Thursday, 15 April 2010

Priok Berdarah, Indonesiaku menangis lagi

Miris, sesasama saudara saling melukai, sesama saudara saling memusuhi, inikah korban arogansi kekuasaan?? entahlah, siapa yang harus disalahkan, semuanya buram. saling sikut, saling injak, saling jotos bahkan tak ragu-ragu lagi menghilangkan nyawa orang lain. menyaksikan tayangan ini sungguh mengiris hati.











Sangat disayangkan kenapa kejadian ini kerap sekali terjadi di negeri Indonesia. Negara yang menjunjung tinggi Pancasila rasanya sudah tidak mengutamakan lagi sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Terlihat jelas bocah juga ikut jadi korban pukul. Hak asasi manusia juga sudah tidak dihiraukan lagi.

Apa yang terjadi di Tanjungpriok ini semakin menjelaskan kepada kita, bahwa elite penguasa di negeri ini tidak bisa menghargai nilai-nilai yang berkembang dan dihormati masyarakatnya.

Pengosongan paksa areal makam Mbah Priok dengan cara-cara kekerasan tidak saja melukai rakyat namun juga mengoyak nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat.


Protes dan perlawanan masyarakat terhadap pemerintah, khususnya dalam hal pembebasan lahan dan penggusuran nampaknya tidak dapat dipandang sebelah mata lagi. Pemerintah tidak bisa lagi menganggap situasi dan kondisi di seluruh daerah sama. Ada banyak faktor yang harus diperhatikan, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai tradisi dan budaya yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat.

Dalam persoalan penghormatan atas nilai-nilai dalam masyarakat seharusnya bisa mencontoh mantan Presiden Abdurahman Wahid atau Gus Dur.

Gus Dur selalu melekat di hati masyarakat Indonesia bukan saja sebagai tokoh pluralisme bangsa tapi juga tokoh yang menjunjung tinggi nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat.

Mengapa harus dengan kekerasan, mengapa harus ada nyawa yang melayang, mengapa harus menunggu banyak korban berjatuhan??

Sungguh menyedihkan keadaan negeri tercinta ini semakin brutal dan berdarah saja, setiap saat ada saja hal-hal yang berbau kerusuhan, ada apa dengan indonesia ku?

24 comments:

  1. Selamat pagi, posting yang menarik, salut untuk anda.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru berjudul : “Proses kerja usaha cuci sepeda motor?”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan kalau berkenan tolong dikasi komentar.
    Terima kasih.

    ReplyDelete
  2. Mungkin kebanyakan dari kita telah berhenti belajar dan lupa bagaimana negeri ini dibangun...

    ReplyDelete
  3. Apa hubungannya coba artikel kali ini dengan nyuci sepeda motor? ... o_O;

    ReplyDelete
  4. Teladan.. Kita butuh teladan lebih banyak lagi...
    Mereka, yang di kursi nyaman itu.. malah meberikan teladan buruk.. Saling sikut sana-sini.. Sedangkan rakyat.. hanya bisa bergulat satu dengan lainnya...

    ReplyDelete
  5. gambarnya Disturbing picture tar....

    kekerasan sampai kapan pun tidak akan menyelesaikan masalah,hanya memperkeruhnya.

    "an eye for an eye just make the whole world blind" - gandhi

    semoga tercipta indonesia yg damai :)

    ReplyDelete
  6. sedih ketika rasa kemanusiaan tak ada *melihat begitu mudahnya menganiaya, menginjak-injak dan memukuli orang lain, bahkan ketika orang lain itu sudah tersungkur dan tak berdaya.... * <-STATUS fb saya hari ini.

    ReplyDelete
  7. sungguh mengerikan negri ini penuh kekerasan yang mengakibatkan darah bertumpah riah dijalanan....., kapan negri ini damai dan aman?.....

    ReplyDelete
  8. gak tau lagi harus membela siapa.semua salah,semua hanya ingin mencari sesuap nasi

    masarakat sekitar mendapat sesuap nasi dengan adanya makam ini,walau disitu juga terjadi praktek kemusrikan.
    satpol pp dan polisi juga hanya mencari sesuap nasi dengan melakukan tugasnya.

    tapi apa harus saling mengeluarkan ego kan arogansi masing masing?
    apa harus saling maki?dan sekarang siapa yang rugi?dan tetap mereka yang berkuasa dan berharta yang tertawa

    ReplyDelete
  9. rose turut prihatin... :-(

    ReplyDelete
  10. kenapa negeri kita jadi begini ya Ry... kekerasan selalu mewarnai hari2nya... :-(

    ReplyDelete
  11. rindu berita yang membuat hati damai...

    ReplyDelete
  12. Kedua kubu memang brutal... :(

    ReplyDelete
  13. satpol pp terlalu anarkis
    seharusnya tak perlu diteruskan jika memang kondisinya semakin kritis
    parah parah.
    ga abis pikir gue

    ReplyDelete
  14. blue perhatin banget banget,kawan
    oy kita doakan sahabat kita yuk d blue.....
    salam hangat dari blue

    ReplyDelete
  15. prihatin
    lagi2 pion yang jadi korban.. :(

    ReplyDelete
  16. Sy sempet melihatnya langsung, Asli lebih mengerikan dibanding Foto2 media massa. Sangat mencekam

    ReplyDelete
  17. iman dan akhlak yg baik perlu ditanamkan kembali pada warga indonesia boz...lam knal aja ...postingan yg bagus..salut...

    ReplyDelete
  18. mudah-mudahan pada insyaf ya

    ReplyDelete
  19. Pertanyaannya sebenarnya pembangunan itu untuk siapa, apa mereka memiliki prinsip kalau pembangunan itu harus membutuhkan "Tumbal"..

    ReplyDelete
  20. awal yang salah berakhir seperti ini

    ReplyDelete
  21. ini terjadi karena masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah

    ReplyDelete