Monday, 14 December 2009

Berantem tapi nggak musuhan...

Banyak orang memilih diam dan menyimpan amarah saat bertengkar. Bahkan banyak pula yang menghindari pertengkaran dengan alasan menjaga keutuhan hubungan.

Wah, sudah bukan zamannya lagi takut dengan pertengkaran. Toh, menyimpan amarah, mendiamkan, berpura-pura semua baik-baik saja, berpura-pura semuanya seiring sejalan, berpura-pura tidak terbetik pikiran apa-apa saat suatu persoalan datang, takkan menyelesaikan persoalan itu sendiri.

Itu sebabnya, bertengkar diperlukan. Bahkan kadang bertengkar malah bisa merekatkan jiwa. Coba dech ingat apa yang kita dan pasangan lakukan saat bertengkar? kita berdua pasti berusaha menyatakan bahwa masing-masinglah yang paling benar dengan mengajukan berbagai argumen.

Saat bertengkar, kita tidak memberi ruang untuk berbasa-basi. Kita hanya mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran dan hati. Makanya, pertengkaran bisa menjadi sarana untuk belajar tentang apa yang disukai dan tidak disukai pasangan.

Menurut para psikolog, bertengkar bisa menjadi salah satu cara untuk menambah kemesraan dengan pasangan. Bagaimana tidak? Setelah bertengkar dan hubungan membaik lagi, biasanya kita akan makin mesra dan lengket. Bahkan, ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa tidak pernah bertengkar sama buruknya dengan konflik yang konstan.

Namun, bukan berarti untuk mesra kita dan pasangan harus selalu bertengkar. Pertengkaran yang terjadi terus-menerus juga tak baik bagi cinta kamu berdua. Pasti ada efek negatifnya. Hubungan lama-lama bisa retak. Bisa juga muncul rasa takut bahwa kita tidak menjadi penting lagi bagi pasangan.

Jadi, bertengkarlah secara sehat. Bagaimana caranya? Berdebatlah. Bertengkar dengan diam dan menyimpan kemarahan justru bisa menyabotase hubungan kita dan menjadi bom waktu yang akan memisahkan kita dan pasangan.

Begitu pula jika kita bertengkar dengan cara saling mengkritik dan menghina. Potensi berpisah akan lebih besar lagi. Jadi, berargumentasilah mengenai masalah yang Akita berdua mengerti. Lalu, cari solusinya.

Bertengkar memang bisa menjadi alat untuk mempercepat penyelesaian masalah antara kita dan pasangan. Namun, ada satu hal yang perlu diingat. Bertengkar yang sehat memerlukan pikiran yang terbuka, dan tak selalu menghasilkan kata sepakat. Pasalnya, ini bisa memperjelas perbedaan yang kita dan pasangan miliki, sekaligus memberikan solusi.

Kunci untuk berargumentasi dengan baik adalah kita berhak untuk tidak setuju dengan pendapat pasangan. Namun, kita tetap harus menghormatinya. Begitu pula dengan pasangan. Di sinilah pikiran terbuka itu diperlukan.

Hati-hati, jika pertengkaran yang semula sehat mulai memanas. Jika suara marah kita sudah mulai menggelegar dan mengatakan hal yang sama berulang-ulang, artinya kita sudah harus menghentikan dan meninggalkan perdebatan itu untuk sementara waktu. Pasalnya, pertengkaran itu sudah tidak lagi sehat. Mengapa?

Ketika pertengkaran semakin memanas, detak jantung dan hormon stres akan meningkat. Sisi emosional otak kita menjadi tinggi dan menutup sisi logika kita. Akibatnya, kita tidak sanggup lagi bertengkar dengan emosi yang terkendali.

Jika salah satu dari kita sangat marah, pertengkaran memang bisa jadi salah kaprah dan akhirnya merusak. Jadi, hindari mengungkit masa lalu karena membahas masa lalu hanya akan membangkitkan luka lama. Di saat-saat seperti ini, kita tak akan bisa berbicara tenang atau berpikir jernih.

Nah, bagaimana menghindari kata-kata kasar atau melakukan kekerasan fisik? kita perlu menenangkan diri. Sadari segera jika keadaan mulai panas. Begitu juga jika kita melihat pasangan sangat emosi. Sebaiknya bersikap lebih tenang dan minta time out, alias waktu jeda.

Bila pertengkaran kita sering cepat menghebat, cobalah untuk meredamnya. Buat aturan, bila salah satu dari kita memberikan tanda time out, hentikan pertengkaran. Tak perlu bertanya mengapa. Cukup tenangkan diri saja. Bila sudah larut malam dan kita merasa sudah waktunya tidur, tidurlah.

Namun, jangan tinggalkan pertengkaran untuk selamanya. Inilah masalah yang terjadi pada banyak pasangan. Mereka bertengkar terlalu sebentar dan meninggalkan pertengkaran karena sangat marah. Namun, mereka tidak membahasnya lebih lanjut dengan alasan merasa tak nyaman untuk memulainya kembali. Psst... itu tidak sehat, lho!

Jadi, buatlah komitmen akan membahas lagi bila sudah tenang dan bisa bicara dengan kepala dingin.

59 comments:

  1. Kalo sama cewek, kalo bertengkar pasti nggak jadi musuhan.
    paling cuman jaim2an trus ujung2nya senyum2 trus berdamai :lol:
    kalo sama cowok, yah tergantung situasi sih, kalo orangnya sabar dan pinter ya udah ngimbangin aja.
    tapi kalo orangnya nyolot mulu, tahu deh hahaha :)

    ReplyDelete
  2. wah itu namanya apa ya? berantem tapi tak musuhan.

    ReplyDelete
  3. berantem tapi ga musuhan itumah namnya.....orang menjalin kasih.....bisa orang berpacaran pasti ada berantem kalo ga putus ya baikan lagi.........

    ReplyDelete
  4. hahahahahah...ya iyalah sama pacar sendiri, bis berantem pasti manja-manjaan gitu, walaupun abis nangis2, ngamuk2, cakar-cakaran ujung2nya damai, hehehe

    ReplyDelete
  5. berantem tanpa bermusuhan maksudnya kang, heheh bingung yah?

    ReplyDelete
  6. iya, pengalaman nih kayaknya, heheheh
    ya itulah...maksudnya sih gitu.

    ReplyDelete
  7. kalo masih kecil berantem tapi baikannya cepet kalo dah dewasa gini agak susak akurnya

    Hi salam kenal just blogwalking doang. main dong ke blog saya

    http://blog.unsri.ac.id/kaskuserr/nais-inpo-gan/mrlist/1234/

    http://blog.unsri.ac.id/kaskuserr/news/mrlist/1233/

    dijamin bikin KETAGIHAN..!!!


    salam


    (^_^)

    ReplyDelete
  8. Bertengkar tetapi tidak bermusuhan? Wow, big job.. :)
    Hanya "cinta" dan "kebesaran jiwa" yang bisa mengatasinya..

    ReplyDelete
  9. purwatiwidiastuti14 December 2009 at 15:50

    boleh juga nich idenya.

    purwati
    http://purwatiwidiastuti.wordpress.com
    http://purwati-ningyogya.blogspot.com
    http://purwatining.multiply.com

    ReplyDelete
  10. bagus tuh...sekali sekali saling marah2an..
    pas udah baikan pasti tambah mesra.... :mrgreen:

    ReplyDelete
  11. Perbedaan pandangan bisa membuat hidup makin semarak.. Tapi, tak perlu saling memaksakan pendapat, bukan? Kalo bisa saling memahami, pasti akan makin meriah...

    ReplyDelete
  12. Oo berantem2an to oke salam dingin2 hangat panas

    ReplyDelete
  13. Artikel yang sangat menarik... Ya.. setiap hal MUNGKIN SAJA memiliki sisi positif dan negatif nya, termasuk soal 'marah' seperti yang di jabar kan dengan apik diatas...

    Menurut saya sih... bukan soal marah nya lah yang terpenting, tapi kemampuan kita untuk MENGONTROL EMOSI kita lah yang sangat sangat penting...

    Orang yang marah... akan tetapi EMOSI nya TERKONTROL dengan baik, maka sekalipun dia marah... kata - kata nya akan tetap terjaga dengan baik, tindakan nya pun nggak akan sembarangan... dan tentu saja... TUJUAN dari marahnya nggak akan melenceng dari 'POKOK PROBLEM' nya...

    Tapi kalau emosi nya nggak terkontrol... ya... ^_^ U know lah what's gonna happened...

    ReplyDelete
  14. klo di balik,, musuhan tapi enggak berantem gmn? hehehe,,

    ReplyDelete
  15. Iya.. memang.. perlu juga hindari marah.. duduk.. berwudhu.. & ta'awudz..
    :)

    ReplyDelete
  16. pertengkaran adalah bumbu dari percintaan. bumbu kalo kebanyakan juga ga enak kan?

    ReplyDelete
  17. waaaaa ngajarin bertengkar :)
    tapi kalau sering2 ribut juga bikin bete mbak

    ReplyDelete
  18. setelah bertengkar saia ditinggal kabur,terus ndak berapa lama setelah itu hape saia bunyi,terus gmna??????bertengkar lagi :-(

    ReplyDelete
  19. hahahah bener banget, oke salam kenal juga yah, nanti aku akan mengunjungimu...hehehhe

    ReplyDelete
  20. hmmm...makasih, thanks ya udah berkunjung.

    ReplyDelete
  21. iya mas dira, pada dasarnya teorinya mudah, tapi prakteknya nggak semua orang bisa heheh

    ReplyDelete
  22. kalo dalam islam...maksimal diem2an 3 hari...lebih dari itu DOSA!!

    ReplyDelete
  23. cieeeee....pengalaman pribadi ya???

    ReplyDelete
  24. salam dingin juga mas, disini ujan...

    ReplyDelete
  25. yupsss bener banget kang, mempertegas teori aku nih... thanks ya??

    ReplyDelete
  26. setuju bang, mengontrol emosi mungkin yah?
    yah...pokoknya setuju nih sama pendapat abang.

    ReplyDelete
  27. nah itu lebih bagus lagi rul, heheheh

    ReplyDelete
  28. he eh...bener banget. makasih ya udah berkunjung.

    ReplyDelete
  29. iya mas Dan, itu jalan terbaik yang biasa dilakukan, dengan berserah diri kepada Allah segalanya akan lebih mudah.

    ReplyDelete
  30. heheh nggak kok mas, nggak ngajarin bertengkar kok, ini cuma teori aja, heheh
    bete yah...tapi bis bertengkar kalo nggak putus ya lengekt lagi, hihihihi

    ReplyDelete
  31. setelah bertengkar lagi, ditinggal pergi lagi, setelah ditinggal hapenya bunyi lagi...hahahah nak tu lah gawe ikak dek.

    ReplyDelete
  32. iya, aku sering diingetin tentang hal itu waktu kecil...

    ReplyDelete
  33. Kalo aku lebih cenderung memilih damai aja, kalau aku bisa menerima sesuatu... ngapain harus debat :)
    Mudah2an nggak dibilang apatis... hehe :)

    ReplyDelete
  34. nice artikel :)
    sakam kenal dikunjungan pertama :)

    ReplyDelete
  35. Psstt.. apapun namanya, bertengkar itu tak baik, xixixii..
    tapi dari posting anda, pertengkaran kadang membangun?? ;)

    ReplyDelete
  36. kayaknya tema nya masih berhubungan dengan postingan yg lama

    ReplyDelete
  37. aox...tp ujung2 e balik lg,baikan lg,mesra2 lg,hhahahaha

    ReplyDelete
  38. salam
    waktu kecil saya dan adik saya selalu berantem. wajar ga yach? tapi katanya dengan itu maka kita bisa akrab dengan saudara kita. anehh...berantem kok semakin akrab.

    ReplyDelete
  39. seperti perang dingin... :)

    emang bertengkar ada baiknya, soalnya meluapkan emosi. kalo ditahan2 terus gak baik banget.. bisa2 terlalu memendam dan jadi psikopat dan suka membunuh ( kebanyakan liat film film sadis ) haha... :)

    ReplyDelete
  40. makasih, salam kenal juga, thanks ya udah mampir

    ReplyDelete
  41. hheheh iya bener bgt pertengkaran juga bisa jadi ajang untuk instropeksi diri.

    ReplyDelete
  42. iya waktu kecil juga aku gitu, bahkan sampe sekarang juga masih sering meskipun jarak kita udah jauh ya, lewat telepon juga kadang bisa jadi ajang buat bertengkar.padahal hanya hal2 kecil, heheheh

    ReplyDelete
  43. hahahah.....itu yang di film2 yah?
    hmm...bener juga dech yg kamu bilang.. selagi bisa kontrol emosi gak ada salahnya juga bertengkar.

    ReplyDelete
  44. Gak boleh saling bertengkar...
    Selesaikan masalah dengan baik...

    ReplyDelete
  45. kalo baca ini jadi inget teman say waktu SMA...
    berantam jambak-jambak'an rambut...hehhehehe maklum cewek


    salam hangat
    bolaehkah tukeran link

    ReplyDelete
  46. iya pak, janji dech nggak bertengkar lagi, heheheh

    ReplyDelete
  47. heheh aku juga pernah punya pengalaman waktu SMA, cerintanya aku ma temen2 berantem sama anak kelas 2, tapi nggak sampe jambak2an cuma siram2an pake aer mineral alhasil kita rame2 di jemur di lapangan basket. hwahahahaha.....
    btw link kamu dah lama aku tancep di blogku...

    ReplyDelete
  48. hehehe........ brantem ya????
    jadi inget waktu kecil sering berantem...n setiapo pulang... slalu nangis... klo g nangis karena kalah brantem ya karena sampe rumah kna marah lagi.... haha

    ReplyDelete
  49. namanya juga berantem, pasti kata-kata rusuh dan perbuatan kasar yang muncul. Sebenarnya bertengkar itu adalah salah satu sarana untuk mengeluarkan isi hati yang selama ini terpendam, jika perlu bertengkar, bertengkarlah, sampaikan isi hati dan maunya apa, namun akan lebih baik kalau semuanya disampaikan tanpa ada pertengkaran.

    ReplyDelete
  50. hahahah....waktu kecil mang suka gitu yah??

    ReplyDelete
  51. iya mas, baiknya juga gitu, kalo bisa kontrol emosi, pertengkaran sehebat apapun bisa baikan juga ujung2nya.
    maaf ini teori loh?

    ReplyDelete
  52. selamat pagi

    jadi bertengkar itu ada ilmunya juga ya ;)

    kalo saya bertengkar dengan pacar,
    saya siapkan bom nuklir
    hajar sampe mampus.
    muwahahahaha :twisted:

    terima kasih dan mohon maaf :eek:

    ReplyDelete
  53. berantem, paling musuhannya ga lebih dari satu hari

    ReplyDelete
  54. heheheh....biasanya sih gitu mbak.

    ReplyDelete
  55. ups maaf ya....
    :D :D :D
    mampir lagi ich dengan membawa sebuah http://andipeace.wordpress.com/terimakasih-wardnya/

    salam persahabatan dari cah lapindo sidoarjo

    ReplyDelete
  56. aq selalu ga bisa awet bertengkar...gampang akur lagi...kalo udah saling omong mengomong, udah dech...selesai btengkarnya..

    ReplyDelete