Sunday, 16 August 2015

Mr. Handkerchief : Cerita Tentang Seorang Pemuja Rahasia



Ilustrasi:

"Aku selalu menyebutnya pertemuan tanpa takdir karena begitu banyak Hal-hal yang tak terduga yang terjadi begitu cepat diluar kuasaku, khususnya pada hatiku sendiri." 

Aku memanggilnya Mr. Handkerchief, karena saat itu ia bersikap layaknya laki-laki dewasa yang ada didalam komik atau drama yang ku tonton. Mr. Handkerchief adalah laki-laki yang siap memberikan saputangan di saat yang dibutuhkan, laki-laki yang datang untuk menghapus airmata, membalut luka, dan bersedia meminjamkan pundaknya untukku bersandar. Dialah laki-laki yang kupuja dalam diam.

Aku masih ingat perjumpaan pertama kita, tadinya yang ada dalam pikiranku kamu adalah seorang laki-laki tua pendek dengan perut gendut yang membosankan, namun ternyata semua ekspetasi ku salah. Kamu laki-laki dewasa dengan senyum yang menawan, setidaknya itulah kesan pertamaku waktu melihatmu.

Masih terekam jelas di memory ku, kala itu kamu datang mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna ungu muda, warna kesukaanku. Dengan ramah dan sopan kamu mulai memperkenalkan dirimu, namamu dan usiamu. Sungguh penampilanmu lebih muda dari usiamu yang hampir 40.

Dulu kita lebih banyak melewatkan hari bersama, ditempat yang sama dalam waktu yang sama. Kau dengan segala tugas dan tanggung jawabmu sebagai pemimpin yang baru dan aku dengan segala rutinitasku bercumbu dengan file-file yang menjemukan.

Waktu pun bergulir dengan cepat kita pun sudah terbiasa dengan kebersamaan disetiap moment, siang itu hujan turun sangat deras kamu datang menantangku dengan sebuah rubik kubus warna warni ditanganmu. Kamu bilang hidup itu seperti rubik yang ketika di  buka plastik pembungkusnya masih tersusun warna yang utuh dengan 6 warna berbeda antara sisi satu dengan yang lainnya. Sama halnya bayi yang baru dilahirkan kedunia masih suci belum teracak hal-hal duniawi.

Begitu pula hidup lama-lama akan semakin banyak warnanya dengan segala macam permasalahan yang membelitnya. Seperti rubik yang telah teracak, 6 warna itu tak lagi menyatu, masing-masing berpencar tak sempurna. kamu bilang  Perlu sentuhan untuk menyempurnakannya kembali ke dalam masing-masing warna pada setiap sisinya. Seperti sebuah perjalanan hidup, sisi-sisi kehidupan yang teracak membutuhkan rumus untuk menyelesaikannya. Rumusnya adalah kesabaran dan pengertian.

Gambar dari google

Aku suka, diam-diam aku mulai mengagumi cara bertuturmu dan bagaimana caramu memandang hidup. Rubik warna warni itu mungkin menjadi perantara akhirnya aku bisa menyentuhmu. Dengan sabar kamu mulai menuntun ku menyusun warna-warna yang tercecar hingga tersusun rapi. Berulang-ulang kali kau mengajarkanku tanpa bosan. Seperti sedang mencipta keajaiban saja, aku terhanyut dalam sebuah permainan rubik kubus yang kau cecar. 

Kamu begitu perhatian, tak hanya padaku tapi kepada semua staf yang ada di kantor ini, setiap saat ada saja hal-hal yang membuat kami merasa dibutuhkan dan juga berarti buatmu, terkhusus hatiku. Ah... entahlah aku  menjadi tak tau malu dan merasa mulai gede rasa. Namun taukah kamu, semenjak kejadian sore itu aku benar-benar tak bisa menguasai hatiku. Sore itu aku berdarah, ada sayatan kecil di jari telunjukku. Lalu kamu, dengan sapu tanganmu membalut luka kecil di jariku, Kita hanya berjarak satu jengkal saat itu, dan tanpa sadar akhirnya aku menyentuhmu, kau nyata dihadapanku meski sulit kupercaya tapi aroma aftershave mu menyadarkan ku bahwa itu bukanlah mimpi.

Kamu bilang aku ceroboh, dan tanpa sadar aku mulai memainkan hati ku sendiri. Aku menyukai semua kecerobohan itu. Iya aku ceroboh karena tak mampu meredam gejolak hatiku setiap melihatmu, aku ceroboh karena tak tau diri mengidolakanmu dan aku sangat ceroboh diam-diam berharap menjadi bagian dari takdirmu.

Namun.., siapa aku?

Aku mungkin adalah pungguk yang merindukan bulan, 
Aku adalah orang yang berada dalam gelap. Dan aku hanyalah si pengecut yang hanya mampu bersembunyi menikmati sisi indahmu dari kegelapan. Pengecut yang hanya berani melihat punggungmu tanpa mampu menatap matamu.

Karena kamu tak akan pernah tau Mr. Handkerchief? 

Saat itu Aku takut sekali. Sangat takut. Takut pikiranku terbaca olehmu. Takut detak jantungku terdengar olehmu dan takut sorot mataku tertangkap matamu ketika aku berusaha menatapmu.

Seperti permainan rubik mu, jiwa, hati, pikiran,perasaan dan hidupku saat itu mulai tercecar tak lagi utuh dengan 6 warna yang tersusun sempurna. Kotak-kotak yang berwarna dalam hatiku mulai bercecaran, aku mulai bertanya-tanya apakah kau tak berniat untuk menyentuh dan menyusunnya Mr. Handkerchief?  Ah...  Sulit sekali menebak pikiran dan perasaanmu, ada satu waktu dimana kita hanya berjarak sejengkal tetapi terasa terpisah seluas benua.

Mr. Handkerchief,  saat itu aku Hanya ingin selalu ada di dekatmu walau tak pernah terlihat oleh ujung matamu sekalipun. Karena aku hanya mampu berdiri di kegelapan diam-diam memperhatikanmu dan sekali waktu mencuri pandang dalam-dalam ke wajahmu yang memang sejuk dipandang. Aku tak mampu menutup mataku untuk tidak melihatmu.

Aku tak pernah berharap kau tau keberadaanku, yang ku mau saat itu hanyalah melihatmu kapanpun dan dimanapun dirimu.
Meskipun pada akhirnya aku hanya memilih untuk diam, menyimpanmu dalam sudut hatiku dan menguncinya rapat-rapat agar tak ada yang tau, tidak mereka dan tidak juga kau. Karena aku hanya akan selamanya memilih berdiri dalam gelap dan memujamu dalam diam.

2010 yang lampau

***
Mr. Handkerchief karena tuhan kita berbeda, mungkin Tuhan ku tak bisa bertoleran untuk menyatukan takdir kita. Hingga aku diberi rasa sakit dulu untuk bisa menyadari ketidakmungkinan yang tak bisa dipaksakan oleh manusia. Semua pupus sebelum kau tau isi hatiku. Kini kau hanyalah kenangan, Sekumpulan kebahagiaan, luka dan mimpiku.


Pernah ngalamin jadi secret admirer?

Belom?

Bagus deh kalo belom. Jangan sampe ya.... gak enak cyinnn. Mencintai seseorang secara diam-diam bukanlah hal yang mudah, capek dan sangat menguras perasaan. Selalu saja ada kemungkinan cinta kita tak terbalas alis cinta dewe'.

Saran gue:

Coba tanya sama diri loe sendiri, apa yang bisa loe dapetin dengan bersikap dan mengambil keputusan menjadi seorang secret admirer. Kalau belum menemukan jawabannya atau loe gak pernah menemukan jawabannya inget-inget aja kata Om Mario Teguh :

"Ayo tingkatkan level hidupmu, jangan mau jadi pecundang tapi jadilah pemenang untuk kebahagian mu sendiri."


Sekian.


Tuesday, 11 August 2015

Ranu : Cerita Hati Yang Menggantung


Gambar dari Google


Pertemuan kita memang sangat istimewa, setidaknya itulah yang aku rasa. Berawal dari kuliah pagi yang mata kuliah berikut ibu dosen nya sangat gak aku suka. Saat sang dosen mulai khusuk menjabarkan apa itu Statistik Probabilitas tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang membuyarkan konsentrasi seisi kelas. Tiga orang laki-laki tampak gusar karena terlambat mengikuti mata kuliah dosen yang terkenal judesnya. Saat itu juga mataku langsung terperangah pada salah satu dari mereka,  lelaki berkemeja kotak-kotak berwarna merah marun yang belakangan baru aku tau namanya Ranu...

Waktu berlalu, kian hari kita semakin dekat. Kita menjadi kawan sepermainan yang tak sungkan berbagi cerita dan membagi rahasia. Ya aku dan kamu memiliki kesamaan yang banyak sekali, sama-sama suka pantai, suka puisi dan suka memancing. Kita pun sering meluangkan waktu bersama entah itu sekedar duduk diteras rumahmu sembari menyeruput teh hangat buatan ibumu atau bahkan berburu komik diskonan di toko buku.

Aku sangat senang mendengar ceritamu, cerita tentang adik perempuan kesayanganmu juga cerita tentang mimpi-mimpimu. Kamu ingin menjadi seorang Arsitek seperti katamu yang sukses membangun sebuah rumah impian untuk anak istrimu sebelum usiamu 30. Lalu kita terus berkhayal sambil tersenyum seperti apa kita dihari tua kita nanti.

Saat kita bersama dengan yang lainnya, kamu tak segan menarikku untuk selalu duduk bersebelahan denganmu, bahkan kau tak segan untuk selalu mengajakku pergi berdua selepas jam kuliah, naik motor vespa kesayanganmu lalu kita menikmati suasana malam sambil mengitari kota. Dalam hatiku aku sangat bahagia menikmati tiap menit kebersamaan denganmu.

Aku tau semua sisi burukmu, begitupun kamu tau semua kuncianku, dan hal-hal yang membuatku selalu memaafkan semua salahmu.

Kamu ingat pertengkaran pertama kita?

drama korea...

Karena drama korea kita sempat seminggu tak bertemu.
Waktu itu serial drama korea Full House sedang tayang di televisi. Gara-gara motor mu mogok ketika mengantarku pulang kerumah akhirnya aku melewatkan satu episode dari drama kesayanganku itu, aku marah dan kamu bilang sangat cemburu aku lebih mementingkan nonton drama dibandingkan dirimu.

Lucu sekali, saat itu kita sangat kekanakan. Gara-gara drama Full House itulah akhirnya aku memanggilmu dengan sebutan  Lee Young Jae dan kamu memanggilku Han Ji Eun, kedua tokoh yang ada di drama tersebut.

Aneh nya aku tak pernah marah dengan guyonanmu, Kau pun akan terbahak-bahak mendengarkan lelucon yang ku lontarkan, karena bagimu aku adalah gadis portable mu yang baik hati yang sulit kau temukan diluaran sana.

Aku senang mendengarkanmu bermain gitar, menyanyikan lagu-lagu yang kita suka. Kamu ingat kan lagu lama yang suka kita nyanyikan?

Feel Like Home - Chantal Kreviazuk

yeah... kamu sangat suka lagu itu.

Kamu sangat pandai memainkan senar-senar gitar dengan jari jemarimu dan kamu akan menutup kedua telingamu ketika aku mulai bernyanyi, katamu suaraku tak lebih baik dari suara mesin potocopy. Taukah kamu, petikan gitarmu membuatku menyadari bahwa ternyata kamu sedikit demi sedikit mulai mengisi gurat-gurat di hatiku.

Argh... taukah kamu bahwa hatiku kini bukan lagi menjadi milikku seutuhnya.

Ada kamu disana....

Melekat erat hingga aku bingung menamainya ini cinta atau apa?

Hingga kemudian pertanyaan-pertanyaan ingin tahu mulai banyak terlontar dari temanmu, temanku, kakakmu, sepupuku, adikmu bahkan ibuku....

Hubungan kalian apa?

Teman ?

Pacar ?

Atau

Teman tapi mesra?

Kedekatan kita memang sepertinya sudah banyak menimbulkan spekulasi, aku hanya bisa diam dan menunggu jawaban apa yang akan kau berikan. Tapi yang aku lihat sedikit sekali usahamu untuk membuat semuanya menjadi jelas. Apalah aku... sampai kapan aku mampu menunggu kepastian dari status hubungan kita.

Hingga musim berganti. September ditahun berikutnya, kita masih tak jelas.

Bye....

***

Pernah ngalamin hubungan seperti ini? Semacam tidak memiliki namun takut kehilangan, semacam tak punya status tapi merasakan kecemburuan. Digantungin tentu gak enak ya. Satu sisi doi memperlakukan kita sangat spesial tapi kita gak punya hubungan dengan status yang jelas. Kalo udah begini pasti hubungan ini berjalan tanpa arah yang jelas, ibarat kata lirik sebuah lagu

" mau di bawa kemana hubungan kitaaa..... bila kau terus menunda-nunda tanpa harus katakan cinta..."

Saran gue:

berhenti!! 

Sampai kapan mau jadi "sebastian" sebatas teman tanpa kepastian. jangan sampai terlalu banyak korban perasaan untuk hubungan yang tak ada dermaga untuk berlabuh.

Mengetuk hati seseorang tanpa berniat untuk masuk ke dalamnya adalah perbuatan tidak terpuji.

"Dalam hal apapun pengorbanan hanya akan sepadan jika tidak kelewatan batas. Karena sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik. Katakan pada mereka yang suka memberi harapan, kalau tak bisa bersama jangan dibikin nyaman dan terbiasa. Karena jelas-jelas temenan rasa pacaran itu tidak sehat". 


Friday, 7 August 2015

Mantan

Barusan lihat iklan baru sebuah provider kartu seluler, kayaknya iklan ini baru tayang hari ini deh dan langsung jadi trending topic. Keseluruhan iklannya bagus sih menurut gue, kreatif gitu apalagi  dibuatnya kayak MV gitu. Tadinya gue pikir trailer film, eh gak taunya iklan. Tapi pesan yang tertulis di akhir iklan itu yang agak-agak bikin gue melotot.

"Dengan bicara ubah mantan menjadi shoulmate"

What??

Hellow..... are you kidding us?

Merubah jadi apa?

Shoulmate?

Mantan yang kayak gimana dulu neh?

Mantan yang ninggalin loe ketika dia udah sukses?

Atau

Mantan yang ninggalin loe untuk nikah sama orang lain?

Wait..., gue gagal paham dengan pesan iklan ini.

Seinget gue, gue cuma punya beberapa orang mantan, dalam deretan nama mantan-mantan gue gak ada yang layak dijadikan shoulmate.
Jangan tanya mengapa? Karena itu merupakan hal-hal yang sangat impossible banget buat gue.


Tapi kalo mantan yang ini bolehkan gue jadiin manten.

Gue adalah orang yang mungkin nggak pernah bisa punya hubungan baik dengan para mantan. Entah kenapa menurut gue begitu hubungan berakhir semuanya emang udah harus berhenti sampai disitu karena gue orang yang gak suka basa basi. Apalagi yang setelah putus pacaran malah legowo mau diajak jadi kakak adik ahhh .... bulshit lah itu.

Namun ada satu nama yang selalu gue pinta ke Tuhan, dalam kondisi apapun dan dimanapun jangan pernah pertemukan lagi gue dengan orang ini. Biarlah dia menjadi butiran debu yang terbang tertiup angin (mulai hiperbola).

Jadi ceritanya ketika gue pulang ke bangka dan menginjakkan kaki lagi di kota ini gue masih aja terganggu dengan pikiran gue yang membawa gue flashback ke masa lalu. Apalagi kalo lagi berada di suatu tempat yang ada kenangannya disitu.

Sebel sih sebenernya!

Seperti kejadian beberapa waktu yang lalu di jalan yang sama, serasa menghirup udara yang sama seperti 6 tahun yang lalu, mengingatkan gue tentang seseorang yang pernah bikin hati gue patah krekk... krekk... jatoh keinjek-injek, pecah dan meninggalkan lobang besar yang dalam.

Siapa dia?

Mantan

Orang yang mungkin tercipta memang untuk menciptakan lubang yang besar di hati gue.  Ecieee.... dalem banget yak!

Iyain aja -

Jadilah ceritanya kemarin tanpa sengaja gue ngelewatin sebuah tempat, seperti adegan-adegan didalam drama korea tiba-tiba ingatan gue kembali  ke masa-masa itu disebuah jalanan komplek dekat sebuah lapangan bola jalanan yang basah dengan sedikit sisa-sisa hujan, dingin dan kebekuan antara gue dan dia semakin kentara saat itu. Tanah tempat gue berpijak masih terasa bergetar saat tiba-tiba sebuah kalimat terlontar dari mulutnya

"Kita putus aja"

Lalu kemudian hening ...

"Aku bosan hidup susah"

Hening lagi beberapa saat

Udara malam itu menampar gue berkali-kali dari tempat gue berdiri. Semua kalimat pertanyaan
Apa?

Kenapa?

Bagaimana?

Seolah-olah tercekat di tenggorokan, tiba-tiba gue merasa kehilangan oksigen untuk bernafas seakan-akan berada dalam ruang kosong yang teramat gelap, sedangkan wajahnya terus menerus menggantung di kelopak mata gue, lalu dengan bibir bergetar gue hanya mampu berkata lirih.

"Pergilah....!"
.
$#@%^&**(()₩;&^/$:&! ( memaki dalam hati )

Hanya sepatah kata itu yang mampu terucap, sedangkan kalimat makian nyangkut ditenggorokan gue.

Dengan bahasanya yang seolah tanpa beban, tanpa rasa bersalah ia terus bergumam dengan kalimat yang sulit gue mengerti maknanya.

Lalu sebuah kalimat terdengar dan langsung menohok ke jantung gue yang hingga kini masih gue ingat setiap pulang ke kota ini.

"Berharap semua akan baik-baik saja. Kamu pasti akan menjadi seorang yang hebat dan aku berharap menjadi seorang abdi negara yang sukses. Pada akhirnya kita akan menjalani kehidupan kita masing-masing, tentunya dengan kenangan indah yang akan selalu menghiasi langkah kita ke depan. Terima kasih sudah menjadi cinta pertamaku. You are the best!"

Entah itu sepenggal alibi atau hanya kalimat penghibur gue masih gagal paham, namun belakangan gue baru mengerti itu adalah doa.

karena setidaknya gue berhasil jadi orang hebat seperti katanya.


Pangkalpinang (sekian waktu yang lampau).