Wednesday, 22 December 2010

Puisi Untuk Ibu

repost :
Puisi lama untuk ibu di tahun 2009 yang lalu, berhubung hari ini hari ibu saya persembahkan puisi ini lagi untuk bunda tercinta.

kamu adalah mata yang paling tulus..
3 detik
10 detik
hingga detik-detik tatapan seterusnya..

kamu adalah balutan wol terhangat..
melindungi
meredam dingin
menyelimuti

kamu yang menyalakan lilin tepat disudut yang nyaris membeku..

kamu adalah petunjuk jalan, pengingat waktu, agenda kegiatan tak tertulis, dan weker terampuh

kamu adalah obat penghilang nyeri tanpa efek samping, sumplemen energi tanpa kefein dan nicotinamide untuk tetap terjaga, minuman isotonik rendah gula penyeimbang konsentrasi, dan cemilan sehat nol kalori penyela kesibukan.

kamu adalah panggilan setara 911, berjaga-jaga, selalu ada, memasang mata, memberi perlindungan.

tidak ada ketimpangan, atau ketidak-seimbangan, tidak ada sesak yang menghalangi hirupan nafas, tidak ada pengorbanan yang sia-sia, karena kamu adalah tempat berbagi yang paling sepadan..

tidak ada kesabaran yang dituntut terlalu banyak, tidak ada jiwa yang menahan hati yang kelelahan, tidak ada resah untuk sekedar memejamkan mata, karena kamu adalah tempat paling tepat untuk mereduksi segala kepenatan..

Nulis lageee.....

Huffff…. Tu…wa….tu….wa….. berbagai usaha udah saya coba untuk mengembalikan semangat saya yang sempat kendur beberapa minggu ini, mulai dari berolahraga, bangun pagi, dan melakukan kembali hal-hal yang saya sukai, membaca komik, berexsprimen dengan jus-jus buah-buahan kesukaan saya sampai teriak-teriak nggak jelas di kamar mandi, hasilnya lumayan, perasaan saya plong dan urat-urat yang tegang disekitar kepala, pundak, lutut dan kaki mulai kendur. Jihaaa…… sebenernya satu hal juga sih yang bikin saya jadi bersemangat lagi, beberapa kali nonton liga pertandingan sepak bola Timnas di piala AFF 2010, bangga banget Timnas bisa masuk final, sepertinya saya lagi kebagian sedikit semangat dari Firman Utina, Irfan Bachdim, Bambang Pamungkas dan Octo Maniani juga idola baru saya Christian “el Loco” Gonzales. Chayooo….. hidup garuda di dadaku heheheheheh

berminggu-minggu lalu saya dilanda kebosanan tingkat tinggi. Perasaan yang seharusnya enyah di akhir tahun 2010 ini, setidaknya di penghujung tahun ini, saya harus punya semangat dan kepercayaan diri yang tinggi, apalagi resolusi 2011 sudah saya susun rapi untuk diwujudkan, dan untuk mewujudkan itu saya harus punya banyak energy.

Dan tanpa terasa juga, di awal tahun ini akan banyak yang berubah. Yang jelas pertama di kantor saya mendapat Bos baru, dengan suasana baru semoga saja semangat saya untuk tetep ngorbit suara di radio semakin besar. Dengan begitu nggak ada lagi kata jenuh, bosan dan ogah-ogahan bangun pagi buat berangkat siaran.

Yang kedua, dalam silsilah keluarga Djamalia…. Ada satu anggota keluarga baru… secara adik sepupu saya beberapa minggu lalu melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat lucu yang lalu diberi nama Asya. Mudah-mudahan jadi anak solehah dan jadi kebanggan keluarga.

Dan yang pastinya, tahun 2011, saya akan kehilangan salah satu partner menghayal yang paling sepadan buat saya. Dia adalah salah satu adik sepupu saya, tahun depan ini yang pasti dia akan menamatkan sekolahnya di SMU lalu berangkat ke Jakarta untuk masuk perguruan tinggi negeri yang sudah di impikannya. Wish u all the best sista, semoga apa yang kamu impikan bisa terwujud.

Untuk sementara ini dulu dech yang kerasa bakal berbeda banget di tahun 2011 mendatang, dan yang masih tetep sama kayaknya Cuma satu , gue masih tetep jomblo!!!!

Monday, 13 December 2010

M.A.L.A.S



Dari dulu kalo lagi males, aku tuh males banget *lah, mana ada kalo lagi males terus rajin ?. bahkan bisa cukup malas untuk bangun, makan, minum, buang air kecil, dan lain sebagainya, sekaligus.

Seperti saat ini nih, gak jelas juga mau nulis apa, duhhh...... kemampuan berpikir saya lemah banget belakangan ini, Blog ini seperti tak berpenghuni, cuma bisa nulis kalimat-kalimat gak jelas kek gini, biar gak dikirain mati suri. Udah dulu ya mau balik tidur kali aja dapet inspirasi dalam mimpi.

Friday, 26 November 2010

" Tary.... kamu mau masuk surga nggak?"



Hari ini dapet jadwal siaran pagi, sebelum subuh udah bangun, mandi terus berangkat ke studio, nggak biasanya diriku sesemangat seperti pagi ini, biasanya kalo dapet jadwal pagi, siaran jadi ogah-ogahan, mata ngantuk, perut laper terus loyo sepanjang hari, alhasil break siaran aku akan tepar di ruang recording, tidur berjam-jam sampe masuk jadwal on air lagi.

Pagi ini memang beda dari pagi-pagi hari kemarin, kenapa ya??? oya.... mungkin karena hari ini gajian kali yah....?? tapi kayaknya bukan itu dech, soalnya gaji bulan ini uangnya udah terprogram semua, setelah bayar ini itu, hampir gak ada sisa buat jajan.

Terus apa ya yang buat aku semangat??

Masih dengan usaha mencari jawabannya, ingatanku kembali ke peristiwa kemarin subuh, waktu ayah membangunkan ku untuk sholat subuh.

Karena aku seorang yang insomia (belum terlalu parah sih), tiap malem aku begadang sambil nunggu mata lelah dan akhirnya terpejam. karena kebiasaan tidur lambat ini, maka bangun tidurnya pun suka telat, dan setiap subuh ayah musti teriak-teriak membangunkanku untuk sholat. biasanya meski kepala keliyengan karena kaget dibangunin,aku akan mengambil wudhu dan langsung sholat subuh, tapi 2 hari kemaren... karena efek jogging di bukit plus pake acara nyasar segala, kaki-kaki ku keram, sangat ngilu seperti remuk di tindih seekor anak gajah (efek dramatisir) dibangunin ayah untuk subuh, aku nggak bangun-bangun.... berulang kali teriak sampe nyokap ikut-ikutan teriak dari dapur, aku nggak bangun-bangun juga. Sampai pada akhirya terdengar sayup-sayup suara ayah berkata " Tary.... kamu mau masuk surga nggak?"

jrenggggg!!! dahsyatnya.... lebih dahsyat dari suaranya bang haji Rhoma Irama.

Dan pagi ini, sebelum di bangunin, aku udah bangun duluan.... ternyata bangun pagi itu sangat indah ya, smua semangat terkumpul di pagi hari, optimisme, percaya diri dan keinginan yang kuat ada di pagi hari. ahhh ayah .... semoga setiap hari dan selamanya aku akan selalu mendengar suara ayah... dan teriakan ibu dari dapur.

Aku sudah menemukan jawabannya kini, ternyata ini yang membuat aku semangat pagi ini, suara ayah dan ibu yang masih bisa aku dengar hingga pagi ini.
My beloved Mom and Dad terimakasih buat doa yang nggak putus-putus dan cinta yang nggak habis-habisnya, beruntung banget rasanya jadi anak kalian berdua. Kalian adalah rindu abadi saya :-)

Masuk Gramedia, ku temukan : Orang Ketiga



Selasa kemaren, bangun tidur buka FB, dapet message kejutan dari PAKDHE CHOLIK, duhh senengnya Pakdhe ku yang guanteng tenan ini mau kasih hadiah novel buatku. Dan sekarang udah gak sabaran menunggu kedatangan hadiah dari pakdhe yang saat ini novelnya sedang otw dari Surabaya ke Bangka.

Sambil menunggu datangnya hadiah dari pakdhe, kakiku sudah gatal pengen masuk gramedia lagi padahal gaji bulan ini harus telat sehari karena alasan teknis dari kantor, dan memang setelah dirinci bayar utang sana sini, dana buat belanja buku memang hampir nggak ada. Berbekal uang 60 ribu rupiah, aku nekad ngajakin Mbak Riska masuk Gramedia hunting-hunting novel kali aja ada yang diskon. Sambil minjem ID Card nya mbak Riska,karena id card ku expired. Berharap bisa beli novel dapet potongan 20%. Karena Sonora sama Gramedia itu adik kakak alias satu group, maka karyawan Sonora yg beli buku di Gramed bisa dapet diskon 10-20 %, ya lumayanlah….

Tuesday, 23 November 2010

Puzzle-puzzle Kehidupanku



Mendapat undangan dari Pakdhe Cholik, suatu kehormatan yang tiada taranya untuk saya yang masih sangat awam di dunia perbloggeran. Dan undangan kali ini membuat saya sangat tertarik untuk mengikuti, karena sebelum mendapat undangan inipun, sebetulnya saya sudah membuat resolusi sendiri untuk tahun 2011 mendatang.

Mengkoreksi kembali perjalanan saya selama satu tahun terakhir ini, Bisa di bilang tidak ada lonjakan yang berarti, namun semua itu harus saya syukuri sebagai salah satu pemberian kesempatan terbaik yang pernah Tuhan berikan untuk saya. Bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, perjalanan yang saya lewati terbilang sangat pelik, namun di tahun 2010 ini saya memasuki dunia baru yang tidak pernah saya kira sebelumnya. Meskipun pencapaian saya belum maksimal, tapi saya cukup lega melepas jalannya tahun ini. Mungkin “badai pasti berlalu” itu tema yang paling pas untuk jadi judul tulisan di catatan akhir tahun saya.

Menoleh ke belakang, melihat semua hal yang saya lakukan dan saya dapatkan di tahun 2010, semua lebih dari cukup untuk saya. Saya memiliki banyak kesempatan baik untuk masuk ke lingkungan yang sebelumnya tidak pernah saya kenal, saya mendapat kawan baru, dunia baru, pekerjaan baru dan tentunya semangat baru untuk melanjutkan semua impian yang sempat terhenti.

Di tahun 2011 mendatang, saya sudah menulis resolusi dan tentunya ada beberapa obsesi yang ingin saya wujudkan. Kalau sepupu saya meletakkan meried di urutan terakhir targetnya, saya justru meletakkannya di urutan pertama. Tanpa banyak penjelasan panjang lebar, intinya dengan menikah saya sudah siap mengarungi kehidupan baru dengan pasangan saya.

Yang kedua, karir tentunya, saya sudah sangat mencintai pekerjaan saya. Saya merasa sudah menemukan passion dalam pekerjaan saya. Namun ada satu impian yang ingin saya capai, keingin untuk menjadi karyawan tetap dengan surat pengangkatan dan kenaikan gaji yang sesuai dengan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok sekarang ini.

keinginan yang ketiga yang juga ingin saya wujudkan di tahun 2011 mendatang adalah bisa nyicil beli tanah sekaligus kebun untuk ayah saya, ayah saya sangat suka bercocok tanam, semoga di tahun depan harapannya bisa saya wujudkan.

Keempat, mengunjungi Kota Jogjakarta lagi bersama kedua orang tua saya, terakhir kesana tahun 2008, ingin tau kondisi Jogja sekarang ini pasca erupsi merapi. Di point ke empat ini ada impian-impian kecil juga yang saya masukan di sini, kalau jalan-jalan ke jogja lagi, saya ingin punya kamera dan tas ransel sendiri.

Ke empat point diatas, saya masukan dalam impian jangka pendek, sementara saya punya impian jangka panjang menurut versi saya, mungkin bisa terwujud atau tidak. Entahlah… saya pun terus berusaha untuk bisa menjadikan impian saya itu menjadi kenyataan. Saya akan selalu berusaha tetap bersemangat dan tentunya selalu berdoa memohon jalan yang terbaik dari Allah.

Impian sederhana saya hanya ingin bahagia dalam kesederhanaan.
Mewujudkan kehidupan yang bahagia untuk masa yang akan datang, meskipun belum tau akan kearah mana, namun apa salahnya bermimpi, “
Untuk mewujudkan impian ini, mungkin tidak lah mudah…akan banyak sekali cobaan-cobaan yang akan saya lewati…

Saya selalu punya impian memiliki keluarga kecil bahagia dalam bingkai foto, menghabiskan sebagian hidup saya dengan orang-orang yang saya cintai. Bertemu dengan belahan jiwa saya yang akan menemani saya hingga Tua, menjadi istri yang baik untuk suami saya dan menjadi ibu teladan bagi anak-anak saya kelak. Menghabiskan hari tua saya di kota kelahiran saya, memiliki rumah sederhana dengan pekarangan yang luas dan menikmati hari tua saya dengan mendengarkan lagu-lagu oldies kesukaan saya.

Inilah impian jangka panjang saya, yang mungkin akan membutuhkan proses panjang juga untuk mewujudkannya namun saya sangat yakin, saya mengibaratkan hidup seperti menyusun pecahan-pecahan puzzle, dimana satu kepingan puzzle saya ibaratkan sebagai satu impian. untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan, saya harus berjuang menyusun puzzle-puzzle tersebut agar utuh. Udara pagi yang setiap hari saya hirup menghembuskan satu puzzle baru yang harus saya tata agar menjadi mimpi utuh. Walaupun mimpi itu belum menjadi kenyataan, tapi dengan membuat keeping-keping puzzle paling tidak saya punya semangat untuk menyusunnya.

Menjalin mimpi sambil terus menjalin serpihan usaha agar semua jadi nyata akan terus saya lakukan. Karena, semuanya tak akan termulai tanpa ada impian. Karena, hidup ini ternyata adalah impian dan semangat. Let`s share our dream. Let`s share our ideals.

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp.

Sunday, 21 November 2010

Lelaki Dalam Inbox Ku



Lelaki dalam inboxku, laman biru menautkan hati kita. Dalam dunia yang yang kita sebut maya, ribuan kata-kata menyatukan kita hingga melebur menyatu dalam rasa yang sama.

Beribu hari kau menemaniku dengan bahasa khasmu yang mampu meyakinkan aku. Dan tanpa sadar aku memainkan hatiku sendiri pada akhirnya. Dilaman biru ini, aku selalu menanti dengan harap cemas setiap pertanda adanya pesan darimu.

Lelaki dalam inboxku, hanya kita berdua yang mampu mengeja dan menterjemahkan bahasa hati yang kita tulis di laman biru ini. Meski tak pernah bertemu, avatar dan kata-kata yang kau tabur di beranda rumahmu lah yang jadi pengobat rindu untukku.

Tapi mengapa dengan malam ini...??

Kepanikan melandaku dalam mencarimu. Di depan layar monitor berdebu aku menahan tetesan air yang tak terbendung dari sudut mataku, tapi tidak membuatku terlindung dari rasa sakit, pedih, perih yang masih tetap sama setelah ku tau kau hapus aku. Mengapa seperti ini?

Lelaki dalam inboxku, andai kau tahu, seketika saja aku ingin bertemu nyata denganmu. Lalu aku akan menulis sesuatu tentangmu di beranda rumahku melupakanmu dan menutup laman biru ini untuk sementara waktu.

Tapi itu hanya andai....

Aku takkan mampu. Karena segenggam rasaku ternyata masih tertinggal disitu.

Didalam inboxku.

Tuesday, 16 November 2010

Sepotong Mimpi Dalam Bingkai Foto



Senja sore ini sebait lirik selaras dengan melodi menyatu berbaur menciptakan simponi, membawaku pada satu romansa yang tercipta dari beribu-ribu hari yang lalu. Disuatu senja yang pernah menjadi saksi bisu, sebuah keinginan dan impian yang kini terpahat mati di tempat itu.

Dalam romansa lalu, bersama kita pernah merapal keinginan dan melukis kebahagiaan diatas kanvas yang sering kita sebut masa depan. Bermimpi memiliki keluarga bahagia dalam bingkai foto, dimana ada aku, kau dan dua malaikat kecil yang lalu akan melengkapi kebahagiaan kita. Impian bersama mengayuh biduk dan mengarungi kehidupan dalam ikatan suci sampai menua. Seperti yang selalu kau katakan...

"Sabar sayang, ini impian kita, doakan aku bisa mewujudkannya kelak".

***

Tapi kini....

Separuh mimpi itu telah pergi, mengikuti jejak kakimu yang juga mencari ruang untuk melabuhkan mimpi-mimpimu yang lain. Yang tertinggal padaku hanya sepotong mimpi yang hingga kini masih ku letakkan di bingkai hatiku. Berharap kelak bertemu lagi untuk menyatukan separuhnya yang masih tertinggal, lalu kemudian bersama-sama menggantungkan kembali bingkai tersebut di dinding hati kita masing-masing.

Adakah mimpi kita masih sama?? memiliki keluarga bahagia dalam sebuah bingkai foto.

Beri aku jawabannya.


*untuk sebuah memoar yang tak pernah kunjung padam dan tak pernah berakhir.

Monday, 15 November 2010

Sepoci Kopi & Setangkup Roti



Sepoci kopi dan setangkup roti, menandai adanya kehidupan di pagi hari. Menyambut seringai senyum matahari diiringi kokok merdu ayam jantan membangunkan semesta alam pertanda semua akan kembali bermula di pagi ini.

Kita mencoba menyatu, melebur bersamaan dengan hangatnya suasana pagi. Kebersamaan di meja makan akan selalu hangat seperti kopi dalam gelas keramik yang selalu kusuguhkan. Semanis keinginan untuk berbagi setiap hal-hal kecil yang begitu sederhana.


"sampai hari ini aku masih sayang kamu"

Kata-kata ampuh ini yang selalu menjadi kado terindah di pagi hari. Penanda bahwa kita masih saling berbagi. Semoga esok masih bertemu pagi. Karena selalu ada janji yang kutagih di meja ini.

Sepoci kopi dan setangkup roti jangan hanya menjadi tanda pengingat sebuah rindu keesokan hari. Karena aku masih selalu ingin bersama melewati pagi

Untuk esok.... dan esoknya lagi.

Sunday, 14 November 2010

Adakah keinginan kita masih sama??

Malam ini adalah malam yang kesekian ribu kalinya aku sendiri. Malam kelabu yang selalu membuat aku ingin mengeluh, tentang tidak nikmatnya sendiri dan tentang tidak nyamannya rasa sepi. Aku hanya bisa meratap dalam hati, menahan segala rasa yang membuncah. Bagaimana denganmu, adakah kau merasakan hal yang sama??


Aku ingin kau tau betapa aku rindu pada derap langkah kaki kita yang berkejaran. Pada kisahmu dan suara lembutmu yang selalu penuh kesabaran mengajarkanku tentang kebahagiaan. Aku rindu itu semua, aku rindu mengejar bayang hari masa depan yang kita cita-citakan dulu. Adakah kau ingat itu?? Aku merindukannya sangat.

Kapan aku bisa menemuimu? kapan aku bisa menjadi kawan seperjalananmu untuk berbagi kisah tentang kehidupan. karena separuh hatiku masih terpaut pada kisah kasih masa silam. Maka izinkan aku kembali masuk kealam duniamu, menyentuh sisi lainmu yang belum pernah kutau dan membawa satu harap menjadi satu bintang yang dapat menerangi kelamnya hatimu.


Kita masih berada di bawah langit yang sama meski dengan batasan jarak, maka izinkan aku mengenalkanmu pada sebuah keajaiban yang aku namai cinta kasih. Aku ingin sekali memulai hidup dengan catatan baru dan mengubur semua memorabilia tanggalkan semua kemarahan, benci dan seribu dendam pada keadaan yang selalu ku anggap takdir yang cemburu.

Sekarang, bisakah kau mengerti? jika sejatinya pemikiranku adalah larangan jangan gantungkan cintaku pada sebuah roman. Hendaknya izinkanlah aku bertanya sekali lagi, adakah keinginan kita masih sama???

dedicated to
*Seseorang dan satu-satunya orang yang mengerti bagaimana bicara tanpa kata. aku melihatmu... walau coklat menjadi abu
dan pink menjadi jingga. Aku merasakanmu… walau hati ini kelu dan beku
dan hampir mati rasa

karena aku…


Share on Facebook

Friday, 12 November 2010

Sabarlah Dek, Jangan Menangis...


sumber foto : (AP Photo/AK Hendratmo)


Dek, senja ini memang merah. Tapi bukan berarti cakrawala biru itu telah sirna. Ingatlah, masih ada esok. Hari esok yang cerah dimana kita bisa bercengkrama lagi, meniti hutan cemara, menjaga edelweis kita sambil menyanyikan tembang lawas tentang kehidupan.

Dek, panas ini akan berakhir. Sesaat lagi hujan akan turun. Membasahi raga kita, menyirami tanah, menghidupkan kembali apa yang pernah kita punya. Sabar lah sayang.... hari indah itu akan tiba lagi, hari indah itu akan kita miliki lagi.

Jangan pernah takut Dek, kegelapan ini akan berganti terang, semua akan berlalu. Jangan pernah menyerah dengan keadaan ini. Alam akan kembali bersahabat. Kita akan menikmati lagi hembusan angin sejuk, Kita akan menaklukkan lagi lereng itu. Berjanjilah kepadaku Dek!

Hapus air matamu. Dan tersenyumlah ...
Kau bukanlah hati yang lemah dalam perjuangan ini. Kau bukanlah hati yang lemah berselimuti kabut pekat yang gundah gulana. Semua kisah telah berlalu dalam kesenjangan malam lalu. Masih ada esok yang indah dalam semaian kelembutan kabut malam.

Dek, meski kini engkau patah berulang dalam kesendirian sunyi dan aku tau kau bimbang dalam kesendirianmu, aku akan selalu ada untukmu. Yakinlah… kita akan selalu bersama-sama memintal benang-benang biru milik kita. Sabarlah dek, kau tidak sendiri. Tuhanmu maha adil dalam hal ini.

*dedicated to children victims of the eruption of Merapi in jogjakarta

Thursday, 11 November 2010

Hening...



"Berbeda dengan kesombongan dan keberhasilan yang lapar dengan sebutan positif, keheningan tidak lagi terlalu hirau dengan sebutan. hening bukan lawannya riuh, hening bukan musuhnya ribut. Hening bukan juga atribut yang haus pujian. Hening adalah hening, ia tidak berlawankan apa-apa".

Mirip dengan matahari, kalau saatnya menyinari ia pasti menyinari tanpa memilih yang disinari suci atau kotor.

Serupa dengan bulan, bila waktunya bercahaya, ia berbagi cahaya tanpa bertanya apakah anda manusia baik atau buruk. Tidak banyak berbeda dengan air yang juga tidak serakah memilih.

Kalimat ini aku kutip dari bukunya Gede Prama, buku yang beberapa waktu lalu sangat aku tunggu-tunggu kedatangannya. Sampai pada suatu sore, marketing kantor menelpon bahwa aku mendapat kiriman bingkisan dari seseorang berinisial "P".

Dalam bingkai makna seperti itu, adakah kehidupan yang lebih membebaskan dari keheningan??

Siang ini aku tertarik bicara tentang keheningan, jujur saja, sebenarnya aku kurang paham sekali apa itu keheningan, pendek saja menurut ku keheningan itu sama dengan sepi. Seperti yang aku rasakan siang ini, padahal diluar sana riuh bunyi kendaraan berlalu lalang tak henti-hentinya namun aku lebih senang duduk di belakang rumah melihat ibu sibuk dengan aktifitas memasaknya.

Disini aku merasakan hening, hanya ada suara gemericik air dari kran kamar mandi dan juga suara suitan burung gereja di belakang rumah. Apa ini yang namanya hening??? jika benar.... aku sangat menikmati heningnya siang ini.

Tuhan selalu menghadirkan hal-hal yang indah....hening yang yang tak bisa kuartikan dalam kata-kata, Ia tunjukkan melalui penglihatan dan indra perasaku. Siang ini segalanya tampak indah.... bahkan sepi pun sangat menyenangkan. Ia menganugerahkan aku dan menjadikan jiwa ku hening untuk mengingatkan aku betapa aku harus mensyukuri dan mencintai kehidupan ini

Dan pertanyaanku tentang hening di siang ini sepertinya tak perlu di jawab, karena pikiran yang bergerak dengan sendirinya menemukan jawaban itu, Dan aku sudah menikmati damainya hening siang ini.

Wednesday, 10 November 2010

Harmoni



Aku berjalan perlahan sambil menarik kain yang kupakai membalut tubuhku. Kain itu berjuntai hampir menyentuh tanah. Kutarik setinggi betis biar tak kotor terkena lumpur. Sesekali kusibak merapikan rambutku yang tertiup sejuknya angin siang ini. Kakiku dingin, menapak dan menginjak lumpur basah. Kulihat kakiku hitam berbalut lumpur, kuku-kuku nya pun hitam legam.

Kadang angin terasa bergeming, lalu untuk kemudian kembali bertiup perlahan. Fatamorgana itu terasa nyata. Sesekali terdengar bunyi gemericik air dan batang-batang padi bergoyang melintas dikedua pelupuk mataku yang masih menangkap sebidang cakrawala biru di ujung pandangan mataku.

Gemercik air beradu bunyi dengan gemerisik dedaunan yang menandakan bahwa angin masih berhembus. Burung layang terbang melayang-layang di cakrawala biru. Ku lihat sebuah pondok tak berpenghuni, bergegas aku melangkah meloncati petak demi petak sawah tanpa alas kaki.

Tak lama, aku duduk melapas lelah, ku tarik nafas dalam-dalam mengisi rongga dadaku dengan udara yang sejuk yang jarang-jarang bisa kutemui. Sambil membersihkan sisa lumpur kering yang menempel di sela-sela ujung jariku, kulihat ada sekawanan anak kambing yang melintas di depanku. Malu-malu mereka mencoba melirikku seakan meminta ijin untuk melahap segala yang hijau di sekeliling pondok. Ah, ku biarkan saja mereka menikmati santapan mereka siang ini, dan tetap duduk manis hanya ingin berbagi sedikit ruang sepi.

Dari kejauahan aku bisa melihat dan mendengar celoteh tawa riang gadis-gadis kecil yang bermain-main sambil berkejar-kejaran. Pasti menyenangkan bercengkrama seolah tanpa beban, lepas, terbebas dari segala kesusahan.

Di ujung sana, di sebidang petak sawah, seorang lelaki tua sibuk menanam benih padi. Benih pengharapan yang menjadi tumpuan untuk esok. Meski harus menunggu bulan berganti, namun jika tiba masanya untuk menuai, kelelahan hari ini pasti terganti.

Sesaat kupejamkan mata, kubiarkan segala yang membelai kulitku dan semua yang terdengar menjadi satu seperti sebuah harmoni yang menyatu dengan seluruh nafasku.

Terbersit, andai aku bisa membagi semua perasaan ini denganmu walau dengan batasan jarak, bahwa kita masih berpijak pada bumi dan berteduh di bawah langit yang sama

Lalu.... ketenangan ini akan terus selamanya kita rasakan. Sampai akhirnya ketenangan ini pecah setelah kudengar suara ibu membangunkanku. Ternyata ini mimpi.... mimpi yang indah meski dalam mimpi itu sendiri tanpamu.

Purnama



Terpaku di beranda sepi, bermandi purnama. Malam ini langit sungguh bersahabat. Desir angin malam... meniup lembut. Ada gurat-gurat kelabu sisa penghabisan hujan hari ini, namun langit sangat jernih dengan kilauan bintang-bintangnya yang bertaburan

Aku, masih terpaku terdiam dalam ingatan ku tentang masa lalu, tentang permintaan dan harapan mu. Tentang keinginanmu dan keinginanku yang pernah kita tulis di atas selembar kertas putih.

Keinginan dan harapan yang nyatanya belum mampu kita wujudkan, permintaan-permintaan yang akhirnya hanya bisa kita ucapkan tanpa pernah menjadi kenyataan.

Mungkin kau lupa, tapi aku masih saja terus menggenggam keinginan itu. Keinginan yang kini hanya menjadi bayangan lampau. Sayangnya... kita adalah pengecut, terlalu takut dan memilih mengasingkan diri dari kejujuran hati. Ya... aku akui, kita masih sangat angkuh pada setiap kisah yang kita jadikan sebagai masa lalu.

Ini bagian cerita kita. Aku dan kau. Dan semuanya adalah masa lalu. Akanku tutup kembali cerita usang ini sebagai sebuah pelajaran dalam hidup.

Malam ini purnama terlalu indah untuk kulewatkan hanya dengan bernostalgia dengan perih masa lampau. Selamat tinggal masa lalu, namun aku masih terus berharap bisa meyakini bahwa hatiku bisa sepenuh purnama menggantungkan harap pada langit malammu, hingga suatu hari kau juga dapat mengingatnya dengan senyuman.

Monday, 8 November 2010

Syukur ku



Sore ini, di beranda rumah menikmati cakrawala langit. Langitku masih cukup cerah, meski diselingin titik-titik sisa hujan tadi pagi. Angin masih berhembus sejuk dan berkabut tipis. Jalanan sudah mulai lengang dan anggrek bulan milik ayah masih merekah dengan indahnya.

Sepi.....
Sore ini sepi, Ku coba berjalan pada kembara diriku sendiri, untuk hari ini maupun nanti. Dengan sisa semangat yang tersisa, ku coba mengais kembali makna yang mungkin tertinggal. Makna hidup yang terkadang aku lupakan karena tertutup ego.

Ada pedih sesekali dalam diriku, menjadi terhempas seperti angin lalu acap kali melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nurani yang menyisakan sesal perih dalam hati.

Hari ini, dengan kasihNya, aku masih diberi waktu untuk berubah, masih diberi hari untuk berbenah diri, dan masih diberi kesempatan sekali, yang mungkin tak kan kutemukan esok hari, atau bahkan beberapa menit lagi.

Sudah seharusnya juga aku syukuri keadaannya sebagai satu pemberian kesempatan yang terbaik yang pernah Tuhan berikan untuk aku.

Wahai Tuhan, jejak itu biar jadi tanda bahwa KAU telah menempaku lebih indah daripada yang kukira, bahwa jejak ini hanya satu tanda cintaMu untukku, untuk masa nanti ketika aku melafaz segala maaf dalam batin ku - untuk sebuah memorabilia terindah, syukurku atas keindahan hidup yang selama ini boleh aku nikmati...

Mungkin, hari ini masih ada hal-hal yang terlewatkan dan yang belum aku mengerti. Tapi satu hari nanti semoga saja jadi ungkapan rasa syukurku yang terdalam dan kecintaanku kepada hidup

Sunday, 7 November 2010

Perginya Edelweis dari Cangkringan...



Semarak kehidupan khas pedesaan di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, musnah jadi abu sejak Merapi secara berantai memuntahkan lava dan awan panasnya tanggal 26 Oktober, 30 Oktober, dan 4 November 2010. Namun, barangkali kita lupa, dusun-dusun di lereng Merapi itu sepanjang sejarahnya timbul- tenggelam bersama letusan gunung yang nyaris jadi kubur sejarah ini.

Sejumlah pencinta alam mencatat, pascaletusan 2006, rumpun-rumpun bunga abadi edelweis marak dan menari-nari di lapangan Kali Adem.

Penduduk melarang mahasiswa pencinta alam mencabut dan menjualnya. Penduduk menjaga edelweis itu untuk "dijual" kepada wisatawan sebagai tontonan.

Meski semua usaha manusia seolah sia-sia, karena waktu dan perubahan alam akan menggulungnya, toh orang tetap mencatat indahnya edelweis yang pernah turun, juga lelucon-lelucon Mbah Maridjan yang mengejutkan.

Dibawah ini juga saya upload foto-foto yang saya ambil dari kompas.com
















sumber: kompas.com


Tak mampu berujar apa-apa. hanya seuntai do'a dan harapan tulus dalam hati. Ya ALLAH... sudahi perih ini dan tabahkan hati saudara-saudaraku di sana.

Thursday, 4 November 2010

Terpatahkan...



Saya kenal dia saat usia saya 22 tahun. Di suatu divisi dan ruangan pekat berkabut asap rokok. Di dalam ruangan sempit berdebu ini, saya, dia dan beberapa orang lagi didalamnya menghabiskan separuh waktu malam kami berkelut dengan komputer dan bahan-bahan mentah yang akan diolah menjadi berita untuk terbitan koran di keesokan paginya.

Monday, 1 November 2010

Hari Ini Milik Saya



Pagi yang dingin..... matahari masih sembunyi di peraduan, ditemani secangkir teh panas dan lantunan suara oppie andaresta yang mengalun-alun dari bilik kamar saya.

Masih dengan usaha ngumpulin semangat, cari ide dan inspirasi di pagi ini, mau kemana, ngerjain apa dan berusaha ngilangin kegiatan favorit setiap pemuda-pemudi sehat di abad 21 yakni tidur, saya buka dan baca lagi Buku La Tahzan pemberian PAKDHE CHOLIK

Sunday, 31 October 2010

Apaan yak??

Baca salah satu komen temen saya di FB. Dia bilang, hidup saya gak pernah bahagia, tiap hari selalu mengeluh???

Ahhh..... benarkah demikian???

Saya bahagia kok.... sangat bahagia...., tapi terkadang emang keluhan-keluhan saya melewati batas normal. Mungkin mereka baca di status-status saya atau tulisan-tulisan saya di blog yang mana keluhan saya itu terkadang sangat menakjubkan, mungkin dari situ mereka menilai hidup saya tidak pernah bahagia.

Oke, saya jelasin disini, gak segitunya juga sebenarnya, cuma demi meningkatkan efek dramatisasi aja. Sebenarnya apa yang saya tulis itu gak sepenuhnya berisi keluhan saya.... meskipun ngeluh, saya masih bisa kok bersyukur

Terus ada lagi teman saya bilang saya sengaja menempatkan diri saya di pinggir jurang. Ahhhh ... keterlaluan teman saya hiperbolanya.

Gak ngerti juga maksudnya apaan? Saya ngerasa fine aja, ngikutin arus hidup saya. Ahh.... mungkin tanpa saya sadari apa yang saya lakukan itu terlalu mengancam jiwa saya, orang-orang terdekat saya lah yang merasa khawatir.

Ada lagi yang bilang, saya perlu di rukiyah, hehehehe seberantakan itukah hidup saya sekarang??

Saya kok belom menyadari ya?? Saya masih merasa yang saya jalanin itu masih wajar karena saya ngikutin kata hati...., atau emang otak saya yang udah gak beres, gak bisa bedain.

Kalau di pikir-pikir lagi...., napa yak manusia suka tantangan? Ada lagi tuh temen yang laen bilang.... saya terlalu berani mengambil resiko, menggali lubang kubur sendiri.

Nah... apa lagi ini??? Makin bingung aja sama istilah-istilah teman-teman saya.

Memang sih, hidup datar-datar aja tuh gak asyik, musti ada sensasi biar gress gitu...

Saya jadi mikir..... maksudnya apaaan yak?

Sensasi yang gimana yak?? hmmmm....

Bosaaaaaaan...hidup yang datar..!!! Besok mau nyoba terjun payung tidak pakai parasut ahhh... Biar hidup lebih menantang!

Sampai Batas Lelahku

Apa artinya aku, yang selalu setia berada di belakangmu, meski sesekali hanya kau lihat aku dengan ujung matamu.

Benar, hatiku bukan persinggahan, tapi jika itu yang kau anggap. tak apalah...
yang aku ingin katakan, aku selalu punya waktu yang ingin kuberikan untukmu dan aku ingin selalu memberi tanpa harap untuk berbalas.

Karena yang aku punya hanya hati yang besar, yang mampu menampung semua suka duka kehidupan kita yang sombong.

kamu tak pernah tau, setiap malam yang sama, dalam malam-malam tanpa daya juga dalam kesepian tak hentinya aku mencari bayang, menggores bingkai wajahmu, mencoba melukis bagian yang kusuka, menghitung setiap detik yang berdetak, dengan semua kehampaan yang kau tinggalkan untukku.

aku ingin bertanya mengapa, tapi kuyakin jawabanmu akan tetap sama, keyakinan-keyakinan yang selalu membuatku lemah dan kembali percaya.

Bahkan ketika hati ini kau buat sedih pun, masih saja aku berharap ada sedikit kesempatan untuk memberi arti tentang kasih dan pengharapan di balik perbedaan yang teramat purba ini

Dalam rasa yang kian tak tenang inipun aku tak pernah ragu untuk menghapus berjuta rasa gelisah yang kau tinggalkan pada jejak kita.

Karena aku tetap akan menunggu sampai batas lelahku.

Friday, 22 October 2010

Ketika cinta memberikan pilihan yang sulit



Oke, kali ini judul postingan saya agak berat, tentang cinta. Udah lama gak update, siang ini ditengah cuaca kota yang panas menyengat, saya ingin mengajak anda semua masuk ke dunia lain. Dunia cinta.... yang kata orang-orang dunia yang tanpa batas, dunia yang bisa membuat orang berubah dari sedih menjadi senang, dari murung menjadi ceria, ato bahkan sebaliknya.

Monday, 18 October 2010

Puanassss...

Tadinya aku pengen nulis, pengen cerita. Tapi posisiku sekarang tidak mengasyikkan. intinya sekarang aku sedang berada di kantor, siap-siap mengudara dengan kondisi tubuh penuh peluh dan keringat.

Argghhhhh..... AC kantor mati, serasa di dalam oven dengan suhu 180 derajat celcius. okey... sebenernya nggak segitu juga, tapi beneran dech, cuaca belakangan ini sering bikin bingung, ekstrim dan sering menipu. kadang hujan, kadang panas, kadang hujan panas. Gak jelas.

Friday, 15 October 2010

Raga saya nyaman.... saya ingin tidur.

Cuaca panas, terik matahari siang ini, serasa menusuk dan membuat kulit perih. Saya dari lantai 2 studio berhadapan dengan monitor berdebu mencoba mengguratkan isi hati lewat sebuah tulisan, sambil sesekali menoleh ke luar jendela mengalihkan rasa kantuk melihat hiruk pikuk yang terjadi di luar sana.

Alhamdulillah.... hingga hari ini Allah masih meniupkan ruh pada raga saya, masih mengizinkan saya menikmati suasana siang di kota kelahiran tercinta ini. Meski studio panas, 1 AC kantor dan 2 kipas angin rusak parah akibat tangan-tangan ganas penghuni kantor, dan memang sepertinya kipas angin tersebut bakal berakhir di gudang tanpa ada satupun penghuni kantor yang berinisiatif untuk memperbaiki atau mengantar ke tukang service.

Saya terus mengentakkan tangan saya di tuts-tuts keyboard komputer yang penuh dengan abu rokok, tampaknya memang tak ada yang mengindahkan kalau di studio ini dilarang keras untuk merokok, ahh... memang aturan dibuat untuk dilanggar, apapun itu saya tak perduli, raga saya cukup nyaman siang ini.

Semoga hari ini dan hari-hari berikutnya senantiasa menjadi pembelajaran berharga untuk terus saya syukuri.

PS: di tulis dengan tingkat kesadaran yang tinggi, saking tenangnya jiwa saya, jadi malas merangkai kata-kata lagi, pengennya tidur aja, ngantukkkk... (sambil merancang niat busuk menyelinap tidur ke ruang Recording)

Thursday, 14 October 2010

Maafkan... saya



Beberapa hari ini, mungkin saya membuat anda marah. Sebenarnya bukan keinginan saya, maaf sekali. Saya hanya ingin membuat suasana seperti dulu, seperti sebelum kita membuat komitmen, ke masa dimana kita menjadi sahabat. Yahhh, jika ini adalah keinginan anda, maaf sekali saya hanya bisa berujar begitu... sampai sebatas mana anda membenci saya, sampai batas itu juga saya berusaha membuat anda bisa memaafkan saya.

Saturday, 9 October 2010

Kembali....



Setelah mendapat protes yang bertubi-tubi yang cukup menghujam hati saya, dini hari tadi sebelum subuh, ketika saya dengar suara ayah saya membangunkan saya untuk sejenak menghadap Sang Pencipta, saya mengambil keputusan untuk mengakhiri ini semua, saya merasa perjuangan saya sudah berakhir, apa yang saya inginkan sudah saya dapatkan, langkah saya sudah benar mengembalikan dia dan menempatkan dia pada posisinya yang sebenarnya, seperti yang saya inginkan agar dia kembali kepada orang yang memang berhak atas dirinya.

Orang-orang terdekat saya, mengatakan saya berubah menjadi orang yang berbeda karena dia. Setidaknya itulah yang dikatakan sepupu saya tadi malam. Tidak yakin dengan perubahan yang saya alami, saya buka kembali tulisan-tulisan yang saya tulis di blog, juga status-status yang saya buat di facebook. Benar.... benar sekali, seperti bukan diri saya, terlalu banyak yang berubah. Memang saya sering mengeluh, terkadang saya sendiripun bosan setengah mati dengan keluhan-keluhan saya. Tapi ini bukan diri saya, si pengecut yang hanya bisa misuh-misuh, meratapi nasib. Itu bukan saya! bukan Tary yang tak bisa menukar kesedihan dengan keceriaan. Karena saya dulu ribuan hari sebelum saya di hari ini, adalah saya manusia yang tak kenal sepi, tak kenal kata menyerah, tak pernah mengeluh, tak punya tatapan kosong atau lamunan panjang yang sia-sia seperti kemarin.

Saya minta maaf, kemarin saya memang sedang berada dalam titik jenuh, berada dalam fase krisis. krisis kepercayaan, krisis semangat dan krisis fokus. selama berminggu-minggu saya terjebak dalam hal-hal yang tidak pasti. Bahkan saya merasa sudah sangat kebangetan banget menjalani ini, hingga saya berubah menjadi orang yang beda, hilang kepekaan dan terlihat sangat kejam. yahhh.... saya tak boleh egois, demi kebahagiaan saya, saya berubah menjadi diri orang lain yang saya pun tak mengenalinya.

Mulai saat ini, saya akan belajar, belajar memaafkan diri saya sendiri, belajar menepati janji pada diri sendiri dan belajar untuk membahagiakan diri sendiri.

Pagi ini saya akan kembali, kembali ke diri saya yang sesungguhnya, kembali ke studio saya yang dingin, kembali dengan lagu-lagu saya yang ceria, kembali menghadapi internet, kembali menghadapi serial Korea, dan kembali masuk Gramedia dengan setumpuk nonfiksi.

PS: saya lupa, hampir gak ada budget buat masuk Gramedia bulan ini, syukurlah dapet Buku La Tahzan dari Pakdhe Cholik Guantenggg dan buku dari Gede Prama, salah satu obat untuk mengilangkan kesedihan. terima kasih semua.... untuk asupan spiritnya yang nggak ada bosen-bosennya baca keluhan-keluhan dan cerita basi saya di blog ini.

Friday, 8 October 2010

Thursday, 7 October 2010

Cinta hanyalah sebongkah es



Banyak orang bilang cinta tidak harus memiliki, tapi pendapat saya mencintai tanpa bisa memiliki sama dengan percuma, dan hal ini adalah omong kosong. Sentimentil memang, dan inilah yang saya alami sekarang. Hingga sulit rasanya untuk mengambil keputusan maju terus dengan resiko sakit yang lebih besar atau mundur kalah dengan senyum lapang dada. Argghhhh….. tidak terbayangkan dua-duanya akan sangat menyakitkan bagi saya. Saya butuh waktu untuk berpikir…..

Sunday, 3 October 2010

Lagu terakhir



“ Aku berhenti berharap…dan menunggu datang gelap…sampai nanti suatu saat…tak ada cinta ku dapat “

Ini adalah lagu terakhir menutup jam on air saya malam ini, sekaligus lagu terakhir yang masih mampu membuat saya ikut bersenandung lantang.

Lelah, letih, sedih, kecewa… semua perasaan ini tumpah ruah jadi satu. Sama pilunya dengan lagu yang baru saja saya putar. ”Berhenti berharap”, salah satu Best Collection-nya Sheila on 7.

Ya…saya sudah berhenti berharap.

Friday, 1 October 2010

Melupakan...



Bersama dengan dirinya, ternyata tak bisa menghilangkan kesedihan di hati saya. Entah kenapa.. sepertinya perpisahan terlihat tampak jelas di mata saya.

Berharap selamanya ingin tetap tinggal di hatinya. tapi perasaan untuk berlari pergi juga tak kalah hebatnya. ahhh.... saya sangat takut sebenarnya. takut akan kehilangan... takut akan semua hal yang bisa membuat saya terluka.

Tuesday, 28 September 2010

Pakdhe... oh... Pakdhe



aku punya dua pakdhe sekarang, selain pakdhe jono suaminya Budhe ku, aku punya pakdhe baru yups! pakdhe cholik namanya. Pagi tadi bangun tidur iseng BW lewat HP, ada komen dari Pak Zipoer yang bilang katanya wajahku di lombain sama pakdhe di Blognya Pakdhe. heheh kaget, lomba apa ya??? gak sabar... buka laptop ehhh ternyata aku jadi mistery guest di blonya pakdhe yang berjudul WOMAN IN BLACK.

Saturday, 25 September 2010

Friday, 24 September 2010

21 sept 2010, Bersamamu....




Bersamamu seharian waktu terasa sangat panjang. Aku bahagia ada di dekatmu, aku nyaman dan aku merasa jatuh cinta lagi. Ahhh….. seperti di dalam dunia khayal, kau membuatku tersenyum, kau membuatku bahagia, kau menuntunku bermain ombak, menyusuri tepi pantai, merengkuh hangat dan menggenggam tanganku erat.

Wednesday, 22 September 2010

Sunday, 19 September 2010

Aku Tau



Aku tau cuaca mulai cerah, tapi aku memilih untuk tetap tinggal dalam cuaca buruk. Entahlah…. Hatiku mulai gundah, aku gelisah. Aku tau apa yang membuat aku seperti ini. Aku tau seberapa besar nggak enaknya,
Aku paham, ini memang tak layak untuk diteruskan. Aku tau semua ini akan sia-sia. Tapi kenapa aku terus melakukannya. Sama sekali tidak berusaha untuk menghentikannya.

Saturday, 18 September 2010

Sunday, 12 September 2010

Tuhan, Lebaran yang akan datang, Aku berdua ya?



Syukurlah lebaran kali ini nggak sendiri, beda banget dengan tahun-tahun kemaren, dimana moment lebaran gue abisin buat
istirahat full dirumah, makan, tidur, melek, tidur dan makan lagi. lebaran tahun ini jadi penuh makna bisa silaturahmi ke rumah temen-temen, baik itu temen kantor, temen kecil dan temen-temen karib gue yang udah lama banget nggak gue jumpain. Saling kunjung mengunjungi bikin rasa kangen terobati.

Saturday, 11 September 2010

Saturday, 28 August 2010

Personal Taste

Personal Taste
My opinion
Lirik ost personal taste – 4Minute – 사랑 만들기 / Creating Love




Nggak sadar udah beberapa minggu ini gue nonton serial drama korea Personal Taste, dan itu gue ulang-ulangin per episode tanpa bosen. padahal nontonnya udah 3 kali tamat. gila.... buat yang belom nonton, buruan nonton dech... dijamin nggak bakal bikin migrain kayak sinetron-sinetron kita.

Tuesday, 24 August 2010

Hari baru dengan semangat baru.



Aku sudah mandi, tubuhku wangi, pakaianku rapi, muka ku bedaki dan tentunya rambut kusisir dengan belahan lain dari biasanya. Aku berjalan keluar rumah berangkat ke studio dengan semangat membara, berharap ramalan cuacaku hari ini secerah langit pagi.

Sunday, 22 August 2010

Songs for Mom

[gigya width="410" height="311" src="http://assets.myflashfetish.com/swf/mp3/mixpod.swf?myid=64672347&path=2010/08/22" quality="high" flashvars="mycolor=731915&mycolor2=CC4702&mycolor3=E9EBBF&autoplay=false&rand=1&f=4&vol=86&pat=0&grad=false" salign="TL" wmode="window" ]
MusicPlaylistRingtones
Create a playlist at MixPod.com



Semalem, iseng bongkar koleksi soundtrack-soundtrack drama korea yang lama. Ketemulah Ost Endless Love yang musiknya menyayat hati dan bisa bikin nangis bombay. Aneh setelah denger lagu itu, perasaan gue jadi berantakan. Ada apa dengan lagu ini??? tiba-tiba bikin gw feeling guilty dan mendadak mellow.

Saturday, 21 August 2010

Cuaca masih buruk



Sepanjang minggu ini cuaca mendung, tak jarang juga dilingkup awan hitam dan hujan deras. Aku masih mengalami cuaca buruk. Dalam proses metamorfosa untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik itu harus melalui beberapa fase yang sulit. Dibutuhkan waktu dan kesabaran yang cukup lama agar indah pada waktunya.

Thursday, 19 August 2010

Metamorfosis



Kemarin aku masih berusaha berlari sekuat tenagaku, cuaca tidak selalu cerah dan terang, aku selalu mengalami cuaca buruk. dan pada akhirnya aku selalu kembali ke impian awalku, tapi sejak aku melupakan orang itu dan menemukan apa yang ada di dalam diriku, aku berhenti sejenak dan tahu kalau aku bisa pergi lebih jauh lagi, dan aku tahu itu sekarang.

Monday, 16 August 2010

Minat banget


Annyeong!
Kemaren di status FB sempet bales-bales koment sama si Zam. Kebetulan belakangan ini gw keranjingan lagi sama serial drama korea. dulu addict banget dan sempet terhenti sebentar karena berbagai alasan. Dan belakangan ini gw mulai lagi beli beberapa film baru juga film lama yang belum sempet gw tonton.

Sunday, 15 August 2010

Panjang ato pendek, potong ato nggak yah??

Keseringan nonton serial drama korea bikin gue suka banget meratiin gaya dan style mereka, baik itu cara berpakaian, model rambut, make up sampe gesture mereka.

Agak aneh sih, gue yang rada males untuk tau style apa yang lagi ngetrend di penghujung 2010 ini ternyata sedikit demi sedikit jadi minat.
kalo masalah model pakaian style dari negera seperti jepang dan korea mang nggak ada matinya dech. keren banget seperti harajuku yang sampe sekarang masih aja banyak ditiru. Tapi kali ini gue nggak lagi mau ngebahas tentang trend berpakaian, gimanapun dengan postur tubuh yang bisa dibilang BIASA banget ini, nggak langsing and nggak gemuk banget, pakaian kebesaran gue t-shirt, jeans sama cardigan aja.

Saturday, 7 August 2010

let’s stop the crap



Alhamdulillah... bentar lagi udah mo puasa. Allah kasih kesempatan buat kita untuk menunaikan kewajiban lagi di Bulan Ramadhan Bulan yang penuh Barakah. Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup. dan pada bulan ini juga Setan-Setan dibelenggu.

Monday, 2 August 2010

Friday, 23 July 2010

HARI ANAK NASIONAL: Anak Dilarang "Bersuara" di Depan SBY



JAKARTA, KOMPAS.com — Deklarasi "Suara Anak Indonesia" yang berisi delapan butir aspirasi dan pandangan seluruh anak Indonesia yang dirumuskan dalam Kongres Anak Indonesia (19-24 Juli) di Pangkalpinang dilarang dibacakan dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Taman Mini Indonesia Indah, Jumat (23/7/2010).