Saturday, 30 April 2011

Gondongan di pagi hari...

Alhamdulillah, bisa ngeblog dirumah lagi, jadi gak perlu nyuri-nyuri waktu pas jam on air untuk update blog atau sekedar blog walking. Setelah sekian bulan mati suri akhirnya si lappy sembuh juga, emang butuh perawatan dan perhatian ekstra biar barang-barang kesayangan bisa awet dan tahan lama. Selama ini memang hanya bisa pake tapi selalu gak punya waktu buat perawatan.

Sore ini memang ada yang lain, hati saya senang karena lappy udah pulih, tapi kondisi fisik saya lagi gak fit, batuk-batuk yang udah 3 minggu saya idap gak kunjung sembuh, malah tambah satu penyakit lagi gondongan, parotitis, bengkak babi, atau apalah istilah lainnya, yang jelas sakit ini benar-benar gak enak. bengkak di bawah telinga sangatlah sakit bahkan untuk mengunyahpun nggak bisa.

Nggak tau dari mana asalnya, tadi pagi pas lagi on air, tiba-tiba ngerasa pusing, panas dan sakit disekitar telinga, bahkan ketika mengunyah nasi uduk sakitnya nggak ketulungan. tanya-tanya temen kantor, mereka bilang itu gejala bengkak babi. Ternyata memang bener, nggak nyampe setengah jam, bengkaknya makin gede, leher terasa sakit dan panasnya gak karu-karuan.

Seumur hidup baru kali ini kena penyakit ginian, malu, muka jadi kelihatan gemuk karena bengkak. Menurut Mbah Googgle, gondongan disebabkan oleh virus (paramyxovirus). Oleh karena itu, tidak dapat diobati dengan antibiotik. Gejala yang paling menonjol dari gondongan adalah pembengkakan disertai nyeri pada pipi bagian belakang di bawah telinga, baik satu atau kedua belah pipi. Pembengkakan ini terjadi akibat infeksi kelenjar ludah (parotis).

Ternyata demam dan sakit kepala hanya gejala awal penyakit ini. Inti sebenarnya adalah pembengkakan pada kelenjar ludah. Tepatnya di sekitar bawah telinga dekat pipi yang membuat wajah terlihat membesar. Penyakit ini gak ada obatnya, akan sembuh sendiri. Resep dokter hanya akan meringankan gejalanya. Panas dan pusing yang dirasakan sebelum pembengkakan.

Mesti sabar juga kali yah, anggep aja ini salah satu bentuk teguran dari Allah biar tetep jaga kesehatan,mudah-mudahan ntar malem udah nggak bengkak lagi, apa kata Mas Ajie, kalo dia lihat muka saya bengkak.

Thursday, 21 April 2011

Nggak Nyalahin Aa' Oman sih....



Postingan kali ini hanya sekedar pendapat pribadi, mungkin sebelum-sebelum ini udah banyak yang bikin postingan tentang si aa' oman, heheheheh.....

Beberapa pekan terakhir ini, tayangan Televisi dipenuhi wajahnya si Briptu Norman, bintang baru, dari yang awalnya nggak sengaja, malah jadi kayak ketiban durian runtuh. Wajarlah..... kalo sekarang ia banyak di elu-elukan sama masyarakat, animo masyarakat sangat tinggi, nggak hanya di Gorontalo tanah kelahirannya, tapi hampir di pelosok negeri ini, termasuk orang-orang di dalam rumah saya, mulai dari nyokap, tante-tante dan juga sepupu-sepupu saya yang rata-rata usia ABG semuanya mengidolakan si pak Polisi.

Ngikutin perkembangan berita si Briptu Norman yang kabarnya sekarang kondisi kesehatannya ngedrop lantaran kecapean, saya jadi mikir, jadi artis itu ternyata gak enak juga, ahhh.... kalo gitu biarlah saya tetap jadi penyiar saja hahahayyy.

Nggak, ini hanya sekedar pendapat pribadi sih, karena terlalu sering muncul di Tipi, kesannya terlalu over ekspos, disini saya nggak nyalahin Briptu Norman, wong dianya aja sampe sekarang nggak abis pikir dengan apa yang dia alamin. Tapi menurut saya, yang mungkin juga ini sempat jadi opini temen-temen lainnya, media terlalu sering mengekspos, makanya orang-orang malah jadi bosen gitu, setiap nyalain tipi, eh si briptu lagi Briptu lageee....

Wajarlah... ini negaraku, Indonesia Gitu loh???? apa-apa selalu dibikin over. over ekspos. Untungnya si Briptu ternyata punya talenta lebih jadi punya sesuatu yang bisa di buktikan ke masyarakat yang ngefans sama dia. Sekali lagi, nggak nyalahin Briptu Norman kalo masyarakat suka, nggak nyalahin briptu Norman kalo orang memperlakukannya bak Michael Jackson, nggak nyalahin Briptu Norman kalo di tipi-tipi yang ada hanya mukanya dia, nggak nyalahin briptu Norman kalo orang menyambutnya layak seorang pahlawan, pokoknya nggak nyalahin Briptu norman dech.... jadi salah siapa???? hayooo..... (penulis juga bingung)

Tampaknya Masyarakat di Negeri ini kehilangan sosok yang di kagumi, mau kagum sama diva, si diva selingkuh, mau kagum sama anak-anak band, eh... banyak yang kesandung narkoba sama video asusila, mau kagum sama pejabat negara apalagi.... banyak yang gak beres. jadi nggak nyalahin kalau banyak masyarakat mengagumi Briptu Norman yang jebolan university of Youtube, yang karena talenta, kepolosan dan juga kerendahan hatinya, semoga selalu rendah hati ya Pak polisi, jangan pernah berubah.

Saturday, 16 April 2011

Catatan Sang Penyiar...



Suara kokok ayam mengganggu tidur saya yang sedang bermain-main dalam mimpi, suara gemercik air dari kamar mandi juga suara sirine teko masak air ibu memaksa saya untuk segera bangun melakukan aktifitas di pagi ini. Jadwal on air pagi ini saya jalani dengan semangat, meski mendung menggelayut di langit pagi.

Yahh..... pagi ini, dengan mata yang terbuka lebar, dengan Pikiran yang positif, hati bersih, jiwa dan raga yang sehat serta baju baru dan semangat yang baru Pagi ini saya akan kembali, kembali ke diri saya yang sesungguhnya, kembali ke studio saya yang dingin, dan kembali dengan lagu-lagu saya yang ceria.

06.00 WIB tetttt….., pintu gerbang studio dibuka untuk menapak rejeki, pasukan pengorbit suara dengan bedil keramatnya mulai siap untuk mengudara. Disini adalah tempat berbagi dan mencari… semoga semua selalu berjalan seiring dengan rasa kebersamaan, melangkah bersama, berjuang bersama, maju bersama dan pusingpun juga bersama.

12.00 WIB, bis cuap-cuap meskipun capek ngomong sendiri di udara, namanya juga cinta banget sama profesi, makan siangpun kadang terlewati hanya untuk ngasih yang terbaik. Rambut rontok, stress, pusing, jerawatan udah nggak kaget lagi, karena ini efek perang imajinasi… bertahan…sampai…. bener-bener bosen.

Dari fajar menyingsing secangkir teh panas ditemani tempe kripik dan kacang goreng yang kental akan embun pagi di sisi sebuah tumbuhan ilalang, dimana kita berada dalam himpitan masa depan yang lebih cerah.

Dan saya selalu yakin kalau Tuhan punya rencana sendiri tentang hidup kita, bisa jadi kita gak bakal pernah jadi penyiar radio. Atau kalau memang kita sudah ditakdirkan jadi penyiar radio, sekalipun sebenarnya kita tinggal di gundukan sampah tetap aja kita bakal ngorbit suara.

Tuesday, 12 April 2011

Endah N Rhesa

Minggu pertama April 2011 kemaren, gak tau kenapa semangat gue lagi menurun drastis, mood gue kacau balau naik turun kayak roller coaster, semangat bekerja pun hampir-hampir gak ada, semua ide-ide baru yang muncul hilang gak tau arahnya lagi, lupa..... musti gimana dan ngapain. Sepertinya butuh asupan spirit dan refreshing, suasana kantor dan rumah bener-bener gak bisa balikin mood gue kayak semula.

Hingga suatu sore, tepatnya Sabtu sore yang lalu ada kiriman CD dari Demajors independent music industry, gue buka ternyata sample CD nya Endah N Rhesa, pas gue putar ternyata lagu nya keren banget, lagunya ceria dan musiknya asyik, kalo pengen denger, ini yang ada di blog gue sekarang.



liriknya seperti ini :

I’m Kou Kou the Fisherman that lives near the coast of this island
Wind and stars are my friends, they told me where to go
Life is tough, yes it’s tough, but don’t give up

I’m sailing in the sea, surviving in this blue ocean
I’m taking my fishing rod, here I am stay on my boat
Life is tough, yes it’s tough, but don’t give up

I feel the air, it whispers my name
The water is calm and it’ll be as right as rain

The time is running I said to myself , “Fish or cut bait, Kou?”But then there’s something big, swimming towards my boat
Life is tough, yes it’s tough, but don’t give up
Life is good, yes it’s good, I’ve got food!


Denger lagu ini bikin semangat lagi, setelah berminggu-minggu bosen dengerin lagu-lagu yang sama yang di request para pendengar. Hadirnya lagu ini seperti beri warna dan mood yang baru buat pendengar dan juga penyiarnya.

Jadi ceritanya gue lagi kesengsem banget sama Endah N Rhesa, setelah merilis single berjudul Tuimbe (Let's Sing), Endah N Rhesa kini kembali hadir meluncurkan single kedua berjudul Kou Kou the Fisherman dari album kedua mereka Look What We've Found.

Kou Kou the Fisherman menceritakan tentang seorang nelayan bernama Kou Kou yang memiliki kehidupan menyenangkan di wilayah pinggir pantai. Dia bahagia dengan hidupnya dan tidak pernah menyerah meskipun diterjang kesukaran. motto hidupnya adalah "life is good, 'cause i've Got Food".

Nama Kou Kou terinspirasi dari pola Rhythm Kou Kou (baca:kuku) dari AFrika bagian barat. Rhythm Kou Kou biasannya dimainkan dengan alat musik perkusi seperti diantaranya adalah djembe, dundun dan ken kene untuk menyambut kepulangan nelayan setelah seharian mencari ikan di laut. Endah N Rhesa mencoba menerapkan rhythm tersebut pada gitar, bass dan vokal.

Dan ini sedikit cerita tentang Endah N Rhesa yang gue kutip dari website nya. Dua Tahun yang Indah dan Penuh Keajaiban!

Harapan Endah N Rhesa sih, dengan kehadiran lagu ini mereka bisa membagi semangat Kou Kou si Nelayan kepada teman-teman semua.

semoga!

Thursday, 7 April 2011

Kamu dan Secangkir teh melati



Aku menghitung waktu, sedetik, dua detik, 5 menit, hingga satu jam berlalu. Sore ini aku kembali menunggumu di beranda, di temani secangkir teh melati hangat ditengah rinai gerimis. Sekiranya suasana seperti ini akan bertambah hangat bila ada kamu, hari kelima belas di bulan september 8 tahun yang lalu kita selalu bercengkrama di beranda ini ditemani secangkir teh melati hangat buatan ibuku.

Menikmati secangkir teh hangat sore ini aku seperti menemukan senyummu di dalam kepulan hangat aroma melati yang menggelitik hidungku. Ingat caramu menyesap teh manis panas dengan aroma melati kala itu, membuat aku luruh dalam kenangan. Maaf, aku sepertinya terlalu larut dalam euforia hati. Mendengarkan air hujan yang mengetuk genting teras ini, aku seolah mendengar nyanyian surgawi, yang mengiringi derap langkah kakimu kembali dan berkata, "sayang aku pulang"

Iya, saat ini aku dalam kondisi yang sangat baik sebenarnya. Khususnya hatiku. Aku tidak lagi sedih, pun merasa sepi. Alih-alih merasa ditinggalkan, bahkan aku mulai lupa bagaimana sebuah kesedihan itu bermula. Kondisi yang harus tetap dipertahankan, seperti katamu.

Ku sesap kembali aroma melati dalam secangkir teh panas, cangkir yang sama, yang pernah kau pakai ketika itu, cangkir yang dulu pernah tersentuh oleh bibirmu. Cangkir yang selalu aku simpan di tempat special dimana tak ada seorang pun yang boleh memakainya.

Dan kini aku cuma sendiri, duduk di beranda menikmati secangkir teh melati di sore ini. Menikmati hangat, manis, pahit dan getirnya, seperti menikmati kamu, yang sudah delapan tahun ini tak pulang ke hatiku.

Friday, 1 April 2011

Aku merindukanmu, sangat…

Untuk kesekian kalinya, aku Terjebak kembali pada satu memorabilia, tentang kebersamaan, tentang malam-malam penantian, tentang laman-laman semu yang berbicara tentang bait-bait hidup. Dengan beribu makna meski terkadang bias Masih aku belajar agar bisa setegar engkau, memagut kesendirian ataupun ketiadaan yang terserak seperti serpih cermin pecah, walaupun terkadang pecahan itu melukai tanganku ketika mencoba memunggutnya satu persatu.

Meski berat, terus kucoba untuk beranjak dari segala rasa sepi, meskipun belakangan terus kurasakan semua seperti racun yang perlahan membunuhku, menggerogoti hatiku perlahan hingga menahun menjadi kesakitan dalam buliran peluh rindu yang sudah entah dengan apalagi aku terjamahkan. Untuk apa, untuk siapa, dan mengapa rindu itu ada, semua begitu menyesakkan.

inginku memungut satu persatu repihan cermin pecah itu agar tersusun kembali menjadi memorabilia agar bisa kukembalikan lagi pada hidup yang telah memberikan tujuh keindahan warna pelangi dalam lengkung yang sempurna, sekaligus yang telah memberikan cabik terindah sebagai tanda mata. Dan di sisa detakan waktu yang kupunya izinkan aku mengatakan

Aku merindukanmu, sangat…