! Berlebihan banget hahaha. Masalahnya ini drama bener2 ngebuat jatuh cintaaaaaaaaaa. Ngebuat aku gabisa ngikutin drama lain dan cuma nge-rewatch ni drama muluuuk! Ssangmundong family bener2 ngebuat semuanya kerasa nyaman. Walopun aku belum lahir pada saat itu tapi, aku tetep seneng aja nontonnya kaya.. Aku juga pengen ngerasain yang mereka rasain. Bersyukur juga sih aku masih tinggal di rumah yang masih banyak tetangga dan ya masih bisa beramah-tamah hehe. Walopun ya ngga se keceh Reply1988 tapi kan setidaknya ngga sekaku perkotaan :3
    Balik ke drama lagi. Yes! Tentu saja! Aku emang sempet pengen Sunwoo jadi suami tapiiiii di ep 3 pas mrk nempel, itu uda jadi batas akhir dimana aku gakuat lagi. Aku ngga bisa menahan untuk tidak jatuh cinta ke Junghwan omg! His acting is amazing! I love the way he express his feelings through his eyes! I can't help fallin in love with him aaaahhhh T.T
    Kita di ombang-ambing 16 episode huh tanpa kissing scene otp kita /kissing scene lainnya mah banyak, tapi beda rasanya/ :v hahaha. Pengen liat JunghwanDukson kisseu please. I'm so frustased with the loveline slow progress. And we still have to wait 2 weeks for ep 17 haaaah! I hope writer-nim don't mess with us. Just let Junghwan be the Husband. And the kissing scene please. As hot as sw-yj hahaha :v
    I'm a new reader :D
    BETTY.

    ReplyDelete
  8. Master Choi.,
    Taekki.,

    fighting., hehehe

    ReplyDelete
  9. Haloo
    Saya mau tanya, di mana ya bisa download semua original soundtrack Reply 1988?
    Terima kasih

    ReplyDelete
  10. info dong lagu yg tayang di tv yg si DUK SEON sama si EUN NOL ngikutin tariannya,, Tarian leher.. thanks ya

    ReplyDelete
  11. info dong lagu yg tayang di tv yg si DUK SEON sama si EUN NOL ngikutin tariannya,, Tarian leher.. thanks ya

    ReplyDelete
  12. Eh donlod reply 97 sama 94 dmna ya??

    ReplyDelete
  13. Iyaa drama ini tuh ga cuma bagus rekomendasiin para pecinta drakor tapi drama ini juga banyak banget pelajaran bermakna yang bisa kita ambil dibanding drama-drama lainnya

    ReplyDelete
  14. OMG >< aku baru nonton baru sampe eps.8 greget banget!!!!!!!!!!
    tapi kyknya yg jadi suami DukSeon 2015 JungHwan dehh.. soalnya kalo taek pendiem bgtu gak cerewet begitu. dan satu lagi suami dukseon tau kalo dukseon pernah suka sama SunWoo. karna JungHwan pernah baca surat cintanya DukSeon. makin penasaran!!!!!!!!!!!!!!!!! >.< >.< >.< >.< hihihih

    ReplyDelete
  15. Telat banget baru tau drama ini sekarang😢😢 huhuhu... aku #teamjunghwan lah, lebih ngena dihati aktingnya.. tapi pas episode taek jagain duk seon di toilet dari cowo gila, itu lumayan maco sih choi taek nya. But, gua tetep milih jung hwan💕💕

    ReplyDelete