Saturday, 9 October 2010

Kembali....



Setelah mendapat protes yang bertubi-tubi yang cukup menghujam hati saya, dini hari tadi sebelum subuh, ketika saya dengar suara ayah saya membangunkan saya untuk sejenak menghadap Sang Pencipta, saya mengambil keputusan untuk mengakhiri ini semua, saya merasa perjuangan saya sudah berakhir, apa yang saya inginkan sudah saya dapatkan, langkah saya sudah benar mengembalikan dia dan menempatkan dia pada posisinya yang sebenarnya, seperti yang saya inginkan agar dia kembali kepada orang yang memang berhak atas dirinya.

Orang-orang terdekat saya, mengatakan saya berubah menjadi orang yang berbeda karena dia. Setidaknya itulah yang dikatakan sepupu saya tadi malam. Tidak yakin dengan perubahan yang saya alami, saya buka kembali tulisan-tulisan yang saya tulis di blog, juga status-status yang saya buat di facebook. Benar.... benar sekali, seperti bukan diri saya, terlalu banyak yang berubah. Memang saya sering mengeluh, terkadang saya sendiripun bosan setengah mati dengan keluhan-keluhan saya. Tapi ini bukan diri saya, si pengecut yang hanya bisa misuh-misuh, meratapi nasib. Itu bukan saya! bukan Tary yang tak bisa menukar kesedihan dengan keceriaan. Karena saya dulu ribuan hari sebelum saya di hari ini, adalah saya manusia yang tak kenal sepi, tak kenal kata menyerah, tak pernah mengeluh, tak punya tatapan kosong atau lamunan panjang yang sia-sia seperti kemarin.

Saya minta maaf, kemarin saya memang sedang berada dalam titik jenuh, berada dalam fase krisis. krisis kepercayaan, krisis semangat dan krisis fokus. selama berminggu-minggu saya terjebak dalam hal-hal yang tidak pasti. Bahkan saya merasa sudah sangat kebangetan banget menjalani ini, hingga saya berubah menjadi orang yang beda, hilang kepekaan dan terlihat sangat kejam. yahhh.... saya tak boleh egois, demi kebahagiaan saya, saya berubah menjadi diri orang lain yang saya pun tak mengenalinya.

Mulai saat ini, saya akan belajar, belajar memaafkan diri saya sendiri, belajar menepati janji pada diri sendiri dan belajar untuk membahagiakan diri sendiri.

Pagi ini saya akan kembali, kembali ke diri saya yang sesungguhnya, kembali ke studio saya yang dingin, kembali dengan lagu-lagu saya yang ceria, kembali menghadapi internet, kembali menghadapi serial Korea, dan kembali masuk Gramedia dengan setumpuk nonfiksi.

PS: saya lupa, hampir gak ada budget buat masuk Gramedia bulan ini, syukurlah dapet Buku La Tahzan dari Pakdhe Cholik Guantenggg dan buku dari Gede Prama, salah satu obat untuk mengilangkan kesedihan. terima kasih semua.... untuk asupan spiritnya yang nggak ada bosen-bosennya baca keluhan-keluhan dan cerita basi saya di blog ini.

24 comments:

  1. welcome back dear ^^

    keep smile... dan aku tau pasti bisa melewatinya terlebih setelah menjadi diri sendiri ^^

    semangaaaat ^^

    ReplyDelete
  2. akhir minggu bukan akhir dari semangat dan awal loyo loyo.. :)

    ReplyDelete
  3. keep smiling, Tary sayang..............
    kebahagiaan itu memang gak perlu dicari atau didapatkan jauh2 dr tempat lain, krn kebahagiaan itu ada dalam hati kita sendiri,
    ciptakan kebahagiaan setiap hari dgn ceria dan selalu mensyukuri ,apapun itu.........
    salam

    ReplyDelete
  4. Hidup memang banyak pilihan. Saya bersyukur Mbak Tary memilih dan memutuskan untuk menjadi diri sendiri (yang bahagia); salam hangat mbak;

    ReplyDelete
  5. Semoga dengan kembaliya Tary (ke jalan yang benar :lol: ) bisa membuat sejuk kita yang mampir disini karena gak selamanya mengeluh itu indah.
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    ReplyDelete
  6. tetap semangat, kak ...
    masalah yang datang karena (dia) anggap sebagai sebuah pengalamn berharga ... ambil semua hikmahnya ... jgn jadikan alasan untuk menjadi lebih buruk dan jgn pula jadikan alasan untuk menjadi bukan diri sendiri ...

    ~~~ Salam BURUNG HANTU ~~~

    ReplyDelete
  7. back to NgebLoG...!!!
    tetap semangat gan :D

    ReplyDelete
  8. Nah...gitu Tary...hayo kita semangat untuk memulainya

    ReplyDelete
  9. It's the very thing i want to catch. Thanks!
    This is the wonderful thing i spend long time to find

    it.

    ReplyDelete
  10. tetep semangat, mbak!
    teman" di blogosphere selalu mendukung sampeyan!

    ReplyDelete
  11. finally.....
    congratulation, mbak tari...
    happy happy happy... :)

    ReplyDelete
  12. Aku senang banget kalo kamu sudah bosan untuk mengeluh... :D
    Tapi blog ini teteup update dong :)

    ReplyDelete
  13. all: makasih friend.... untuk kunjungan dan asupan spiritnya :-)

    ReplyDelete
  14. Semangat.... saya pernah dengar lagu katanya Hidup ini Indah.... :)
    nikmati dan rasakan indahnya :D

    ReplyDelete
  15. semangat selalu sister... jangan menyerah

    ReplyDelete
  16. mari tukar kesedihan dengan keceriaan Tary... mungkin dengan mengubah suasana ruang kerja, make over tempat tidur atau penampilan bisa menjadi keceriaan baru, itu yang kulakukan saat berada di titik jenuh

    ReplyDelete
  17. Tulis aja di blog setiap yang dikeluhkan, biar ati jadi plong.

    ReplyDelete
  18. Salam

    Ya memang ada kalanya kita mengalami titik jenuh ya mbak ampe hilang jati diri sesungguhnya, tapi selalu ada jalan dan waktu untuk kembali menemukan jati diri (uhuy jadi sotoy gini saya, hehe)..thanks info nya.

    ReplyDelete
  19. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.TahitianNoniAsia.net, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

    ReplyDelete
  20. Paling eunak ya jadi diri sendiri.
    Kalau mau jadi diri orang lain biayanya mahal lho nduk.
    Yup..semangat terus..dunia ini indah kok
    Rugi kalau hanya untuk dikeluh-kesahkan.

    Salam sayank dari Surabaya

    ReplyDelete
  21. Tari...
    kalau memang hari2 mu adalah hari ceria, dan dirimu adalah diri yang ceria, mungkin saja suatu saat blogmu ini bukan lagi mengeluh.wordpress.com.

    Kalau itu terjadi, jangan lupa untuk update blog baru mu ke kita ya...

    Selamat menjadi ceria, Tary..... Cheers....

    ReplyDelete
  22. SEMANGAT!!!!!!!!!!!
    KEEP FIGHTING TILL THE END (^_^)v

    ReplyDelete