Thursday, 26 January 2012

Kamu dan Secangkir Kopi Hitam Manis

                                              gambar diunduh dari Sini

 Morning Dear...

Kopi pertama pagi ini manis,harum, hangat sehangat ungkapan sayangmu yang kau ucapkan di pagi ini. Aroma pagimu selalu segar untukku nikmati, seperti menikmati semburat cahaya emas matahari pagi yang muncul dari celah-celah jendela.

Pagi selalu mengisyaratkan cinta. Seperti kopi dalam gelas keramik yang selalu aku suguhkan. Tak perlu menambahkan banyak gula agar kopi kesukaanmu terasa manis, sesendok gula sudah cukup melengkapi kebersamaan kita di pagi hari. Karena bagiku tak ada yang lebih manis melebihi dirimu.

Aku memang tak suka kopi, namun aku sangat suka membuatkannya untukmu, dari secangkir kopi kau banyak mengajarkan aku tentang hidup. Bahkan ketika dulu aku belum bisa memberi takaran yang pas untuk secangkir kopi yang nikmat, kau dengan sabar mengajariku, setiap pagi kau tetap minum kopi buatanku meskipun rasanya tak pernah pas di hatimu. Sembari tersenyum kau selalu berkata kopi buatanku adalah yang paling kau sukai.

Dari situ aku tau, kau selalu berusaha membuat kehidupan kita manis. Ibarat gula kau adalah pemanis hidup yang akan selalu memberi rasa, menawarkan segala rasa pahit dalam kehidupan.

Itulah mengapa aku selalu tak sabar menunggu pagi, karena pagi selalu punya banyak makna, pagi adalah pembawa semangat, penguat bagi yang asa, dan pagi bagiku adalah waktu yang tepat untuk membalas cinta, melalui secangkir kopi manis kesukaanmu, dan selamanya aku berharap kau selalu suka kopi buatanku.



      Salam

Friday, 20 January 2012

Pindah Rumah Baru



Tampil apa adanya, bebas mewarnai dunia dengan senyuman… inilah tags blog saya yang sudah berganti tampilan dan berganti alamat. Mungkin masih ada yang ingat saya, saya Tary… si tukang ngeluh yang agak narsis kalau masih ingat saya, pastinya juga masih ingat  tentang keluhan abadi saya yang saya abadikan di blog Mengeluh.
Seiring berjalannya waktu, hidup memang selalu berubah, seperti syair lagunya si kawan “Hidup bagaikan Roda Pedati yang selalu berputar ……”  Tanpa kita sadari perputaran hari membawa kita pada suatu perubahan baik fisik maupun psikis. Saya juga mengalami hal serupa, begitu juga dengan keluhan-keluhan saya yang sebenarnya keluhan itu sudah lama tiada, mungkin bareng dengan semakin jarangnya tulisan saya keluar.
Ingin sesuatu yang berbeda, saya memutuskan meninggalkan rumah yang lama dan pindah kerumah yang baru di awal tahun 2012 ini. Tahun baru, semangat baru dan jiwa yang baru. Saya ingin terus menulis, menulis dengan hati seperti kutipan yang pernah saya baca 

You must write your first draft with your heart. You rewrite with your head. The first key to writing is to write, not to think…” 

intinya semakin dewasa saya ingin menulis lebih baik lagi dan sedikit demi sedikit mencoba meninggalkan keluhan-keluhan saya. 

Tanpa Lipstick judul yang saya pilih untuk blog saya yang baru, mungkin sedikit nyeleneh atau bahkan aneh, pilihan nama ini bukan tanpa alasan. Melalui blog ini saya ingin menggambarkan diri saya yang memang apa adanya, dalam artian saya menyukai sesuatu yang natural, sesuatu yang tidak dibuat-buat, sesuatu yang jujur, dan sederhana.

Saya bukanlah tipikal cewek girly atau perempuan pesolek.Bahkan predikat wanita hampa tanpa lipstick dan pensil alis masih melekat pada diri saya. Saya lebih suka keadaan seperti ini dimana saya bisa menjadi diri saya sendiri, tampil apa adanya tanpa harus dibuat-buat.

Begitupun dengan blog saya yang baru ini, saya ingin menulis sesuatu yang jujur dari dalam hati saya, sesuatu yang tidak dibuat-buat dan sederhana bisa di pahami oleh siapapun yang berkunjung kesini. Saya ingin tampil apa adanya, seperti diri saya saat ini.

lipstick memang sahabat wanita, tanpa memoleskan lipstick pada bibir seorang wanita, maka kurang sempurnalah penampilan wanita tersebut. Tapi tidak bagi saya, saya ingin memberi sedikit kebebasan pada bibir saya untuk memamerkan warna dan garis alaminya.Tanpa lipstick saya rasa semuanya akan baik-baik saja. saya tetap bisa tersenyum, saya tetap bisa mencium.

   salam










Thursday, 12 January 2012

Cerita Indah di Awal Januari



Hari kedua belas di bulan januari 2012, pagi ini pangkalpinang di guyur hujan, cuacanya sangat dingin, seperti biasa saya harus bangun pagi karena dapet jadwal on air pagi, meski sangat malas untuk beranjak mandi dengan cuaca dingin seperti ini, apalagi setelah semalamam nggak tidur akibat alergi cuaca dingin, saya harus memaksakan diri mandi dan berangkat ke studio di tengah-tengah sisa hujan pagi ini. Efek semangat pagi kali ya… saya tergelitik untuk membuka kembali blog saya yang hampir-hampir saja mati suri.

Dan ini adalah postingan pertama di tahun 2012, saya awali tahun ini dengan berita baik, dengan harapan akan selalu baik untuk kedepannya. Ya… akhirnya si pengeluh ini bertemu juga dengan jodohnya. H-44 ditengah-tengah kesibukan saya mempersiapkan pernikahan saya, saya ingin berbagi kisah betapa indahnya scenario Allah.

Semua seolah di permudah sama Allah, diberi jalan dan kemantapan hati, dalam rentang waktu yang terbilang singkat, akhirnya saya menerima lamaran kekasih saya. Cinta datang pada orang yang kadang-kadang tidak kita sangka, dulu saya menganggap cinta dunia maya hanyalah ilusi belaka, dan saya sangat mewanti-wanti diri saya untuk tidak percaya segala bentuk rayuan percintaan dalam dunia maya. Dan apa yang saya alami saat ini ini pun terkadang masih sulit bagi saya untuk mempercayainya. Tapi itulah scenario Tuhan, apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin.. semuanya berjalan apa adanya, meski terpisah jarak, kami bertemu, perkenalan dengan keluarga besar, lamaran dan membicarakan pernikahan. Insyaallah hati saya dimantapkan untuk menjalaninya, siapa yang bakal mengira seseorang yang jauh di seberang sana, yang sama sekali belum saya kenal dan wujudnya hanya saya ketahui dari sebuah photo, akan menjadi jodoh saya.

Tuhan tidak memberi apa yang kita kehendaki, tapi Tuhan memberi apa yang kita butuhkan. Dulu saya mengharapkan seseorang yang seperti ini, seperti itu, Tuhan memang memberi, tapi Tuhan juga punya cara lain untuk menunjukkan kepada saya kalau orang itu bukanlah orang yang tepat buat saya. saya harus merasakan sakit terlebih dahulu sebelum saya benar-benar bisa menerima kenyataan bahwa orang itu bukanlah jodoh saya.

seperti kata pepatah kalau jodoh takkan kemana-mana, Tuhan punya skenarioNya sendiri, percaya dan yakin semua akan indah pada waktunya.