Thursday, 22 October 2015

Gue Dan Sheila On 7


Gue dulu, setengah dari usia gue yang sekarang adalah fans garis keras dan penikmat lirik-lirik indahnya Sheila On7 yang fanatik. Di tela'ah dari sudut manapun gue merasa semua lagu-lagu Sheila on7 itu cocok banget jadi backsound hidup gue, sebut saja beberapa judul lagu yang fenomenal seperti Dan, Shepia, Berhenti Berharap, Yang Terlewatkan, Kisah Klasik, Anugrah Terindah Yang Pernah Kumiliki, Pemuja Rahasia dan masih banyak yang lainnya. Semua lagu sangat memorable Banget menurut gue karena sangat dekat dengan keseharian anak-anak muda seumuran gue kala itu. Dengan kemunculan mereka langsung memunculkan cap "gue banget".

Perkenalan pertama gue tahun 1999 sejak pertama kemunculannya hingga sekarang cinta gue tak pernah berubah atau berpaling arah ke band-band yang lain. Sheila On 7 memiliki tempat tersendiri dalam hidup gue. Saat itu gue baru kelas 3 SMP pertama kali gue langsung jatuh hati pada mereka ketika melihat video klip lagu Kita apalagi lagu itu bagus banget, musiknya easy listening pokoknya anak muda banget deh. Seumuran gue waktu itu pasti semua ngefans sheila on7. Di sekolahan yang di bahas waktu itu tentang vokalisnya yang berambut gondrong, iya Duta yang saat itu mulai mencuri hati gue, orangnya memang nggak seganteng Nicholas Saputra tapi sukses bikin gue tergila-gila.

Sampai berlanjut ke bangku SMU, gue makin tergila-gila dengan sheila on 7. Gue rela nyisihin uang jajan cuma buat beli kaset nya Sheila, gue inget waktu itu beli harga kasetnya masih Rp. 19.500,-. zaman itu uang segitu lumayan besar nilainya bisa buat uang SPP gue satu bulan. Dan gue nggak hanya beli satu kaset melainkan dua karena gue pikir kalo kaset satunya rusak masih ada cadangan yang satunya lagi. 

Dinding-dinding kamar gue pun di penuhi poster-poster nya Sheila On 7. Ayah gue sempet marah karena menurutnya gue mengotori dinding. Saking cintanya gue tetap tempel aja poster-poster itu. Sampai suatu hari ketika pulang sekolah nenek gue bilang ada surat buat gue, amplop coklat itu sangat bikin gue penasaran. Pas gue lihat di sudut amplop bertuliskan FC Sheila On7 hati gue mulai dag-dig dug gak beraturan, seperti mendapat surat cinta dari kekasih sebelum membuka amplop itu berkali-kali gue ciumi amplop itu sambil jejeritan gak karuan.

Dulu Sheila on 7 juga pernah menjadi salah satu alasan gue pengen banget kuliah di Jogja, namun karena sesuatu hal di penghujung masa SMU gue,  akhirnya impian gue nggak pernah terwujud. Di tahun ajaran berikutnya adik gue yang sukses dikirim untuk belajar di Jogja, bikin gue iri setengah mati. Dan kini pun ketika usia gue udah berkepala tiga, hari ini maupun 15 tahun yang lalu  hati gue masih klop dengan lagu-lagunya sheila On7. Kalau ditanya lagu mana yang paling di sukai dari semua lagu mereka jawabannya mungkin agak sulit karena menurut gue semuanya gue suka. 

Beberapa alasan mengapa gue suka Sheila On 7,  mereka sangat sederhana dari awal kemunculannya mereka tampil dengan sederhana dan apa adanya, benar-benar menjual karya dan bukan menjual tampang. Mereka juga sangat jujur dan nggak neko-neko dalam bermusik ini terbukti dari penjualan tiga album pertama mereka yang selalu laku terjual di atas 1 juta copy. Lirik-lirik lagunya sederhana namun sangat menyentuh dan yang selalu gue suka semua lirik lagu mereka sangat sederhana tapi memiliki arti yang mendalam.
Selain itu lagu-lagu mereka juga banyak berisi tentang kehidupan dan nggak melulu soal cinta dan yang terakhir mereka mengajarkan arti kesetiaan itu terbukti mereka tetap menjalin hubungan baik dengan dua personil (anton dan sakti) yang udah sejak lama keluar dari band.

Berikut ini beberapa lirik lagu sheila on 7 yang kata-katanya ajaib banget menurut gue.

Karena hanya dengan perasaan rinduku yang dalam padamu
ku pertahankan hidup
maka hanya dengan jejak-jejak hatimu
ada artiku telusuri hidup ini
selamanya hanya bisa ku memujamu
selamanya hanya bisa ku merindukanmu
(Pemuja Rahasia)

Genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
kita lawan bersama, dingin dan panas dunia
saat kaki telah lemah kita saling menopang
hingga nanti disuatu pagi salah satu dari kita mati
sampai jumpa di kehidupan yang lain
(Saat Aku Lanjut Usia) 


Jangan kau ungkit kesalahan yang kau buat sendiri
hanya perih hanya beban yang kan ada slamanya
telah kau tebang tempat kita biasa berteduh hapus peluh
semua kini terbilas balik dan berakhir
(Terlintas 2 Kata)


Ku akan pahami cinta
Dengan apa yang terjadi
Pastikan saja mimpimu tetap berarti

(Waktu Yang Tepat Untuk Berpisah)

Apa yang kan terjadi
pastinya kan terjadi
biar waktu yg menghakimi
dan aku akan terus bertahan
mengharapkannya, menantikannya
walau pedihnya tak tertahankan
melihatnya terjamah yang lain

(Terjamah)

Akhirnya aku menemukanmu
Saat ku bergelut dengan waktu
Beruntung aku menemukanmu
Jangan pernah berhennti memilikiku

(Hingga Ujung Waktu)
Aku pun tak ingin meninggalkan tempat ini
Apa yang kaurasakan aku juga merasakan
Bertahan sayang dengan do’a mu
Kucoba bertanya pada Tuhanku
Percayalah sayang ku tak ingin semuanya berakhir
Ku berusaha untuk s’lalu di sini
(Tentang Hidup)


Namun ada satu lagu yang liriknya pas banget dengan keadaan apa yang gue alami saat itu, berbarengan dengan  kemunculan lagu ini untuk yang pertama kalinya.

judulnya Yang Terlewatkan liriknya seperti ini:

Jika berulang kembali
kau takkan terlewati
segenap hati kucari
dimana kau berada

Walau ku terlambat
kau tetap yang terhebat
melihatmu... mendengarmu...
kaulah yang terhebat

Seperti emak gue yang di hari tua nya masih bisa menikmati lagu-lagu favourit di masanya, semoga kelak gue juga demikian menua bersama lirik-lirik manis lagu-lagunya Sheila On7 favourit gue. Gue bangga menjadi #SheilaGank




Sunday, 18 October 2015

Keyakinan Palsu alias Halusinasib

Pernah nggak sih ngalamin keyakinan palsu? entahlah.... gue hanya menebak-nebak mungkin memang ini yang dinamakan keyakinan palsu. 

Bingung kan? 

Sama gue juga bingung. Tapi yang jelas keyakinan mengada-ada gue ini sempet bikin gue di cap alay sama laki gue. Dan selama menikah baru pertama kali ini gue denger suami gue ngucapin kalimat  alay sama gue. *coba-cobaaa.... cek status FB bini lu ini bang... yang sering merayu-rayu para lelaki ganteng Korea ituh...* bisa pingsan kamu bang ...

Oya.... gue lupa laki gue gak punya lagi akun FB.

Back to topic

Mengapa keyakinan palsu gue ini bikin gue jadi orang alay di mata suami gue tercintah?? 

Karena ketika gue meyakini sesuatu terus bicara ke suami selalu berakhir dengan perdebatan panjang yang berakhir dengan kalimat ALAY!!


Contoh:  Ketika gue jalan-jalan bareng suami ke Ragunan terus gue ngeliat ada sosok laki-laki yang menurut gue perawakannya mirip banget sama Nicholas Saputra, rambutnya keriting, kulit putih bersih, tinggi jangkung dan bermata elang terus gue ngomong ke suami:


"Yah, itu si Nico ya"

"Nico mana?"
"itu Nico AADC"
"Nggak ah..., jauhhh"
"Iya mirip banget"
"Enggak!!"
"Yee... dibilangin mirip juga!"
"ENGGAK!! ngapain si bund si Nico bersiin kandang monyet?"
Bla...bla...bla... tiiittt....titttt.... tuuttt....
Alay...

Gue nggak tau ini mata gue yang siler atau memang suami gue yang suka menampikkan perkataan gue. Ah nggak tau lahh... yang jelas suami gue bukan partner berkhayal yang baik. Iya sih gue terlalu mengada-ada, sadar nggak mungkin lah si Nico maen sama monyet-monyet di Ragunan. Tapi boleh kan gue berkhayal tiba-tiba aja bertatap muka langsung sama idola gue ituh *bolehin aja.

Dulu gue punya temen cewek akrab banget. Rumah kita berdekatan dari kecil kita udah akrab. Sekolah, main, makan, manjat pohon, mandi, ngubek kolong sampe tidur pun sering bareng karena terkadang gue nginep di rumah dia begitupun sebaliknya. Bahkan gue merasa sebagian dari diri gue itu adalah dirinya, begitupun juga dia. Meski kita sering berantem trus baikan berantem lagi baikan lagi tapi mengenai selera kita banyak yang sama mulai dari pakaian, model rambut sampe kriteria cowok meski pada akhirnya kita mendapatkan jodoh jauh dari ekspetasi kita sewaktu remaja dulu.


Temen gue ini adalah partner berkhayal yang sangat sepadan, kalo udah berkhayal bisa berjam-jam mulai dari ngayal punya cowok sekeren aktor Korea sampai berkhayal dalam hal-hal diluar nalar. Tapi yang jelas ada perbedaan yang paling nyata yang bikin kami nggak mau mengalah satu sama lain, dia kekeuh banget bilang kalo Roger Danuarta  lebih ganteng di banding Nicholas Saputra. JELAS!!! gue PROTES gak terima dong. 


Dari sejak jaman SMA gue dan temen gue ini emang mengidolakan pria-pria bermata sipit, berkulit putih dan punya body oke dengan kaki jenjang, dada bidang dan bahu lebar ala-ala aktor korea zaman sekarang. Dulu kami terobsesi banget sama cowok yang berwajah oriental itu semua karena kami sama-sama kecanduan drama Taiwan "Meteor Garden" dimana gue dan temen gue ini sangat tergila-gila dengan Tau Ming Tse pada saat itu. Sampai ketika gue dan sahabat karib gue ini mulai terkena syndrome keyakinan palsu (istilah keren kami menyebutnya) sehingga dimana pun kami berada pada saat itu kami selalu berharap bisa melihat orang-orang yang mirip idola kami.


Awal mula terkena keyakinan palsu itu adalah semenjak tau ada cowok ganteng ala-ala Tau Ming Tse di tempat rental VCD langganan kami. Namanya Akong Tainam cowok keturunan Tionghoa yang berwajah ganteng, rambut ala-ala Tau Ming Tse, mata tentulah sipit, kulit kuning langsat walaupun body nya  kurang berisi tapi nggak apa-apalah demi memenuhi hasrat kecintaan kami terhadap Tau Ming Tse jadilah si Akong Tainam ini jadi objek incaran kami tiap nyewa Vcd. 

Nggak tau ini namanya Delusional Disorder atau halusinasip dengan level parah sampe sekarang pun gue masih sering kerasa-rasa ada Ju Ji Hoon di sekitaran gue. Waktu itu lagi main ke Roxy sama suami lihat-lihat cover buat tablet, tiba-tiba gue melihat sosok laki-laki bermata sipit, kulit putih dan tubuh yang semampai di parkiran. Gue langsung deh kepikiran dan berharap itu ju Ji Hoon yang lagi di dalam mobil. Padahal wajah si koko itu jauh banget dari Ju Ji Hoon. Kejadian seperti ini terulang lagi kemarin pas ke Lottemart niat beli lemon gue malah dibuat terpesona oleh salah seorang karyawan Lotte bagian yang jagain buah-buahan, ihhh kok mirip Park Seo Joon sih???? matanya doang, iya padahal yang mirip cuma matanya doang yang sipit. 

Sebenernya seperti apa sih Delusional Disorder itu?  gue penasaran akhirnya search di google mengenai gangguan-gangguan kepribadian. 


Delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih. Delusi disebut juga ekspresi kepercayaan yang dimunculkan kedalam kehidupan nyata seperti merasa dirinya diracun oleh orang lain, dicintai, ditipu, merasa dirinya sakit atau disakiti. Gangguan delusi dapat terjadi pada siapa saja dengan beberapa kondisi tertentu.

Oke, fix gue jadi yakin kalo dulu gue sama temen gue itu hanya sekedar cinta sesaat, suka mengada-ada yang nggak ada dan bukan karena gangguan delusi. Karena kalau dilihat dari gejala-gejalanya masih jauh masuk dalam kategori gangguan delusi. Gue yakin ini hanya kealayan yang terpendam aja dan tiba-tiba aja keluar mendadak di hadapan suami yang nggak tau sisi lain dari isitrinya ini. 

Ah... seandainya kamu mengerti bang? istrimu ini lelahhh.... dan butuh liburan.



Secret Admirer

Hanya ingin selalu ada di dekatmu
Walau tak pernah terlihat oleh ujung matamu sekalipun.
Karena aku.... hanya mampu berdiri di kegelapan
Diam-diam memperhatikanmu dan sekali waktu mencuri pandang dalam-dalam ke wajahmu yang memang sejuk dipandang.

Aku tak pernah berharap kau tau keberadaanku
Aku hanya ingin melihatmu kapanpun dan dimanapun dirimu
Sampai akhirnya kau tau...
Akulah yang memujamu dalam diam

Monday, 5 October 2015

Olahraga Mudah Di Rumah Dengan N+TC App



Olahraga? hah... kalau ditanya kapan terakhir melakukan olahraga  mungkin gue agak kesulitan untuk menjawab pertanyaan ini ketimbang pertanyaan lain semisal kapan terakhir makan? atau lagi nonton drama apa saat ini?. Yupss.... untuk ibu rumah tangga profesional seperti gue yang memiliki jadwal padat merayap  dari matahari terbit hingga terbenam lagi sepertinya olahraga menjadi salah satu kegiatan yang mustahil bisa dilakukan disela-sela tugas IRT yang menumpuk, mulai dari nyiapin bekal suami, buatin sarapan, mandiin anak, nyuci, nyapu, ngepel, belanja, memasak, nonton infotainment, ngejemur, ngegosok dan nonton drama. 

Jadi boro-boro mau ngegym ke tempat fitness atau ngikut mertua senam yoga bareng ibu-ibu komplek, semuanya sangat mustahil dilakukan mengingat jam terbang sebagai IRT sangat padat apalagi kalau disela-sela aktifitas tiba-tiba banyak iklan yang lewat, semisal Raheesa tiba-tiba pup, atau ketika ia lagi berkelakukan geje, ambekan minta ini minta itu sementara gue masih megang sodet di tangan sibuk berdansa dengan teflon diatas kompor. Arghhhh..... jadilah olahraga merupakan kegiatan nomor kesekian yang nggak gue prioritaskan dalam hidup gue.

Padahal kalo diingat dulu zaman SMP gue merupakan salah satu atlit senam di sekolah setiap ada lomba-lomba senam gue selau diikutsertakan dan selalu jadi instruktur senam setiap ada jam SKJ. Gue selalu aktif dalam setiap ekskul olahraga mulai dari basket sampai renang. waktu masih gadis pun selalu rajin ngikutin emak aerobik di sanggar senam atau sekedar joging sore-sore ngiderin bukit di lapangan golf. Semenjak menikah dan punya anak memang agak sulit mencuri-curi waktu untuk olahraga, paling setiap sabtu minggu aja suami ngajak lari pagi keliling komplek. Dan gue sadar itu nggak maksimal banget untuk membakar kalori yang ada dalam tubuh gue ini, mengingat gue  kesulitan banget untuk menurunkan berat badan ke angka semula setelah melahirkan. Aduhhh.... Raheesa udah mau 3 tahun tapi berat badan gue nggak turun-turun barang sekilo pun walaupun udah mencoba berbagai metode diet kalau nggak dibarengi sama olahraga tetap aja boong, ibarat elo pake sepatu yang logonya Nike tapi tulisannya Adidas heheheh *nggak nyambung.

Karena kebiasaan gue yang suka kepoin IG nya artis maka dapet lah gue informasi mengenai work out yang mudah dilakukan dirumah. Tadinya gue kepoin IG Dian Sastro, disalah satu postingannya mbak Dian kembaran gue ini posting photo doi lagi melakukan work out. Dalam akunnya mbak Dian nulis caption kalao work out yang ia lakukan ini hasilnya cepat terlihat bahkan hanya dalam waktu 3 minggu, sehari BB bisa turun sekitar 2 pound atau hampir sekilo gitu. Wuihhhh.... gue makin semangat dong pengen tau, masa Dian Sastro yang bodynya udah proporsional aja masih olahraga, nah gue yang hampir menyerupai karung gula masih males aja?? mau jadi sebesar kulkas lu?? *kemudian maki-maki kulkas.


semoga bisa selangsing Dian Sastro heheheh

Ternyata semua list latihan work out routines Dian Sastro dibuat oleh sahabat karibnya Adinia Wirasti yang merupakan Nike Training, gue kepoin lagi IG nya Adinia Wirasti. Ehm... ternyata bener si mbak Carmen dalam film AADC ini sekarang memiliki body yang oke banget, bikin ngiri deh.


Kapan body gue bisa seperti ini, tanpa tas pinggang di perut.


Akhirnya gue contohin gerakan-gerakan work out dari Adinia Wirasti ini. Yang pake Smartphone bisa unduh gratis di Google Play, aplikasinya bernama N+TC atau  Nike Training Club. Setelah di unduh kita bisa langsung bergabung dengan cara mendaftar akun dulu kemudian bisa memilih metode latihan dan mengunduhnya. Aplikasi ini oke banget karena udah ada program per minggu baik itu untuk perampingan, pengencangan, penguatan dan pemfokusan. Ada juga latihan untuk pemula, menengah dan latihan lanjutan. Jadi kita bisa memilih yang mana yang mau kita ikuti latihan work out nya, Gerakan-gerakannya mudah untuk diikuti. Karena semua gerakan memakai istilah-istilah yang mungkin belum kita pahami sebagai pemula, kita bisa memutar video untuk mengetahui seperti apa gerakan latihannya sebelum mulai berlatih.

Ini penampilan aplikasinya.











Gue suka banget aplikasi ini apalagi kita bisa menyetel musik favourit kita sendiri ketika latihan. Karena lagi keranjingan drama Korea She Was Pretty jadi gue pasang lagunya The Carpenters yang judulnya Close To You biar latihannya lebih fokus. Dalam program latihan ini kita juga bisa invite temen loh, jadi bisa dilakukan bersama-sama untuk saling menyemangati, di akhir sesi latihan juga akan di tutup dengan quote biar kita semakin termotivasi.



Pagi ini mumpung Raheesa masih tidur dan gue mulai lakukan latihan work out untuk pemula yaitu latihan Sweat+shape, sekitar 30 menit alhasil keringat membanjir. Rencananya gue bikin program latihan selama 4 minggu targetnya bisa nurunin berat badan syukur-syukur bisa turun 10 kiloan. Ternyata adanya aplikasi ini bisa membantu banget buat gue terutama yang sangat berat melangkahkan kaki untuk masuk ke tempat fitnes atau masuk ke sanggar senam, toh bisa dilakukan di dalam rumah di waktu-waktu senggang.  Jadi gak ada alasan untuk nggak olahraga lagi nih. Yang mau mencoba hayukkk... biar kita saling menyemangati. 



Saturday, 3 October 2015

Cerita Tentang Dapur Kami



"Setiap rumah tangga pasti punya cerita dan punya rahasia tentang dapur mereka. Dapur bukan hanya tempat untuk memasak dan mengolah makanan, bukan pula tempat untuk memajang perabotan yang hanya sekedar tau saja kegunaannya untuk apa. Lebih dari itu dapur adalah tempat yang penuh cerita. Ada suka, duka, pahit, asam, manis dan asin. Dari sanalah kreatifitas tercipta".


Dapur bagi gue merupakan ruangan yang paling nyaman untuk berekspresi. Dari sana biasanya sering muncul ide-ide yang tak terduga. Bercerita tentang dapur, gue ingat sekali dapur dirumah kami yang lama. Dulu dapur kami sangat luas berhadapan langsung dengan ruang makan dan taman belakang rumah yang dilengkapi dengan kolam ikan dan koleksi ikan-ikan Koi milik ayah. Dapur kami sangat adem karena terdapat ruang terbuka  hijau di sisi ruang makan jadi udara bisa dengan leluasa masuk. Tapi sayangnya dulu dapur kami sangat jarang digunakan untuk memasak dan ruang makan kami sangat jarang digunakan untuk makan bersama karena kesibukan ayah dan emak yang bekerja dari pagi sampai petang baru balik kerumah dan adik satu-satunya yang tidak tinggal bersama karena sedang kuliah di Jogja hingga terkadang gue hanya di temani alm. nenek yang memang sering menginap dirumah. 

Dapur di rumah kami yang sekarang sangat kecil, 7 tahun sudah kami sekeluarga pindah ke rumah yang baru yang letaknya dekat dengan kota karena rumah yang lama sengaja di jual ayah dengan alasan letak rumah yang kurang strategis untuk membangun usaha rumahan. Dapur rumah kami sangat minimalis, saking minimalisnya bahkan nggak bisa menampung banyak barang. Dapur kami hanya dilengkapi perabotan seadanya aja, Gak ada kitchen set atau meja batu keramik yang mewah disana hanya ada meja kayu, sebuah kompor gas dan dua tungku kayu yang memang sering dipakai ketika Emak memasak dalam jumlah banyak semisal ada acara keluarga ataupun acara di Masjid. 

Tungku kayu bagi sebagian masayakat memang sudah banyak ditinggalkan, masih ada yang pake tapi paling masyakat yang tinggalnya di daerah pedesaan. Tapi emak gue masih sering memakai tungku kayu dengan alasan sederhana "hemat gas" heheheh... .Sebenarnya kata orang tua jaman dahulu masakan yang dimasak dengan api kayu lebih enak dibandingkan makanan yang dimasak dengan kompor gas. Ah.... entahlah gue belum menemukan perbedaaan itu tapi yang jelas memakai tungku kayu ada kelebihan dan kekurangannya juga sih. 

Di dapur rumah kami yang sekarang, meskipun tak seluas dan sebagus dapur kami yang lama setiap hari selalu ada asap yang mengebul, selalu ada aroma dan bau masakan lezat, selalu ada canda tawa dan cerita di meja makan, dan selalu ramai dengan suara radio yang di putar emak untuk menemaninya memasak. Setelah memutuskan pensiun dari kegiatan sehari-harinya emak dan ayah lebih sering berada dirumah. Memasak, ngobrol, makan bersama, atau sekedar bersenda gurau lebih sering dilakukan di dapur dibanding ruang keluarga. Ada kerabat yang datang kerumah pun lebih sering berkumpul di dapur dibandingkan ruang lainnya.

Dari kecil gue sangat senang melihat kepiawaian emak di dapur, ada saja yang ia lakukan disana entah itu memasak lauk ataupun membuat berbagai macam cake dan cemilan enak lainnya. Gak lama kemudian tau-tau sudah ada aja makanan lezat yang di hidangkan di meja makan.


Setiap anak pasti setuju kalau masakan ibunya adalah masakan yang paling lezat sedunia, bahkan masakan Cheff yang paling handal pun tak bisa mengalahkan nikmatnya masakan ibu. Karena  sejauh apapun si anak melangkah pasti yang dirindukan ketika pulang adalah masakan ibu. Demikian juga gue, bagi gue masakan yang paling enak dan pas di hati  cuma masakan emak. Bahkan setiap pulang kampung gue selalu minta dimasakin macem-macem saking rindunya sama masakan rumah. Entah kenapa kalau emak yang masak telor ceplok pun terasa nikmat.


Hidup di perantauan dan jauh dari kampung halaman terkadang sering bikin gue rindu sekali dengan masakan rumah. Biasanya dalam seminggu gue selalu sempatkan memasak makanan asli dari daerah asal gue pulau Bangka, atau sesekali mencontek resep emak. 
Gue selalu cinta masakan rumah, di tangan emak semua jenis makanan, komposisi dan takaran selalu pas. Tangan emak begitu tulus menyajikan setiap makanan yang dimasak untuk dinikmati bersama, begitu ikhlas melakukan apa yang sudah menjadi kewajibannya. Dari emak gue ingin belajar banyak cara mengolah makanan, bahkan bukan hanya sekedar belajar memasak dari emak juga gue ingin belajar tentang apa itu ketulusan dan keikhlasan. Gue ingin nantinya anak dan suami gue selalu rindu dengan masakan gue, selalu pulang dan kembali ke gue hanya untuk menikmati masakan gue. Gue ingin menciptakan sejarah dalam keluarga kecil gue. keinginan yang sederhana bukan??

Semoga sesegera mungkin gue bisa memiliki dapur sendiri, heheh... maklum sekarang masih minjem dapur mertua. Punya dapur sendiri tentu lebih menyenangkan dengan begitu gue bisa berkreasi dengan beragam jenis makanan, yahhh... setidaknya gue harus berhasil menjadi Cheff bagi keluarga gue sendiri.

Bagaimana cerita dapur dirumah kalian??




Thursday, 1 October 2015

Review Drama Korea Witch's Romance


Tadinya gue sempet mikir-mikir ngambil kaset DVD ini ketika ditawari mbak-mbak penjaga toko langganan kaset bajakan gue. Yang pertama gue lihat ini lead female nya kok tuir banget terus si cowok dalam cover DVD nya nggak familiar wajahnya, nggak seperti Lee Min Hoo atau Kim Soo Hyun. Hingga akhirnya dengan beberapa pertimbangan dan bujuk rayu mbak penjaga toko gue lalu memutuskan untuk membawa pulang DVD ini. Daebakkk.... nggak nyesel, gue langsung jatuh cinta dari episode pertama.

Gue emang jarang nulis review tentang drama Korea yang gue tonton, yah... mungkin ini termasuk salah satu "dosa" gue sebagai penggila drama Korea yang sering mengaku-ngaku susah move on tapi gak pernah sekalipun membuat review. Kali ini gue pengen nulis tentang review drama Korea Witch's Romance, masih ingatkan? kisah cinta seorang ahjumma dan berondong muda yang so sweet abis ini. Dari sekian banyaknya alasan mengapa drama ini yang terpilih untuk gue jadiin bahan tulisan tidak lain tidak bukan karena si ganteng ini. Meskipun ini drama tahun 2014 yang lalu  gue baru kepikiran nulis review gara-gara CLBK lagi sama Park se Joon lewat drama terbarunya She Was Pretty yang lagi tayang.




Yeay.... Park Seo Joon, bisa dibilang gue jatuh cinta pada pandangan pertama sama si ganteng ini. Selain drama Witch's Romance sebelumnya gue belum pernah melihat penampilannya dalam drama atau film manapun, bahkan drama lain yang di bintanginya seperti Dream High dan drama One Warm Heart baru gue tonton setelah gue kenal doi di drama Witch's Romance.

Penampilan si ganteng kelahiran tahun 1988 ini di drama Witch'S Romance memang membuat gue tergila-gila, mata sayu dan senyumnya yang lebar itu membuat hati ahjumma seperti gue ini ikutan meleleh, ah... apalagi kalau dikejar-kejar cintanya ya? Sesaat biarkan gue berkhayal menjadi Ban Ji Yoen ahjumma beruntung yang mendapatkan cintanya.

Witch's Romance ini diadaptasi dari drama Taiwan yang berjudul My Queen yang dibintangi Ethan Ruan. Bercerita tentang dua orang yang pernah gagal di masa lalu sehingga meninggalkan bekas luka yang mendalam hingga akhirnya mereka saling menemukan dan terlibat asmara untuk menyembuhkan luka masing-masing. 

Dalam drama ini Park Seo Joon yang masih muda banget di pasangkan dengan artis senior Uhm Jung Hwa yang usianya hampir 20 tahun lebih tua dari dirinya. Tapi no problem toh si ahjumma ini masih fresh banget meski umurnya sudah kepala empat. Keterlaluan yah... mungkin mandinya pake anti aging gak ada kerutan sama sekali.

Park Seo Joon dalam drama ini berperan sebagai Yoon Dong Hwa, ia bersama seorang  temannya Yong Soo Chol (Yoon Heon Min) menjalankan perusahaan master of part time mereka berdua mengambil job apa saja mulai dari mengajar bela diri, berpura-pura menjadi pacar sesorang sampai membetulkan instalasi listrik. Padahal sebenarnya Dong Hwa adalah anak seorang Direktur Rumah Sakit ternama dan ia sendiri adalah seorang mahasiswa kedokteran. Namun setelah kekasihnya meninggal karena kecelakaan Dong Hwa menyalahkan dirinya sendiri dan membenci ayahnya yang tidak bisa menyelamatkan kekasihnya, dari situ ia mulai tidak percaya kalau dokter bisa menyelamatkan nyawa orang hingga akhirnya ia memutuskan berhenti kuliah dan pergi dari rumah.

Sedangkan Ban Ji Yeon seorang wanita karir yang sukses namun tidak beruntung dalam hal percintaan.  Ia memiliki luka dimasa lalu karena ditinggalkan kekasihnya No Shi Hoon (Han Jae Suk) tepat di hari pernikahannya. Ia bekerja untuk sebuah majalah gosip selebriti, ia sangat disiplin dalam pekerjaannya sehingga ia dijuluki penyihir oleh rekan-rekan kerjanya. Di usianya yang ke-39 tahun ia bertemu dengan Yoon Dong Ha (Park Seo Joon) yang baru berusia 25 tahun. 

Pertemuan pertama mereka terjadi gara-gara Ban Ji Yeon mencuri sepeda yang menjadi hadiah natal untuk anak-anak panti asuhan, adegan kejar-kejaran naik sepeda ini juga kocak banget Yoon Dong Hwa yang memakai kostum santa mengejar Ban Ji Yeon yang kala itu menyamar menjadi siswi SMU untuk meliput suatu berita. 




Pertemuan-pertemuan mereka memang terjadi diluar dugaan, seperti ketika Ban Ji Yeon dipaksa ibunya mendatangi rumah seorang dukun untuk di baca garis tangannya kebetulan saat itu Dong Hwa juga sedang bekerja paruh waktu membetulkan instalasi listrik yang rusak dirumah dukun tersebut. Hape mereka tertukar kala itu sehingga memungkinkan mereka bertemu kembali di kesempatan berikutnya.

Gue suka banget drama ini, karena disini penulis membuat alur cerita yang manis banget,  memang tak ada yang serba kebetulan di dunia ini tapi Penulis Lee sun Jung membuat kebetulan-kebetulan tersebut begitu manis. Bagaimana Dong Hwa dan Ji Yeon yang ternyata bisa sering bertemu karena Dong Hwa tiba-tiba menjadi karyawan magang di kantor Ji Yeon,  hingga akhirnya Ji Yeon mulai luluh dengan kegigihan Dong Hwa berondong manis yang sangat perhatian dalam memperlakukan dirinya. Namun hubungan mereka yang mulai dekat dan menumbuhkan bunga-bunga asmara tiba-tiba terusik dengan kehadiran mantan kekasih ban ji yeon di masa lalu. Disini gue suka banget kegigihan Dong Hwa untuk meyakinkan Ji Yeon kalau ia adalah laki-laki yang pantas bagi Ji Yeon, meski usianya masih muda tapi ia mampu melindungi Ji Yeon.


Tapi dari seluruh scene yang ada dalam drama ini, jujur aja gue sempet mengulang-ulang kembali scene favourit gue ini loh... hahahah, scene dimana Dong Hwa bertemu dengan Ji Yeon yang sedang mabuk berat. Maksud hati ingin menukar kembali hape yang tertukar Dong Hwa malah mengantar Ji Yeon ke apartemennya hingga kejadian yang diinginkan pun terjadi. 










Kisseu-kisseu panas pun terjadi sampai gegulingan di tempat tidur namun semuanya terhenti ketika Ji Yeon tak sengaja melihat kartu identitas Dong Hwa di dalam dompet, ternyata pemuda yang sedang bersamanya di tempat tidur baru berusia 25 tahun, 14 tahun lebih muda dari dirinya. Seketika Ban Ji Yeon pun langsung ketakutan, ia membayangkan dirinya berada dalam ruangan sidang di hadapan para hakim mendapat sanksi karena bercinta dengan pria di bawah umur, tersadar lalu kemudia Ban Ji Yeon menendang keras Dong Hwa hingga terjatuh dari tempat tidur.


Plot drama ini sangat manis menurut gue, lucunya dapet dan romantisnya juga dapet. Semua pemain dan karakter yang dimainkan dalam drama ini mengagumkan. Uhm Jung Hwa yang berperan sebagai Ban Ji Yeon memiliki karakter yang kuat sebagai seorang yang sangat pasrah akan datangnya jodoh diusianya yang tak lagi muda. Sedangkan Park Seo Joon sangat cocok dengan karakternya yang muda, sangat perhatian, tulus dan bersungguh-sungguh mengajar sang ahjumma. Chemistry mereka begitu nyata dan gamblang bikin gue ngiri setengah mati. Gue nonton drama ini ngebayangin pasangan Raffi Ahmad sama Yhuni Shara yang dulunya sempat bikin gue nyinyir karena merka pacaran dan terpaut usia yang lumayan jauh. Bayangkan seorang perawan yang usianya sudah hampir kepala empat di kejar-kejar berondong yang umurnya masih 20-an, apalagi kalau berondongnya setampan dan seagresif ini. 








Dan ini beberapa scene yang gue suka dari drama ini.

Gue suka semua bagian dalam drama ini, karena dari keseluruhan cerita ada scene dimana Dong Hwa selalu menunggu Ji Yeon pulang. Salah satunya ketika ia menunggu Ji Yeon pulang setelah melakukan kencan buta, seperti seorang pangeran yang menawan ia bahkan melepas sepatu high heels Ji Yeon dan menggantinya dengan sepatu kets. Benar-benar tipikal cowok yang sempurna kan???






Dong Hwa yang memiliki jiwa melindungi selalu bisa mencuri-curi kesempatan agar bisa skinship dengan Ji Yeon. wowww.... Daebak!! kalo ahjumma seperti gue jalan bergandengan seperti ini di jalan pastilah dikira tante sama ponaan *kemudian garuk-garuk trotoar.







Sekali lagi, Dong Hwa memang seperti sosok pangeran berkuda putih. Gue suka banget scene ini ketika Dong Hwa tiba-tiba muncul dalam acara reuni Ji Yeon dengan teman-teman SMU nya. Demi menyelamatkan Ji Yeon dari rasa tidak percaya diri karena belum juga memiliki kekasih akhirnya Dong Hwa datang dan mengaku sebagai kekasih Ji Yeon.









Tapi tiba-tiba kekasih masa lalu Ji Yeon yang bernama Noh Shi Hoon muncul kembali dalam kehidupan Ji Yeon , ia kembali ke Korea untuk bertemu Ban Ji Yeon. Noh Shi Hon adalah seorang Photograper terkenal, pada saat hari pernikahannya dengan Ji Yeon ia tidak muncul karena lebih memilih pekerjaannya. Kala itu ia mendapat tawaran pergi ke daerah konflik untuk meliput dan mendokumentasikan keadaan di sana, lalu kemudian ia tertembak di bagian kaki ketika berada di Somalia sehingga koma selama 3 bulan. Ahhh....  tapi gue benci banget, kenapa harus muncul kembali setelah 5 tahun berlalu kan koma nya cuma 3 bulan! terus kenapa gak nelpon... kenapa gak ngirim email... tiba-tiba ngilang aja kayak Bang Toyib. Bisa-bisanya sang penulis aja kan ngarang cerita si mantan pacar kembali muncul ketika sang cewek baru mau move on. Tapi gak apa-apalah meski banyak cerita sejenis tapi drama ini terlalu menarik untuk dilewatkan. Dari sini persaingan pun berlangsung bagaimana Dong Hwa berusaha mati-matian membuktikan kalau dirinya layak untuk Ban Ji Yeon.


Ini juga salah satu scene favorit gue. Dong Hwa ini benar-benar tipe ideal ya... doi kekeuh banget mengejar Ban Ji Yeon yang hatinya mulai ragu untuk memilih mantan kekasihnya atau Dong Hwa yang usianya lebih muda dari dirinya.





Yang paling membahagiakan di akhir-akhir episode ketika Shi Hoon menyadari kalau Ji Yeon tak lagi mencintainya hingga akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan Ji Yeon. Ji Yeon bisa menutup bab percintaan dalam hidupnya dengan memilih Dong Hwa dan dalam scene ini gue suka banget ketika Ji Yeon berkata 

"bahkan jika kau menyuruhku pergi, aku tidak akan pergi kemanapun"

So sweeettt... banget.






Yang paling penting di episode terakhir meskipun yang menikah bukan Dong Hwa dan Ji Yeon tapi gue puas banget karena Ji Yeon rela menunggu Dong Hwa menyelesaikan kuliah kedokterannya dulu baru kemudian mereka akan menikah.

"sekarang aku berkencan dengan orang ini"

"aku akan melindungi orang ini seumur hidupku..."

"sekarang aku tidak takut untuk mencintai"

"cinta tidak pernah malu untuk bermimpi"

"mungkin jalan kami masih jauh dari berakhir di pernikahan. Tapi itu tidak masalah, selama kami tetap saling mencintai, kami akan tetap bahagia"

"orang ini.... wanita yang kucintai"




Benar-benar akhir yang manis.


Dari episode awal hingga akhir secara keseluruhan gue puas dengan drama romantis ini. Sebagai pecinta genre komedi romantis dan penganut paham happy ending garis keras gue kasih bintang lima dan angka 95 untuk drama ini. Ceritanya nggak rumit semua adegan romantis dibungkus secara sempurna. Para pemain memiliki karakter yang menyenangkan. Salah satu drama adaptasi drama Taiwan yang menurut gue sukses daripada drama aslinya. Dan karena drama ini gue sedikit banyak bisa membayangkan manisnya kisah cinta dua orang manusia yang berbeda usia  yang mungkin dalam kehidupan nyata ada sebagian orang yang belum pernah merasakan pacaran sama brondong.  

Terakhir, yang pengen gue sampaikan, gue JATUH CINTA SAMA ORANG INI!!