Friday, 13 June 2008

biyan

Aku telah memulai semua keresahan ini jauh sebelum dia datang, 5 tahun yang lalu saat masih duduk di bangku kuliah, aku sudah memendam suatu rasa yang tak bias aku ungkapkan. Biyan…satu nama yang mampu membuat tubuhku lemas dan bergetar hebat. Entah mengapa setiap menyebut namanya mampu membuatku lemah tak berdaya. Dan kini setelah 5 tahun berlalu Biyan datang lagi dan memberi aku berjuta harapan yang bias membuat aku mati karena impian itu.
Memang tak mudah melepaskan semua, namun kedatangan Biyan kali ini sungguh membuat aku dilema, aku sudah memiliki seseorang yang sudah bertahun-tahun ini mengisi hatiku, namun di balik itu semua aku menyadari seberapa besar pun cinta yang masuk ke dalam hatiku, tetap ada sedikit celah untuk Biyan. Aku benci keadaan ini, mengapa Biyan harus datang sekarang, mengapa Biyan selalu membuat aku tenggelam dan sulit untuk bangkit.
Aku tau tak seharusnya aku bilang suka, saat itu. Tapi entah mengapa tiba-tiba muncul keberanian yang membawa aku pada Biyan malam itu. Semua berawal tanpa sengaja seminggu yang lalu aku dan biyan bertemu dan ini untuk yang pertama kalinya setelah kami selesai kuliah. Wajar saja, rasa rindu sudah tak bias aku bendung dalam diriku, pertemuan kami kali ini benar-benar membawa aku pada satu lembaran kisah lama yang seharusnya sudah aku tutup rapat dan tak seharusnya aku buka lagi. Berawal dari situlah hingga terjadi peristiwa ini, sampai aku berani mengatakan pada Biyan kalau aku sudah dari sejak lama menyukainya. Dan tanpa aku duga ternyata Biyan membalas semua rasa suka ku. Aku telah mengkhianati seseorang yang begitu mencintaiku, andra…entah bagaimana nanti aku menghadapinya jika dia tau kalau aku mengkhianatinya.

0 komentar:

Post a Comment