Friday, 20 November 2009

tetep happy meski putus cinta

Selalu menangis saat mendengarkan musik-musik melankolis, terlihat murung dan mengurung diri selama berbulan-bulan, melahap berton-ton coklat, menjadi seorang pertapa, meratapi nasib dan menghakimi diri sendiri untuk tidak akan pernah menemukan cinta lagi.

Padahal, setidaknya bagi sebagian orang, putus cinta seumpama mencabut perban dari luka yang efek sakitnya hanya sesaat. Bahkan tak lebih membuat menderita dari pada sakit perut selama sebulan penuh. Putus cinta terasa begitu berat ketika kebanyakan orang terlalu melebih-lebihkan dan menanggapinya dengan tidak tepat.

Memang bukan sebuah hal yang membanggakan dan membahagiakan bila putus hubungan, namun meratapinya juga bukan hal yang tepat dan pastinya sangat mengganggu kinerja sehari-hari.

Sebuah penelitian menyebutkan rata-rata seseorang mulai bisa memperbaiki mood untuk kembali memulai hubungan setelah tiga bulan.

Namun, diantara mereka ada juga yang membutuhkan waktu kurang dari tiga bulan. Seberapa dalam kita mencintai seseorang tersebut menjadi faktor penentu berapa lama kita bisa melupakan dan menjalin hubungan baru.

Penelitian tersebut juga mengungkapkan sebenarnya betapa banyak potensi yang kita miliki untuk kembali bangkit. Hanya saja kesedihan yang berlebihan itu yang menghambatnya. Ketika hal-hal buruk terjadi, masa depan tidak sesuram seperti yang kita pikirkan.

Hal yang terpenting, jangan menyalahkan diri kita bila hubungan itu berakhir. Mulailah untuk fokus pada hal-hal yang membangun semangat kita. Jalani hidup dengan normal. Putus hubungan bukan merupakan akhir dari hidup kita. Anda tetap bisa berbahagia dan lebih menikmati hidup.

54 comments:

  1. ah betapa sakitnya....
    tapi apapun itu...
    semakin sakit... ya harus semakin tegar
    anggap aja itu proses hidup
    menjadi matang n lebih dewasa

    ReplyDelete
  2. iya setuju banget mas moudy, hidup kan terus berjalan, segala ujian termasuk soal cinta anggap saja tantangan untuk naik tingkat ke level hidup yg lebih baik lagi pastinya.

    ReplyDelete
  3. Hmm...
    Nasehat yang bagus...
    Seolah-2 pengalaman pribada saat ini nih...
    hehe...
    Yang penting: tetep Semangat....
    hehe....

    ReplyDelete
  4. haha. jatuh. bersihkan luka. lari lagi. :)

    ReplyDelete
  5. yah...betul juga zam, jangan kapok utk mencoba lagi heheh

    ReplyDelete
  6. pengalaman adalah guru terbaik...heheh (gaya banget ngomong nya. semua orang pasti ngalamin kan??? cuma beda-beda versi aja gimana proses bangkit lagi.

    ReplyDelete
  7. putus cinta, ooo. ya bukan berarti putus syarafkan, hal biasa dan hidup terus akan berjalan bila kita tidak mengulang kehidupan yang indah maka kiamat diri telah hadir dalam diri.

    Semoga bila putus cinta bisa mendapatkan yang lebih baik lagi.Amin

    Mbak puisiku yang keren, sisi kerennya yang mana mbak, ditunggu kedatangannya lagi

    ReplyDelete
  8. untuk merasakan bagaimana nikmatnya sebuah cinta sejati, maka putus cinta adalah jalan yang semestinya harus di lewati terlebih dahulu, putus cinta bknlh akhir dri sebuah cerita tetapi merupakan titik awal dari sebuah kisah yang sesungguhnya

    ReplyDelete
  9. putus cinta? Cinta lagi neh .... :)
    Cinta bukan untuk memiliki ...
    ada lagi bilang, Cinta harus memiliki ... :)

    ReplyDelete
  10. "What Doesn't Kill You Makes You Stronger" katanya seh begitu...kalo putus...pastinya bisa membuat kita lebih okeh dan kuat. :D

    ReplyDelete
  11. dalam sebuah hubungan selalu akan ada pilihan ,
    dan jika kita sudah mengambil suatu keputusan kita harus mau menerima konsekuensi dan resiko nya
    .. btul tidak??? ('aa Gym mode on :mrgreen: )

    nice post ... co cuiidddd .. :D

    ReplyDelete
  12. .. iya betul juga.. tapi ketika cinta begitu dalam..? mungkin harus ada penawar ya.. dengan kuatkan cinta yang takkan mengecewakan.. cinta kepada Allah Yang Maha Penyayang.. :)

    ReplyDelete
  13. masih tentang cinta?
    "Anda tetap bisa berbahagia dan lebih menikmati hidup"
    __salam smile^^__

    ReplyDelete
  14. yah dibuat enjoy aja gak usah dipikirin

    ReplyDelete
  15. semangat, dibawa blogging lebih enakkan.. he.. :)

    ReplyDelete
  16. PEMBUKAAN: selamat pagi. ISI: cinta oh cinta. deritanya tiada akhir. (mengutip omongannya patkai di film kera sakti). PENUTUP: kapan yaa saya terakhir putus cinta ?? hmm. lupa. udah lama juga seh nggak jatuh cinta. haha :eek:

    ReplyDelete
  17. Barangkali kalau orang menyadari bahwa putus cinta adalah proses,.. enak ya! Ngak akan ada yang namanya putus asa, n hilang segala-galanya. Makanya..jangan memberikan cinta 100%. setengahnya aja!!

    ReplyDelete
  18. Rasa sakit itu..karna keinginan memiliki yg terlalu besar... Sehingga akan terasa banget sakit dan sulitnya utk melepaskan apa yg sudah pernah kita miliki... Yach...mungkin disinilah rasa keikhlasan kita diuji...
    Tapi, memang belajar utk ikhlas dalam memiliki itu...lumayan berat...
    Salam hangat.. Salam damai selalu... :)

    ReplyDelete
  19. Yang jelas sabar dan berfikir positif

    ReplyDelete
  20. amin...amin... patah satu tumbuh seribu istilahnya. heheh

    ReplyDelete
  21. bener banget bang, seseorang baru bisa merasakan cinta sejati ketika harus jatuh bangun dalam kehidupan percintaannnya.

    ReplyDelete
  22. bingung kan heheh....itulah cinta.

    ReplyDelete
  23. iya bener juga, tapi ada sebagian orang yang mengalami kesusahan untuk bangkit kembali menata hatinya.

    ReplyDelete
  24. betull...betulll betull... (upin&ipin mode on) heheheh

    ReplyDelete
  25. iya, cinta gak habis utk dibahas, sampe bosen dech pokoknya.

    ReplyDelete
  26. iya tak ada yg abadi selaian cinta kepada sang pencipta yang hakiki.

    ReplyDelete
  27. heheh....iya nikmatin hidup ya

    ReplyDelete
  28. salam smile juga bri....pastinya semoga bri juga tetep bisa berbahagia dan menikmati hidup ya..

    ReplyDelete
  29. sipp keep blogging dech pokoknya.

    ReplyDelete
  30. mungkin bisa di coba lagi loh??? heheheh

    ReplyDelete
  31. thanks ya udah mampir ke blog ku. dlm hal apapun, ikhlas adalah modal utama, apalagi untuk urusan cinta. setuju banget dengan ikhlas kita bisa lebih ringan menghadapi masalah seberat apapun.

    ReplyDelete
  32. selain ikhlas, sabar juga berpikiran positif pasti akan lebih mudah menghadapi putus cinta.

    ReplyDelete
  33. ada seorang teman saya, putus cinta jd semacam hobby. jd ketika putus cinta ya hepi2 saja. dng enteng ia berkata : belum saatnya kali gw mendapatkan cinta sejati.. :)

    ReplyDelete
  34. hahahh bagus juga hobby yang unik, jarang ada loh, tapi boleh juga nih di tiru, cuma nggak semua orang bisa yah... yang namnya putus cinta pasti sakit banget.

    ReplyDelete
  35. 'jatuh' cinta berjuta rasanya, yang pasti seneng luar biasa, padahal itu lagi 'jatuh' ya :-D

    ReplyDelete
  36. hehehh...putus cinta juga berjuta rasanya...tapi anehnya orang2 nggak kapok yah.. heheh

    ReplyDelete
  37. *Dunia belum berakhir bila kau putuskan aku* sepenggal bait lagu shaden masih inget ga ?? :mrgreen:

    sikapi dengan pikiran terbuka bukan untuk di tangisi melainkan untuk pembelajaran diri :D

    -salam- ^_^

    ReplyDelete
  38. wakzz..komenk gw ga nongol ketangkep aki-aki *akismet* :cry:

    ReplyDelete
  39. iyalahhh.. seharusnya putuas cinta dirayakan.. krn artinya kita punya peluang untuk nyari yg baru lagi :-))

    ReplyDelete
  40. jadi gatel pengin buka rahasia.. gapapa deh.. untuk kebaikan umat manusia..
    akan kubagikan sedikit ilmuku.. (halah sok tau saya :) )
    >>tentang "Cinta tak harus memiliki" itu karena cinta berkaitan dengan takdir, hak orang lain dan norma-norma (dikira-kira sendiri deh kaitannya ya :) ) kemudian juga tentang nilai kebaikan dan kesucian cinta, cinta itu (maksudnya cinta manusia) melazimkan bahwa yang mencintai itu menginginkan kebaikan bagi yang dicintai. Maka jika kebaikan itu dengan tidak memiliki, itulah cinta. Untuk lebih jelasnya harus buka resep rahasia lagi nih.. :) gapapa.. dapat pahala insya Allah, ingat tidak kisah 2 orang ibu yang memperebutkan 1 bayi..? Itu contohnya.. tau kan maksudnya..kalau dijelasin panjang lagi nih.. :)
    >>adapun tentang "cinta harus memiliki" .. maka itulah salah satu tabiat cinta namun tidak secara mutlak.. Penjelasan rinciannya begini, seorang yang mencintai pasti ingin dekat dan bersama dengan yang dicintai, akan sakit jika jauh dari yang dicintai. Namun ini berkaitan dengan cinta diri sendiri / hawa nafsu dan cinta yang murni, itulah pilihannya. Jika ia merasa harus memiliki maka hakikatnya ia lebih mencintai dirinya sendiri / hawa nafsunya, namun jika tidak, maka memang dia mencintai secara murni dengan cinta yang baik karena lebih mengutamakan kebaikan bagi yang dicintainya..
    >>ruwet ga bahasanya? semoga jelas ya.. :) wallaahu a'lam. maaf kepanjangen.
    dari Dan -Si Pengamat Kehidupan- :D

    ReplyDelete
  41. hmmm....nasehat yg bijak banget riez...

    ReplyDelete
  42. ada kok komentnya, lepas dia dari si aki heheh

    ReplyDelete
  43. menunggu waktu yang tepat, orang yang tepat, suasana yang tepat, tempat yang tepat

    ReplyDelete
  44. kalau tidak heppy, nanti rugi sendiri

    ReplyDelete
  45. namanya putus cinta sampai kapan pun juga ternyata gaaaa ada enak-enakknyaaa yaaa :(
    semua rasa jadi satu walau rasa senang sekalipun! huh...salam kenal yaaah :)

    ReplyDelete
  46. oke salam kenal juga, thanks ya udah mampir.

    ReplyDelete