Sunday, 13 May 2012

Jogja, kamu... Dan bulan july

Yogyakarta 17 juli 2011

petikan suara gitar pengamen begitu merdu, sore itu aku duduk di lesehan jalan Marlioboro menikmati hidangan khas Jogja. Gudeg... salah satu makanan yang mulanya memang tak pernah cocok dengan lidahku, tapi entah kenapa sore itu aku sangat ingin mencicipi gudeg, dan sekali lagi berharap rasa manisnya berbaur di lidahku, dan nyatanya memang manis, lama-lama aku mulai bisa menikmati hidangan di depanku, lidahku sedikit-sedikit mulai beradaptasi dengan makanan ini. sambil sesekali melirik si pengamen dengan jemari lihainya memetik gitar memainkan satu lagu yang memang pas untuk didengar sore itu, lagu yang sangat kusuka, Kla Project dengan "Yogyakarta" suasana sore ini begitu ajaib... aku merasakan suatu ketenangan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata dan mungkin perasaan dan suasana seperti ini tak akan pernah aku temukan di tempat lain. Jogja memang istimewa... seperti kamu yang masih sangat istimewa di hatiku, kamu... dengan segala kekurangan dan kelebihanmu, dengan kesombongan dan keegoisanmu, kamu tetaplah kamu, orang yang telah menjauhkan hatinya dariku. Kapan lagi aku bisa menemuimu? kapan lagi aku bisa menjadi kawan seperjalananmu untuk berbagi kisah tentang kehidupan, untuk mengukir cerita menjadi kenangan. izinkan aku kembali masuk kealam duniamu, menyentuh sisi lainmu yang belum pernah kutau, karena Kita masih berada di bawah langit yang sama meski dengan batasan jarak. Dan July... July akan selalu indah dan selalu ku kenang, karena pada July itu kita pernah berjanji memulai hidup dengan catatan baru dan mengubur semua memorabilia tanggalkan semua kemarahan, benci dan seribu dendam pada keadaan yang selalu kau bilang takdir yang cemburu. pada July juga kita berakhir.

Tribute To July (seseorang yang berhasil membuat saya membuka hati dan tertawa dalam tangis).
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone